Bergerak Di Antara Dua Bencana: Kesiapsiagaan 24 Jam PMI Jakarta Utara Menerjang Medan Bencana Gempa NTT
ANEWS.co, JAKARTA UTARA — Tanggap darurat bencana tidak mengenal jeda birokrasi maupun batasan geografis. Komitmen inilah yang ditunjukkan oleh Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara saat memberangkatkan personel kesehatan ke lokasi terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 16 Agustus 2026, di saat sebagian armada relawan mereka masih berjuang mengawal pascabencana di Sumatera Utara.
Instruksi mendadak dari PMI Pusat yang masuk pada pukul 10.00 WIB direspons instan oleh jajaran pengurus di Plumpang Semper. Tanpa membuang waktu untuk proses administratif yang berbelit-belit, koordinasi langsung dilakukan secara verbal kepada Walikota Jakarta Utara serta pemangku kepentingan wilayah untuk memastikan tim medis dapat langsung bertolak ke bandara.
Misi kemanusiaan ini menerjunkan tim kesehatan inti yang terdiri dari seorang dokter, seorang tenaga kedokteran, dan seorang perawat. Keterlibatan tim medis ini sangat dinantikan di NTT untuk memperkuat fasilitas kesehatan lapangan, menangani pasien cedera trauma akibat reruntuhan bangunan, serta memitigasi potensi timbulnya wabah penyakit di pengungsian.
Bagi Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, S.E., wilayah Nusa Tenggara Timur bukanlah medan yang asing. Ia memiliki ikatan emosional dan pengalaman sejarah saat menerjang bencana gempa bumi di Pulau Babi, NTT, pada tahun 1992 silam sewaktu masih menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa. Pengalaman empiris tersebut dijadikan wawasan penting bagi para relawan yang akan menghadapi karakteristik geografis dan iklim NTT yang cukup ekstrem.
Dalam pengarahannya sebelum pemberangkatan, Rijal membagikan memori masa lalunya sekaligus menitipkan pesan krusial mengenai penyesuaian diri dan keselamatan para relawan di lapangan.
"Daerah sana agak panas dan alamnya pun agak berbeda. Tahun 1992 saya pernah di sana pada saat gempa. Terus jaga kesehatan dan selalu berdoa. Kita harus bersyukur Jakarta dihindari dari bencana, tapi kita harus terus waspada. Kalau kita ditugaskan sering menolong, Alhamdulillah, berarti di tempat kita tidak ada bencana," puji Rijal memberikan motivasi.
Rijal juga membeberkan bagaimana kepercayaan tinggi yang diberikan oleh organisasi tingkat pusat kepada PMI Jakarta Utara menjadi pelecut semangat utama para personel, meski organisasi saat ini tengah membagi fokus layanan di dua pulau berbeda.
"Kita lagi ada pemulihan di Sumatera Utara, sementara sebagian relawan sedang berangkat ke sana. Jakarta Utara, bisakah dibantu? Kata mereka: 'Siap, kami siap bantu segala-galanya asal PMI Jakarta Utara.' Insya Allah kalau tidak ada halangan, saya pun siap berangkat kapan pun saya ditugaskan," pungkas Rijal mengakhiri sambutannya.
Aksi tanggap cepat PMI Jakarta Utara ini mempertegas peran vital Palang Merah Indonesia sebagai garda terdepan penanggulangan bencana nasional, yang selalu siap siaga 24 jam demi menyelamatkan sesama di mana pun panggilan kemanusiaan bergema.
Post a Comment