Armada 80 Gelar Tour de Ponorogo, Rawat Silaturahmi Lewat Wisata dan Budaya
![]() |
Armada 80 Tour de Ponorogo |
ANEWS.co, Ponorogo - Menjaga ikatan persahabatan sejak masa sekolah hingga usia senja merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Keluarga SMAN 2 Purwokerto (ARMADA) 80, komunitas ikatan alumni SMA Negeri 2 Purwokerto. Memasuki pertengahan tahun ini, mereka kembali membuktikan kekompakan dengan menggelar agenda besar bertajuk "Tour de Ponorogo" yang berlangsung selama dua hari, yaitu Minggu-Senin, 14–15 Juni 2026.Perjalanan wisata dan budaya ini diikuti oleh 40 anggota. Salah satu tokoh penting organisasi, Nyonya Ernawati, sebagai tuan rumah hadir dan mendukung penuh kesuksesan kegiatan acara ini. Pilihan destinasi ke Bumi Reog ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari atas kerinduan para alumni yang rata-rata sudah memasuki masa pensiun untuk menikmati hiburan santai, wisata alam, kuliner tradisional, sekaligus menyaksikan langsung festival budaya nasional.
20 Tahun Berdiri Kokoh dengan Komitmen "Seduluran Selawase"
Membangun komunitas alumni yang aktif dan bertahan hingga puluhan tahun membutuhkan komitmen tinggi. Ikatan alumni Armada 80 SMAN 2 Purwokerto ini tercatat telah terbentuk dan eksis selama sekitar 15 hingga 20 tahun. Sepanjang dua dekade tersebut, wadah ini konsisten bergerak di bidang sosial, wisata kuliner, dan komunikasi antar-anggota untuk mengisi masa tua dengan aktivitas positif.Ketua Armada 80, Agus Suroso, mengungkapkan bahwa kelompok alumni ini memiliki manajemen agenda yang sangat rapi. Mereka secara berkala mengadakan pertemuan besar dua kali dalam setahun dengan pembagian zona wilayah pariwisata yang adil bagi para anggotanya."Alumni SMA Negeri 2 Purwokerto ini memang rutin setiap tahun mengadakan kegiatan dua kali lah ya. Pada tahun itu dua kali, yang satu agendanya gak jauh (dekat dari Purwokerto) dan yang satu lagi tempatnya jauh. Nah, untuk perjalanan jauh kali ini, yang ke Ponorogo ini pilihan kami," ujar Agus Suroso saat ditemui langsung di lokasi kegiatan.
Agus Suroso menjelaskan bahwa grup alumni yang sudah bertahan selama 15-20 tahun ini mayoritas anggotanya merupakan para pensiunan. Oleh karena itu, esensi kegiatan bersama dinilai sangat krusial sebagai obat anti-jenuh di masa tua."Grup alumni yang terbentuk ini melakukan kegiatan-kegiatan yang kebanyakan kegiatannya adalah sosial, wisata, dan kuliner lah, pada bulan ini agendanya adalah Tour de Ponorogo," tambah Agus Suroso menerangkan fokus program kerja komunitasnya.
Semangat kebersamaan yang kokoh ini didorong oleh satu semboyan utama yang selalu mereka pegang erat, yaitu "Seduluran Selawase", sebuah kalimat bahasa Jawa yang berarti "Saudara Selamanya". Moto ini mencerminkan bahwa hubungan mereka tidak lagi sebatas teman sekolah, melainkan sudah melebur menjadi keluarga besar yang saling menjaga silaturahmi.
"Alumni SMA Negeri 2 Purwokerto ini memang rutin setiap tahun mengadakan kegiatan dua kali lah ya. Pada tahun itu dua kali, yang satu agendanya gak jauh (dekat dari Purwokerto) dan yang satu lagi tempatnya jauh. Nah, untuk perjalanan jauh kali ini, yang ke Ponorogo ini pilihan kami," ujar Agus Suroso saat ditemui langsung di lokasi kegiatan.
"Grup alumni yang terbentuk ini melakukan kegiatan-kegiatan yang kebanyakan kegiatannya adalah sosial, wisata, dan kuliner lah, pada bulan ini agendanya adalah Tour de Ponorogo," tambah Agus Suroso menerangkan fokus program kerja komunitasnya.
Menjelajahi Destinasi Unggulan Ponorogo: Alam, Budaya, dan Edukasi
Rangkaian Tour de Ponorogo milik Armada 80 dikemas secara efektif agar ramah bagi fisik para lansia, namun tetap menyajikan pengalaman berwisata yang mendalam. Selama dua hari penuh, para alumni diajak mengeksplorasi tiga pilar utama pariwisata Ponorogo, yaitu wisata alam, wisata budaya, dan sentra kerajinan rakyat.
Menyaksikan Festival Reog Nasional XXXI
Tujuan pertama rombongan Armada 80 adalah melihat langsung kemegahan Festival Reog Nasional XXXI yang digelar di Alon-alon Ponorogo. Agenda kebudayaan berskala nasional ini menyuguhkan pentas seni budaya yang sangat ikonik. Kehadiran para alumni di sini menjadi bukti nyata apresiasi mereka terhadap kelestarian warisan budaya asli Nusantara yang kini telah diakui dunia.
Pesona Keindahan Alam Objek Wisata Telaga Ngebel
Keesokan pagi harinya, rombongan bertolak menuju Objek Wisata Telaga Ngebel, sebuah danau alami berwawasan luas yang terletak di kaki Gunung Wilis. Suasana telaga yang dikelilingi perbukitan hijau dan udara bersih menjadi lokasi yang sangat disukai para alumni.Di Telaga Ngebel, suasana kekeluargaan begitu kental terasa. Para anggota memanfaatkan momen ini untuk berjalan santai di pinggir telaga, berfoto bersama keluarga, hingga berburu kuliner khas seperti buah durian lokal dan hidangan ikan air tawar segar.
Berburu Oleh-oleh di Pusat Suvenir Kaos Budaya
Setelah puas menikmati keasrian alam, rombongan bergerak ke pusat souvenir kaos di kawasan barat Alon-alon Ponorogo, anggota rombongan pun antusias membeli buah tangan berupa kaos khas bumi reog untuk keluarga di rumah.
Melintasi Monumen Nasional Reog Menuju Pusat Kulit Magetan
Setelah berbelanja kaos budaya, Armada 80 bergerak melanjutkan perjalanan ke pusat kerajinan Kulit di Magetan. Perjalanan lintas wilayah ini terasa semakin istimewa karena mereka bergerak dengan melintasi Monumen Nasional Reog yang sedang dibangun megah di kawasan Sampung. Kawasan monumen ini menjadi pusat perhatian karena para alumni dapat melihat dari dekat simbol sejarah dan keagungan kesenian tradisional Reog Ponorogo yang sudah mendunia.
Review Layanan Wisata dan Catatan Konstruktif Event Festival Reog Ponorogo
Sebagai wisatawan luar daerah yang datang dengan rombongan besar, Armada 80 memberikan sudut pandang objektif mengenai iklim pariwisata di Ponorogo. Salah satu agenda utama yang paling dinantikan oleh mereka adalah menghadiri Event Festival Nasional Reog Ponorogo.
Pujian atas Pelayanan
Secara umum, manajemen pariwisata Kabupaten Ponorogo mendapatkan nilai positif dari ketua rombongan. Infrastruktur fisik di lokasi wisata dinilai sudah memadai dan ramah untuk dikunjungi oleh berbagai kelompok usia."Saya kira layanan di objek wisata itu sudah cukup bagus lah ya, layanannya udah bagus. Kemudian harganya yang nggak mahal, alias kompetitif," puji Agus Suroso terhadap ekosistem pariwisata Ponorogo.
Harga tiket masuk dan tarif kuliner yang transparan serta terjangkau membuat para alumni merasa nyaman dan tidak khawatir terkena praktik getok harga (overpricing) yang sering merusak citra tempat wisata di daerah lain.
"Saya kira layanan di objek wisata itu sudah cukup bagus lah ya, layanannya udah bagus. Kemudian harganya yang nggak mahal, alias kompetitif," puji Agus Suroso terhadap ekosistem pariwisata Ponorogo.
Evaluasi Kenyamanan Festival di Malam Hari
Meski memberikan apresiasi tinggi terhadap kemegahan festival budayanya, Agus Suroso tidak menutupi adanya kendala kenyamanan yang dirasakan langsung oleh fisik para alumni yang sudah lanjut usia ketika menghadiri acara malam hari."Memang festivalnya memang bagus, cuman alamnya yang kita tidak nyaman ya. Kalau malam, anginnya sangat dingin, ditambah musiknya (terlalu kencang). Kalau orang-orang sudah tua dan pensiun kan kepenginnya santai, jalan-jalan," ungkap Agus Suroso memberikan catatan masukan yang jujur dan membangun untuk panitia lokal.
Faktor cuaca malam yang ekstrem dipadukan dengan volume tata suara (sound system) yang terlalu menggelegar diakui cukup menguras energi para wisatawan senior yang sejatinya lebih menyukai atmosfer pertunjukan yang syahdu dan tenang. Masukan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara festival di masa mendatang agar dapat menyediakan fasilitas tribun atau area khusus yang lebih aman dan nyaman bagi kelompok lansia.
"Memang festivalnya memang bagus, cuman alamnya yang kita tidak nyaman ya. Kalau malam, anginnya sangat dingin, ditambah musiknya (terlalu kencang). Kalau orang-orang sudah tua dan pensiun kan kepenginnya santai, jalan-jalan," ungkap Agus Suroso memberikan catatan masukan yang jujur dan membangun untuk panitia lokal.
Esensi Reuni Armada 80
Perjalanan dua hari di Ponorogo mungkin telah usai, namun memori yang ditinggalkan akan terus membekas. Bagi Armada 80, tur ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah ruang refleksi untuk juga mensyukuri sisa usia bersama sahabat-sahabat lama seperjuangan masa sekolah.Di akhir sesi wawancara, Agus Suroso menitipkan pesan mendalam serta harapan besar untuk keberlangsungan organisasi Armada Keluarga SMAN 2 Purwokerto ke depannya."Dengan adanya reuni ini untuk temen-temen dan juga anggota Armada 80, berharap semoga ini menjadi momen yang baik untuk kita semua untuk saling mengakrabkan, saling menjaga silaturahmi, dan punya moto kami: Seduluran Selawase, saudara selamanya gitu," tutup Agus Suroso dengan penuh kehangatan.
Melalui kesuksesan acara Tour de Ponorogo ini, komunitas Armada 80 SMAN 2 Purwokerto berhasil membuktikan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas sosial. Dengan terus bergerak, berwisata, menjaga komunikasi, dan menghargai ragam budaya bangsa, mereka tidak hanya merawat memori masa lalu, melainkan juga memperpanjang usia kebahagiaan lewat tali silaturahmi yang tanpa putus.
"Dengan adanya reuni ini untuk temen-temen dan juga anggota Armada 80, berharap semoga ini menjadi momen yang baik untuk kita semua untuk saling mengakrabkan, saling menjaga silaturahmi, dan punya moto kami: Seduluran Selawase, saudara selamanya gitu," tutup Agus Suroso dengan penuh kehangatan.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment