PDA Ponorogo Targetkan 109 Kantong Darah pada Aksi Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah

Ketua PDA Ponorogo, Hj. Titi Listyorini, S.H, bersama Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, pada Donor Darah Milad Aisyiyah ke-109
ANEWS.co, Ponorogo - Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Ponorogo menggelar aksi donor darah massal pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan kemanusiaan ini berpusat di Kantor PDA Ponorogo, Jalan KH. Ahmad Dahlan Nomor 58. Agenda sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Milad 'Aisyiyah ke-109 di Kabupaten Ponorogo.
Aksi donor darah massal ini berhasil memobilisasi ratusan relawan dari berbagai unsur organisasi dan masyarakat umum. Sinergi erat antara kaum perempuan berkemajuan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ini ditujukan untuk merespons tingginya kebutuhan pasokan darah di wilayah setempat.

Landasan Ideologi Dakwah Kemanusiaan Semesta

Gerakan sosial 'Aisyiyah senantiasa bertumpu pada penyelesaian masalah riil di tengah masyarakat. 
Donor darah massal ini merupakan bentuk aplikasi langsung dari konsep dakwah kemanusiaan semesta yang bergerak melintasi batas perbedaan sosial.

Refleksi Nilai Welas Asih dan Gotong Royong

Antusias peserta donor darah Milad Asiyiyah ke 109 PDA Ponorogo

Ketua PDA Ponorogo, Hj. Titi Listyorini, S.H., menerangkan bahwa agenda donor darah ini mencerminkan tema milad nasional. 
Gerakan ini mengutamakan kepedulian nyata bagi keselamatan jiwa manusia yang sedang terbaring sakit.
"Ini adalah kegiatan dalam rangka milad Aisyiyah yang ke 109 yang mengambil tema ini memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian dan salah satu dakwah kemanusiaan ini adalah memberikan adalah yang utama itu dengan mengutamakan kasih sayang kemudian saling tolong-menolong," urai Hj. Titi Listyorini, S.H.

Target Simbolis Berdasarkan Usia Organisasi

Pihak panitia menetapkan target perolehan yang selaras dengan angka milad organisasi, yakni 109 kantong darah sehat. 
Walaupun target yang ditetapkan adalah 109 kantong, antusiasme masyarakat yang mendaftar sejak pagi hari terbukti melesat jauh melampaui estimasi awal panitia.
"Kekuatan peserta hari ini Insya Allah sampai semalam itu 109 itu bisa tercapai yang benar-benar apa masuk bener-bener di ambil darahnya itu 109 itu targetnya mudah-mudahan terpenuhi dengan peserta yang sejumlah 161 tersebut. Tujuan kegiatan ini tentu saja yaitu untuk saling tolong-menolong," imbuh Hj. Titi Listyorini, S.H.

Tingginya Kebutuhan Darah Rumah Sakit di Ponorogo

Langkah kerja sama massal antara PDA Ponorogo dan PMI Ponorogo dipicu oleh data riil di lapangan. 
Permintaan pasokan darah dari fasilitas-fasilitas medis di Kabupaten Ponorogo terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap bulannya.

RSU 'Aisyiyah Jadi Konsumen Terbesar Kedua

Sebagai organisasi yang mengelola amal usaha sektor kesehatan, 'Aisyiyah memahami betul kondisi kedaruratan medis. Rumah Sakit Umum (RSU) 'Aisyiyah Ponorogo tercatat sebagai salah satu rumah sakit rujukan dengan tingkat kebutuhan darah yang sangat tinggi di daerah tersebut.
Berdasarkan data operasional, RSU 'Aisyiyah Ponorogo menempati peringkat kedua terbesar dalam hal pengajuan permintaan kantong darah ke pihak PMI. Tingkat konsumsinya berada persis di bawah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ponorogo.

Upaya Optimalisasi Agenda Rutin Berkala

Melihat tingginya ketergantungan klinis terhadap pasokan darah, PDA Ponorogo tidak ingin gerakan ini mandek sebagai seremonial tahunan. Evaluasi internal langsung dilakukan untuk merancang program donor darah yang lebih teratur, masif, dan terlembaga dengan baik.
"Kita dengan PMI itu bagaimana bekerja sama juga dalam hal kemanusiaan ini karena kita punya beberapa rumah sakit nggeh. Dari rumah sakit Aisia ini termasuk yang kedua permintaan permintaan darah yang terbesar setelah RSUD. Harapannya tentu saja bisa membantu sesama yang membutuhkannya, jadi itu mudah-mudahan nanti akan bisa kita lakukan secara rutin paling tidak dalam rangka milad ini juga milad yang akan datang jarak tetap kita adakan secara masal tapi kalau per bulannya mudah-mudahan bisa juga secara rutin ya 2 bulan atau 3 bulan sekali. Kalau di rumah sakit itu insyaallah rutin tapi belum belum maksimal lah, ini mungkin bisa kita maksimalkan lagi," beber Hj. Titi Listyorini, S.H.

Mobilisasi Massa Menembus Seluruh Lini Komunitas

Kelancaran jalannya donor darah massal ini ditopang oleh sistem pembagian target peserta yang rapi di internal persyarikatan. Panitia menyebarkan kuota partisipasi ke seluruh jaringan organisasi tingkat kecamatan hingga lembaga sayap pemuda.
Beberapa unsur yang terlibat aktif mengirimkan delegasi antara lain:
  • Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA): Utusan dari berbagai wilayah kecamatan di Ponorogo.
  • Majelis Internal: Setiap majelis dibebani target mengirimkan minimal 5 orang kader pendonor.
  • Pimpinan Cabang Kota: Sukses memobilisasi dan mengirimkan sebanyak 9 orang pendonor.
  • Pimpinan Cabang Siman: Mengirimkan delegasi relawan secara penuh menuju lokasi acara.
  • Karyawan Internal: Diikuti oleh jajaran tenaga kesehatan dan staf dari RSU 'Aisyiyah Ponorogo.
  • Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Putri: Perwakilan dari segmen generasi muda perempuan.
  • Masyarakat Umum dan Wartawan: Elemen sipil dan awak media yang datang secara mandiri.
Seluruh proses registrasi dan skrining kesehatan dilakukan secara maraton hingga batas waktu penutupan pelayanan pukul 12.00 WIB. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi serah terima plakat penghargaan kemitraan.

Kisah Kemanusiaan: Perjuangan Donatur Menolong Sesama

Di barisan antrean pendonor, muncul berbagai cerita humanis dari para relawan. Bagi para peserta ini, menyumbangkan darah bukan sekadar rutinitas medis, melainkan komitmen moral untuk memperpanjang peluang hidup pasien lain yang kritis.

Kesaksian Lina Septina Dewi tentang Urgensi Darah AB

Lina Septina Dewi, seorang warga asal Lembeyan, Kabupaten Magetan yang bekerja di RSU 'Aisyiyah Ponorogo, turut mengantre untuk mendonorkan darahnya. 
Aksi kemanusiaannya kali ini merupakan donor darah yang kelima bagi dirinya. 
Lina memahami betul bahwa pemilik golongan darah AB seperti dirinya kerap menghadapi kesulitan saat membutuhkan donor darurat di rumah sakit.
"Alhamdulillah dengan fasilitas ini ya kita bisa berdarah-darah bisa membantu orang-orang yang membutuhkan darah karena saya juga termasuk golongan darah AB itu juga agak ini ya agak susah ya nanti diberikan ke masyarakat yang membutuhkan semoga pasien-pasien yang membutuhkan bisa segera mendapatkan darah sesuai dengan golongannya masing-masing," kata Lina Septina Dewi.

Harapan Sederhana Arif Widodo bagi Penerima Donor

Motivasi yang sama juga diutarakan oleh Arif Widodo, salah satu peserta pria yang ikut menyumbangkan darahnya dalam rangka Milad ke-109 ini. 
Ia berharap proses pengambilan darahnya berjalan lancar agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh pasien yang sedang membutuhkan.
"Harapannya semoga donor darah saya lancar Pak. Iya, bisa menghidupi orang yang membutuhkan darah," tutur Arif Widodo singkat.

Apresiasi Tinggi dan Harapan dari PMI Kabupaten Ponorogo

Langkah aktif yang dipelopori oleh kaum perempuan PDA Ponorogo ini mendapatkan sambutan positif serta apresiasi setinggi-tingginya dari pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo. 
Kolaborasi massal ini dirasa sangat meringankan beban PMI dalam menjaga ketahanan stok darah daerah.

Nilai Kehidupan di Balik Kantong Darah

Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, secara terbuka menyampaikan kekagumannya terhadap dedikasi sosial organisasi 'Aisyiyah. 
Luhur menegaskan bahwa setetes darah yang disumbangkan oleh para donatur memiliki nilai filosofis dan matematis yang tak terhingga bagi dunia medis.
"Kami percaya bahwa membantu sesama adalah misi kemanusiaan. Kami berharap donor darah ini bisa menjadi kegiatan rutin dan bermanfaat bagi penerima. Kegiatan donor darah ini semakin mempertegas komitmen kita semua untuk memperkuat dakwah kemanusiaan semesta. Sebagai bagian dari masyarakat, kita semua memiliki tanggung jawab untuk membantu sesama, dan donor darah adalah salah satu cara nyata yang dapat kita lakukan," ungkap Luhur Karsanto.
Luhur menambahkan bahwa indikator keberhasilan dari aksi ini tidak boleh hanya dipandang sebagai deretan angka di atas kertas laporan bulanan semata.
"Perlu di ingat, setiap kantong darah yang kita dapatkan hari ini bukan hanya sekadar angka. Ini adalah harapan dan kehidupan baru bagi mereka yang membutuhkannya. Oleh karena itu, saya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada para donatur darah dan semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini," sambung Luhur Karsanto. 

Proyeksi Perluasan Sinergi Kemanusiaan Masa Depan


Menutup rangkaian acara, Ketua PMI Ponorogo menyampaikan ucapan selamat milad bagi 'Aisyiyah. 
Pihaknya berharap ikatan kerja sama kemitraan ini dapat dipertahankan dan diperluas ke dalam sektor-sektor penanganan bencana atau jaminan sosial lainnya di masa mendatang.
"Saya berharap, ke depannya kerjasama antara Aisyiyah Ponorogo dan PMI Kabupaten Ponorogo ini tak hanya berhenti di acara donor darah, namun dapat ditingkatkan dan diperluas lagi dalam berbagai bentuk kegiatan kemanusiaan lainnya. Selamat kepada Aisyiyah yang merayakan Milad. Semoga dapat mewujudkan Tema utama Milad 'Aisyiyah ke-109 tahun 2026 adalah Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian," pungkas Luhur Karsanto.
 
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • PDA Ponorogo Targetkan 109 Kantong Darah pada Aksi Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah
  • PDA Ponorogo Targetkan 109 Kantong Darah pada Aksi Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah
  • PDA Ponorogo Targetkan 109 Kantong Darah pada Aksi Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah
  • PDA Ponorogo Targetkan 109 Kantong Darah pada Aksi Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah
  • PDA Ponorogo Targetkan 109 Kantong Darah pada Aksi Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah
  • PDA Ponorogo Targetkan 109 Kantong Darah pada Aksi Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah

Post a Comment