Atasi Krisis Air Pasca-Gempa Flores, PMI Pasok 7 Kabupaten Terdampak
Sebagai pusat pemenuhan kebutuhan pasokan air di kawasan utara, fasilitas Water Treatment Plant (WTP) PMI di Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, telah resmi berproduksi. WTP PMI merupakan unit mobile atau fasilitas instalasi pengolahan air bersih portabel milik PMI yang dirancang khusus untuk merespons kondisi darurat bencana dan krisis kemanusiaan. Fasilitas ini mengolah air baku—seperti air sungai, danau, atau sumur yang keruh dan tercemar akibat bencana—menjadi air bersih yang aman, higienis, dan siap pakai sesuai standar kesehatan. Pengoperasiannya didukung oleh Lembaga Pengelola Air dan Sanitasi Lingkungan (LPASL) PMI Pusat bersama relawan spesialis WASH guna mencegah timbulnya penyakit berbasis air (water-borne diseases) seperti diare dan kolera di area pengungsian.
Kehadiran WTP yang ada di Desa Bajak ini merupakan sistem pengolahan air yang didukung oleh LPASL milik PMI Pusat yang bertujuan untuk mendukung produksi air bersih untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah Utara Kabupaten Manggarai khususnya di Kecamatan Reok dan Reok Barat. Sejak tanggal 02 September 2026, Pengolahan Air PMI ini sudah berproduksi dan telah mendistribusikan air bersih menggunakan dua unit tangki PMI untuk penuhi kebutuhan masyarakat di Pos Pengungsian dan masyarakat terdampak di kecamatan Reok.
Jika sudah berjalan normal maka WTP ini akan memproduksi kurang lebih 4000 liter air bersih/jam. Maka efektivitas layanan akan bergantung pada kecepatan dan banyaknya kendaraan operasional pendukung seperti mobil tangki air ataupun pick up.
Oleh karena itu, PMI selalu membuka ruang kolaborasi dengan lembaga Mitra baik pemerintah, NGO/LSM, ataupun Komunitas yang mau mendistribusikan air kepada masyarakat terdampak di wilayah utara Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur khususnya.
Koordinator Lapangan TDB PMI Provinsi NTT, Adrian Jr., menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan bencana.
"Kita perlu kolaborasi dan membangun jejaring kemitraan agar layanan air bersih bisa menjangkau seluruh masyarakat terdampak khususnya di wilayah Utara Manggarai untuk kecamatan Reok dan Reok Barat serta Manggarai Timur untuk wilayah Dampek dan sekitarnya baik didistribusikan ke Pos pengungsian terpusat, mandiri bahkan langsung ke rumah-rumah warga dan fasilitas pendidikan, agama ataupun fasilitas umum lainnya sesuai kebutuhan ", ungkap Koordinator Lapangan TDB PMI Provinsi NTT, Adrian Jr
Dalam situasi ini, seluruh elemen harus mampu membangun kolaborasi dan sinergitas untuk mendukung penguatan layanan terpadu sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment