Pasokan Air Bersih Pengungsi Reok Disiapkan PMI
Proses
produksi air bersih dipusatkan di Dusun Nggorang, Desa Bajak, dengan
memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Wae Pesi. Sistem pengolahan
berteknologi water treatment
ini dijalankan oleh kolaborasi 10 orang personel gabungan yang terdiri
dari 4 teknisi WASH PMI Pusat, 1 koordinator lapangan PMI Kabupaten
Manggarai, serta 5 relawan warga setempat.
Pemasangan
unit pemurnian air ini dipersiapkan secara cermat agar air yang
dihasilkan memenuhi kualifikasi kesehatan dan layak untuk langsung
dikonsumsi oleh ribuan warga terdampak gempa di posko pengungsian.
Koordinator
Layanan WASH PMI, Nyoman Sukawirma (Bli Gatam), menyampaikan bahwa
pemurnian air tersebut didukung penuh oleh keahlian tim teknis yang
telah berpengalaman dalam penanganan krisis air di berbagai daerah
bencana.
"Hydroflo ini dibuat oleh teman-teman Tim WASH PMI Jatinangor yang sudah berpengalaman untuk membuat water treatment atau pengolahan air, karena semuanya sudah siap rencananya besok pagi tim akan mendistribusikan air ke 3 titik tersebut," ujar Bli Gatam.
Guna memastikan ketersediaan pasokan air terpenuhi selama masa tanggap darurat, unit Hydroflo dipasang dengan kapasitas produksi skala besar.
"Hari ini kita sudah set up satu unit hydroflow yang bisa memproduksi air hingga 3.000 sampai 4.000 liter air perjam," tambah Bli Gatam.
Kehadiran
pasokan air bersih berkapasitas ribuan liter per jam ini diiringi
dengan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh para
relawan PMI di lokasi penampungan. Langkah terpadu ini diharapkan dapat
mengurangi risiko penularan penyakit berbasis air (water-borne diseases) serta membantu mempercepat proses pemulihan kesehatan masyarakat di Kecamatan Reok.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment