Praktik Liputan Mendadak Sasar Sekolah di Gresik


ANEWS.coGRESIK - Agenda Pelatihan Kehumasan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur tahun 2026 kini telah memasuki fase krusial pada hari keenam pelaksanaannya, Sabtu (29/8/2026). Dalam rangka mematangkan kompetensi digital sekaligus menguji kesiapan mental para praktisi kehumasan utusan Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur, panitia penyelenggara menyelenggarakan sebuah simulasi khusus berupa praktik lapangan peliputan kepalangmerahan secara langsung tanpa rekayasa. Lokasi yang dipilih menjadi jujukan utama puluhan peserta pelatihan dalam mengasah naluri serta keterampilan jurnalistik mereka adalah Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Lumpur, Kabupaten Gresik.

Kehadiran tim humas gabungan yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Jawa Timur ini sempat mengejutkan pihak pengelola madrasah. Hal tersebut terjadi lantaran skenario kunjungan yang dirancang secara mendadak tanpa melalui koordinasi protokoler yang rumit. Kendati demikian, kunjungan lapangan tanpa persiapan awal dari pihak sekolah ini justru berhasil menciptakan bentuk interaksi yang sangat natural, jujur, serta dinamis antara para praktisi humas, tenaga pendidik, hingga para siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula yang kebetulan sedang melaksanakan agenda kegiatan rutin di lingkungan sekolah tersebut.

Kepala MI NU Lumpur Gresik, Sholikhatin, S.Pd.I., mengaku sangat terkejut sekaligus merasa bangga atas dipilihnya lembaga pendidikan yang ia pimpin sebagai laboratorium hidup bagi para pegiat humas PMI Jawa Timur. Ia menceritakan bagaimana suasana pagi hari di sekolahnya mendadak riuh, hangat, dan sangat produktif dengan kedatangan para peserta pelatihan yang membawa berbagai perangkat dokumentasi jurnalistik secara lengkap, mulai dari kamera profesional, peralatan rekaman audio, hingga perangkat penyuntingan berita cepat.

"Saya juga merasa kaget ya, karena pemberitahuannya tuh saya tahunya tadi jam 08.00 kemarin, tadi jam 08.00 terus tahu-tahu setengah sembilan sudah datang ke sini semuanya. Jadi untuk persiapan dan lain-lain itu tidak ada sama sekali. Jadi kami juga dari keluarga besar MI NU Lumpur mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua tim yang hadir di sini," ujar Sholikhatin saat diwawancarai secara langsung di ruang kerjanya.

Sholikhatin menambahkan, tercatat ada belasan personel humas dari berbagai daerah di Jawa Timur yang langsung menyebar ke beberapa sudut madrasah untuk melakukan penelusuran fakta dan pengumpulan bahan berita. Beruntung, kedatangan tim penilai dan pemburu berita dari PMI ini bertepatan dengan jadwal pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler PMR Mula di sekolah tersebut. Kondisi ini dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta pelatihan kehumasan untuk melakukan supervisi terpadu, baik melalui wawancara mendalam bersama pihak manajemen sekolah maupun interaksi tatap muka langsung dengan anak-anak di dalam ruang kelas.

Dalam proses simulasi kehumasan tersebut, para praktisi humas tidak hanya sekadar mengambil foto atau video untuk keperluan pelaporan berita semata, tetapi juga turut membagikan wawasan kepalangmerahan yang mereka miliki kepada para siswa. Mereka menguji pemahaman dasar siswa mengenai fungsi kemanusiaan, memberikan motivasi belajar, serta menyampaikan beberapa masukan strategis bagi keberlanjutan unit PMR Mula di MI NU Lumpur agar terus berkembang secara berkelanjutan.

Melihat dampak positif yang dibawa oleh para praktisi kehumasan PMI Jawa Timur dalam kunjungan singkat tersebut, Sholikhatin berharap kegiatan evaluasi dan simulasi lapangan seperti ini bisa diagendakan secara rutin dan berkala pada masa-masa mendatang. Kehadiran pihak luar yang profesional dinilai mampu memberikan dorongan semangat baru bagi pendidik maupun peserta didik dalam menggiatkan aksi sosial kemanusiaan sejak dini.

"Tadi sudah dilihat dari kegiatan PMR yang ada di sini. Kebetulan kok njenengan ke sini kok pas waktu ekstra yang dilakukan oleh teman-teman tadi. Tanggapan dari kegiatan ini sangat baik sekali, kami antusias dengan kegiatan ini. Kalau bisa seperti ini dilakukan setiap tahun sekali, biar ada evaluasi dari kita bagaimana kekurangan dari kegiatan PMR yang ada di sini jadi kita bisa menambahi," pungkas Sholikhatin di akhir sesi wawancara.
Melalui agenda ujian lapangan ini, panitia Pelatihan Kehumasan PMI Jawa Timur berharap seluruh peserta mampu menyerap realitas dinamika peliputan di lapangan, mengasah ketajaman analisis berita kemanusiaan, serta menghasilkan karya jurnalistik yang edukatif dan akurat sesuai kaidah tata bahasa Indonesia yang baku.

Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Praktik Liputan Mendadak Sasar Sekolah di Gresik
  • Praktik Liputan Mendadak Sasar Sekolah di Gresik
  • Praktik Liputan Mendadak Sasar Sekolah di Gresik
  • Praktik Liputan Mendadak Sasar Sekolah di Gresik
  • Praktik Liputan Mendadak Sasar Sekolah di Gresik
  • Praktik Liputan Mendadak Sasar Sekolah di Gresik

Post a Comment