Walikota Resmi Luncurkan Bulan Dana PMI Jakarta Timur
Peluncuran resmi tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bertempat di Ballroom Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jalan Pulomas Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Munjirin menyampaikan bahwa perhelatan Bulan Dana PMI merupakan wujud nyata kepedulian warga yang terus dipelihara dari tahun ke tahun.
Dalam sambutannya, Munjirin menegaskan pentingnya melampaui capaian target agar jangkauan bantuan sosial bagi warga rentan dapat semakin meluas.
“Mudah-mudahan target yang telah ditetapkan PMI Jakarta Timur dapat kembali tercapai seperti tahun sebelumnya. Tahun lalu, kita berhasil mengumpulkan 112 persen dari target. Tahun ini, mudah-mudahan capaian tersebut dapat kembali diraih,” kata Munjirin.
Ia memaparkan bahwa alokasi donasi masyarakat terbukti memberikan dampak langsung, baik untuk pertolongan darurat bencana di wilayah luar pulau seperti Sumatera dan Aceh, maupun penanganan masalah sosial di tingkat tapak seperti renovasi rumah tak layak huni serta pembangunan sarana biogas.
“Harapannya, masyarakat semakin mau untuk ikut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezekinya melalui Bulan Dana PMI. Dana yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat, khususnya di Jakarta Timur,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, mengapresiasi kesiapan serta besarnya komitmen jajaran PMI Jakarta Timur. Target penggalangan dana wilayah ini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di tingkat DKI Jakarta.
“Tentu saja kami dari Provinsi mengucapkan selamat atas target yang telah ditetapkan. Insyaallah saya yakin target tersebut dapat tercapai. Dengan demikian, aktivitas PMI khususnya di Jakarta Timur dapat berjalan lebih optimal,” kata Beky Mardani.
Beky meyakinkan bahwa setiap rupiah yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat melalui perbaikan layanan kemanusiaan mendasar serta intervensi sosial yang mendesak, seperti perbaikan sanitasi dan penanganan gizi buruk.
“Seperti yang tadi disampaikan, ada pembangunan WC komunal dan program penanganan stunting. Memang secara tugas, hal tersebut bukan merupakan tugas utama PMI, namun karena menyangkut manfaat bagi masyarakat dan merupakan bagian dari pertanggungjawaban PMI maka kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan,” jelasnya.
Perhatian besar juga diarahkan pada keselamatan para pekerja lapangan yang rentan mengalami kecelakaan kerja di jalanan. Pembekalan pertolongan pertama bagi Tenaga Sukarela (TSR) serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menjadi salah satu agenda prioritas PMI.
“Ini sangat penting agar mereka yang menjadi petugas lapangan memiliki keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama. Minimal mereka dapat membantu dirinya sendiri dan teman-temannya ketika terjadi kecelakaan kerja,” imbuhnya.
Penguatan kapasitas petugas lapangan dari berbagai sektor—baik pasukan oren, hijau, maupun putih—diharapkan dapat diterapkan merata di seluruh wilayah Jakarta demi menciptakan lingkungan yang lebih tanggap darurat.
Seluruh rangkaian pengelolaan penggalangan dana ini dipastikan berjalan transparan dengan audit berkala dari akuntan publik independen. Melalui pengelolaan yang terbuka, publik dapat terus menaruh rasa percaya pada pengikatan solidaritas ini.
“Momentum Bulan Dana PMI ini juga menjadi media bagi kita untuk membangun rasa solidaritas sosial, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama. Sesama yang dimaksud bukan hanya warga Jakarta Timur, tetapi juga saudara-saudara kita yang berada di NTT maupun Sumatera. Selama ini kita sudah membuktikan dan kita membantu mereka,” tambahnya.
Penulis: Benhil M.
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment