Dilantik Jadi Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi Fokus 4 Program Utama

ANEWS.co, Tulungagung – Sebuah babak baru dalam dunia kemanusiaan di Kabupaten Tulungagung resmi dimulai. Drs. Tri Hariadi, M.Si kini resmi mengemban amanah sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung untuk periode kepengurusan yang baru. Prosesi pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Tulungagung ini berlangsung khidmat pada Rabu (17/6/2026) dan bertempat langsung di Kantor PMI Tulungagung, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Pelantikan kali ini mencetak sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya dilaksanakan langsung di gedung Kantor PMI Tulungagung. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki yang kuat serta kebanggaan mendalam terhadap markas PMI sebagai rumah bersama bagi seluruh relawan dan pengurus. Dengan kepemimpinan yang baru, PMI Tulungagung siap menghadapi tantangan kemanusiaan yang dinilai makin kompleks.

Prosesi Pelantikan Bersejarah Berlandaskan SK Resmi

Acara pelantikan ini berjalan resmi berdasarkan legalitas hukum organisasi yang kuat. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung di bawah payung Surat Keputusan (SK) PMI Provinsi Jawa Timur.

Landasan Hukum Kepengurusan

  • Nomor Surat Keputusan: SK PMI Jawa Timur Nomor 80/02.06.22/ORG/V/2026.
  • Tanggal Penetapan: 25 Mei 2026.
  • Penandatangan: Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo.
Dalam salah satu poin utama surat keputusan tersebut, Drs. Tri Hariadi, M.Si secara resmi ditetapkan untuk menakhodai organisasi sosial kemanusiaan ini. Upacara pelantikan tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, relawan senior, serta perwakilan instansi terkait yang siap menyelaraskan program kerja ke depan.

Komitmen Tri Hariadi dan Penjabaran 4 Program Utama

Dalam sambutan pertamanya setelah resmi dilantik, Tri Hariadi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan besar yang diletakkan di pundaknya. Ia menyadari betul bahwa posisi ini bukan sekadar jabatan struktural, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang berat di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berubah.
"Kami berkomitmen membawa PMI Tulungagung menjadi organisasi yang responsif dan hadir membantu masyarakat," tegas Tri Hariadi di hadapan para hadirin.
Untuk mewujudkan visi besar organisasi yang responsif, Tri Hariadi mengumumkan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan secara penuh pada empat program utama, yaitu:

1. Memperkuat Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah dan Elemen Masyarakat

PMI tidak dapat bergerak sendiri dalam ruang hampa. Tri Hariadi menilai sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung serta berbagai organisasi kemasyarakatan adalah kunci utama. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat birokrasi penanganan masalah sosial dan memaksimalkan penyerapan bantuan saat terjadi situasi darurat di lapangan.

2. Penguatan Relawan dan Pelayanan Kemanusiaan

Relawan adalah pilar utama dari eksistensi PMI. Program kedua ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, pelatihan kebencanaan yang terukur, serta penataan manajemen relawan agar lebih siap diterjunkan kapan saja. Pelayanan kemanusiaan yang menyentuh masyarakat miskin dan rentan akan makin diintensifkan lewat program ketahanan pangan, bantuan bencana, dan bakti sosial.

3. Perluasan Layanan PMI ke Masyarakat Luas

Tidak hanya berfokus pada penyediaan darah, PMI Tulungagung di bawah kepemimpinan baru berniat memperluas cakupan layanannya. Hal ini mencakup penyediaan armada ambulans darurat yang lebih mudah diakses, layanan pertolongan pertama berbasis masyarakat, hingga edukasi kesehatan di area-area terpencil yang minim fasilitas medis.

4. Peningkatan Pembinaan dan Partisipasi Palang Merah Remaja (PMR)

Guna menjamin keberlanjutan organisasi, pembinaan generasi muda melalui wadah PMR akan digenjot secara masif. Tri Hariadi ingin menjadikan PMR sebagai wadah pembentukan karakter remaja yang peduli sesama sejak dini, sehingga kaderisasi relawan di masa depan tidak akan pernah terputus.
Tri Hariadi juga menambahkan bahwa keempat program strategis ini membutuhkan kerja keras kolektif. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat adalah modal utama agar target-target tersebut dapat tercapai dengan sempurna.

Apresiasi Tinggi dari Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo

Pelantikan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo. Mantan Gubernur Jawa Timur tersebut memberikan pujian yang tinggi terhadap kiprah serta kemampuan para relawan PMI Kabupaten Tulungagung selama ini. Menurutnya, relawan di Tulungagung terkenal sangat aktif dan memiliki etos kerja serta semangat kemanusiaan yang luar biasa tinggi.
Imam Utomo mengingatkan kembali peran vital yang harus diambil oleh para pekerja kemanusiaan ini. Ia juga memberikan perhatian khusus pada rencana pengembangan mutu layanan medis yang sedang diinisiasi di Tulungagung.
"Relawan harus menjadi garda terdepan dalam setiap kegiatan kemanusiaan. Cita-cita UDD Tulungagung untuk meraih CPOB merupakan langkah yang sangat baik," ujar Imam Utomo dalam pidatonya.

Target Sertifikasi CPOB bagi UDD Tulungagung

Apresiasi khusus diberikan Imam Utomo terhadap cita-cita Unit Donor Darah (UDD) PMI Tulungagung yang sedang berjuang meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Sertifikasi ini sangat krusial karena darah dan produk turunannya kini dikategorikan sebagai obat yang pengolahannya harus memenuhi standar industri farmasi yang ketat.
Saat ini, seluruh UDD PMI di wilayah Jawa Timur memang telah berhasil mencapai status pelayanan paripurna. Namun, peningkatan kualitas fisik serta sistem di markas-markas PMI daerah harus terus berjalan beriringan guna mengimbangi target CPOB tersebut.

Restrukturisasi Palang Merah Remaja (PMR) di Sekolah

Selain menyoroti performa relawan dewasa dan sistem donor darah, Imam Utomo juga menginstruksikan penguatan struktural pada sektor Palang Merah Remaja (PMR) di tingkat sekolah. Berdasarkan analisis organisasi, pembinaan akan jauh lebih optimal jika kuantitas anggota dalam satu kelompok dibatasi namun memiliki keaktifan yang berkualitas.

Formula Efektivitas PMR Sekolah

Menurut Imam Utomo, setiap gugus atau kelompok PMR di sekolah cukup memiliki sekitar 40 anggota yang aktif. Jumlah ini dinilai ideal agar proses transfer ilmu pengetahuan, simulasi pertolongan pertama, dan pembinaan karakter dapat berjalan secara fokus dan efektif.
Demi merealisasikan hal tersebut, PMI Jawa Timur telah melakukan kerja sama resmi dengan Dinas Pendidikan. Saat ini, skema pembinaan terpadu tersebut tinggal menunggu fase eksekusi dan realisasi lebih lanjut di lapangan, termasuk di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah: Sinergi Menghadapi Tantangan Kompleks

Dukungan penuh terhadap kepengurusan baru ini juga mengalir dari pihak eksekutif daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal kemajuan organisasi ini.
Ahmad Baharudin mengingatkan pengurus baru tentang pentingnya menjaga kepercayaan besar yang selama ini telah diberikan oleh masyarakat. Kepercayaan publik adalah aset terbesar bagi organisasi sosial seperti PMI, dan hal tersebut hanya bisa dirawat lewat transparansi, kecepatan respons, serta dedikasi kerja yang tinggi.

Urgensi Penguatan Empat Pilar PMI

Menurut Plt Bupati Tulungagung, peran PMI terbukti sangat vital dalam tiga ranah utama masyarakat, yaitu:
  1. Penanggulangan bencana alam dan mitigasi risiko.
  2. Pelayanan kemanusiaan mandiri untuk warga kurang mampu.
  3. Penyediaan stok darah yang aman, higienis, dan cepat bagi pasien di rumah sakit.
"Tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, penguatan empat pilar PMI dan sinergi antara pemerintah dengan PMI harus terus dilakukan," tutur Ahmad Baharudin secara lugas.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen pemerintah, Ahmad Baharudin berjanji akan memberikan dukungan fasilitasi dari pemerintah daerah untuk kemajuan program-program PMI Tulungagung. Ia juga mendorong agar kaderisasi relawan baru terus diperkuat di berbagai tingkatan. Dengan makin banyaknya relawan yang terbentuk, diharapkan masyarakat luas akan makin memahami tugas, fungsi, dan cara kerja kemanusiaan yang diemban oleh PMI.
Susunan Pengurus PMI Kabupaten Tulungagung Periode 2026-2031

Pelindung : Bupati Tulungagung

Dewan Kehormatan

Ketua l : H. Sutrimo

Anggota:

1. H. Bambang Purwito
2. Ir. Subardjo

Pengurus PMI Kab. Tulungagung

Ketua : Drs. Tri Hariadi, M.Si

Wakil Ketua : H.M. Makrus Mannan, SP,MM

Ketua Bidang Organisasi : Abraham Marta Pandita, SPi

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana : Sahrul Masrukhi

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Rumah Sakit, Pelayanan Darah : dr. Mochamad Mastur

Ketua Bidang Anggota dan Relawan, Pendidikan dan Pelatihan : Imam Safii, S.Pd

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi : Fredi Praja Nugraha, SE

Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya : Priyo Winoto, SH

Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan : Abdul Aziz

Sekretaris : Drs. Moh. Istiharuddin

Wakil Sekretaris : Subianto, ST, MT

Bendahara : Yayuk Anasri, S.Kep, Ners
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Dilantik Jadi Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi Fokus 4 Program Utama
  • Dilantik Jadi Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi Fokus 4 Program Utama
  • Dilantik Jadi Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi Fokus 4 Program Utama
  • Dilantik Jadi Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi Fokus 4 Program Utama
  • Dilantik Jadi Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi Fokus 4 Program Utama
  • Dilantik Jadi Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi Fokus 4 Program Utama

Post a Comment