Studi Banding Bank Darah, PMI Medan Kunjungi Bali
ANEWS.co, DENPASAR — Upaya peningkatan kualitas mutu pelayanan darah di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih modern dan tersertifikasi. Untuk mewujudkan tata kelola laboratorium darah yang memenuhi standar baku industri farmasi, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan mengambil langkah proaktif dengan mempelajari sistem pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) yang diterapkan di Provinsi Bali. Kerja sama antardaerah ini diwujudkan melalui kunjungan studi banding intensif guna mematangkan seluruh rangkaian persiapan administratif dan teknis menuju penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Sebanyak enam orang perwakilan dari PMI Kota Medan hadir langsung di Denpasar untuk menggali referensi empiris mengenai kesiapan fasilitas penunjang medis. UDD PMI Provinsi Bali dipilih sebagai lokus pembelajaran karena dinilai telah memiliki kemajuan signifikan dalam mengintegrasikan sistem pengawasan mutu darah secara konsisten, serta memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan sarana prasarana yang adaptif terhadap regulasi kesehatan terbaru.
Pertemuan strategis tersebut berpusat di ruang rapat utama UDD PMI Provinsi Bali. Rombongan dari Medan diterima secara resmi oleh jajaran pengurus struktural tingkat provinsi, Kepala Markas, Kepala UDD Bali, serta para staf teknis laboratorium. Pertemuan berjalan dinamis dengan diisi oleh sesi presentasi, bedah kasus lapangan, serta diskusi kelompok terfokus mengenai standardisasi prosedur operasional atau Standard Operating Procedure (SOP) yang wajib dipenuhi oleh sebuah unit donor darah sebelum mengajukan sertifikasi resmi.
Tim penjamin mutu UDD PMI Provinsi Bali menjabarkan secara transparan mengenai tahapan-tahapan krusial yang berkaitan erat dengan penerapan CPOB. Fokus pembahasan diarahkan pada pentingnya kualifikasi alat laboratorium secara berkala, validasi metode pengujian darah dari penyakit menular, sistem dokumentasi data pendonor yang terintegrasi, hingga manajemen risiko penanganan limbah medis. Kesiapan mental dan keahlian sumber daya manusia juga ditekankan sebagai kunci utama dalam mempertahankan konsistensi sistem mutu di tengah tingginya permintaan darah harian.
Bagi jajaran PMI Kota Medan, kunjungan ini memberikan gambaran riil dan visualisasi teknis mengenai bagaimana regulasi CPOB diterjemahkan ke dalam praktik laboratorium sehari-hari. Pengalaman berharga yang dibawa pulang dari Bali ini akan dirumuskan kembali oleh tim internal di Medan untuk menyusun rencana aksi (action plan), yang meliputi pembenahan tata letak ruang laboratorium (ruang bersih), pengadaan alat pembeku darah (ultra-low freezer), dan pelatihan kompetensi personel secara berjenjang.
Wakil Pengurus Provinsi PMI Bali, I.G.M. Arya Wisnu Mataram, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap visi yang diusung oleh PMI Kota Medan. Dalam pandangannya, sinergi dan keterbukaan antar-UDD di Indonesia merupakan modal utama dalam menaikkan standar keselamatan pasien secara nasional.
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman. Mudah-mudahan apa yang dipelajari di PMI Provimsi Bali dapat membantu PMI Kota Medan mempersiapkan CPOB dan semakin memperkuat pelayanan darah,” ungkap I.G.M. Arya Wisnu Mataram.
Kunjungan trans-pulau ini mempertegas bahwa transformasi UDD menuju pemenuhan standar CPOB merupakan kebutuhan mutlak yang tidak dapat ditawar di era modern. Penerapan CPOB bukan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban regulasi dari otoritas kesehatan, melainkan jaminan bahwa setiap tetes darah yang disalurkan ke rumah sakit memiliki tingkat keamanan tertinggi, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan secara klinis. Pada akhirnya, semua langkah pembenahan sistem mutu ini bermuara pada keselamatan jiwa para pasien yang membutuhkan pertolongan darurat.
Penulis: Pur/Riska
Editor: Redaksi
Baca Juga:


Post a Comment