Gempa Detung PMI Salurkan Bantuan Bagi Warga
Pengurus Pusat PMI, Tri Bowo melakukan diskusi bersama Pemerintah setempat dan masyarakat terdampak. Tri Bowo mengungkapkan bahwa "kehadiran PMI saat ini untuk mendengarkan dan melihat langsung kondisi masyarakat pasca gempa Flores tanggal 15 Agustus 2026 lalu. Saat ini juga, gempa belum berakhir sebab gempa susulan terus terjadi. Kita diminta untuk tetap waspada. Kami turut berdukacita atas kejadian yang menimpa bapak/ibu, tetapi kami berharap agar kita tetap sehat dan saling menguatkan dalam situasi ini. Bantuan yang kami berikan ini tidak bisa mengganti kerusakan yang dialami oleh masyarakat terdampak tetapi sekiranya bisa mengurangi beban yang sedang dialami".
Salah satu warga RT 008 dusun Kangae yang rumahnya rusak diguncang gempa, Markus Maor menyampaikan bahwa
"kejadian itu cukup cepat dan kami berusaha untuk menyelamatkan diri serta membantu anggota keluarga kami yang rentan. Kami lari keluar rumah sebab sebagian dinding rumah sudah pelan-pelan rubuh. Gempa susulan juga terus jerjadi, sehingga teras rumah miring dan bersama masyarakat kami merubuhkan agar tidak menimbulkan kecelakaan. Terima kasih kepada PMI yang sudah hadir membantu karena kami sekarang kami tidur ditenda darurat dan butuh terpal untuk buat tenda yang lebih baik", ujar Markus.
Senada dengan itu, Penjabat Kepala Desa Meken Detung mengungkapkan bahwa sebanyak 97 KK di desanya terdampak gempa dan sebagai rumah masyarakat alami kerusakan ringan, sedang hingga berat.
Antonius Moa menyampaikan
"banyak warga desa ini terdampak gempa sehingga butuh bantuan. Terima kasih kepada PMI yang sudah hadir membantu baik dukungan logistik dan juga air bersih. Kami di sini kesulitan akses air bersih dan banyak bak penampung masyarakat yang alami kerusakan akibat gempa", tanda Anton.
Hal yang sama diperjelas oleh Kepala Dusun Wololuma, ungkapan bahwa desa Meken Detung merupakan wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih.
Agustinus Fitrianus mengungkapkan
"desa ini sulit dapatkan akses air bersih. Masyarakat gunakan air tadah hujan dan membeli air tangki yang dijual dengan harga mulai dari 200 ribu rupiah per tangki. Banyak bak penampung masyarakat alami kerusakan akibat gempa sehingga kami gunakan bak penampung yang baik untuk simpan air yang didistribusikan oleh PMI, kemudian mengatur jadwal pengambilan tiap kepala keluarga agar semua bisa dapat jatah air bersih ", tegas Agustinus.
Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Ridwan S. menerangkan bahwa PMI selalu berkolaborasi dengan mitra baik Pemerintah, NGO dan komunitas masyarakat dalam penanggulangan bencana.
" Kita tidak bisa berjalan sendiri, butuh kolaborasi dengan semua stakeholder kunci. Kami turut prihatin dengan situasi saat ini, tapi kita harus waspada dan terus bersinergi untuk wujudkan ketangguhan bersama. PMI Pusat akan selalu dukung layanan PMI Provinsi dan Kabupaten sesuai prioritas tiap-tiap wilayah ", ungkap Ridwan.
Senada dengan itu, Kepala LPAS Markas Pusat PMI juga mendorong agar pemenuhan air bersih masyarakat harus didahulukan.
" NTT ini unik, kekeringan itu sudah melanda dan gempa juga merusak fasilitas dasar termasuk sumber-sumber air yang ada. Kami terus dorong agar layanan dasar seperti air bersih terus dilakukan dengan distribusi menggunakan tangki PMI", ungkap Fajar Sumirat.
Adapun kunjungan PMI ini membawa serta logistik pendukung berupa 47 pcs terpal, 47 box hygiene kit, 47 pcs kelambu, 47 dos air aqua dan mendistribusikan air bersih sebanyak 15.000 liter bagi masyarakat terdampak dengan penerima manfaat sebanyak 435 jiwa termasuk kelompok rentan.
Adapun yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Pengurus PB, Kadiv PB dan Ketua LPAS PMI Pusat, Komandan Operasi PMI NTT, Sekretaris dan Koordinator Lapangan PMI Sikka serta para relawan yang terlibat dalam giat distribusi logistik dan air bersih.
Penulis: Adrian Jr
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment