Tanggap Darurat Gempa: SIBAT PMI Layani 439 Pengungsi di Reok Barat di Manggarai



ANEWS.co, MANGGARAI — Eskalasi dampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai terus menunjukkan angka yang memprihatinkan. Pembaruan data Laporan Situasi III Posko PMI Kabupaten Manggarai per Senin (17/8/2026) mencatat total kerusakan fasilitas fisik mencapai 1.724 unit rumah rusak berat, 306 unit rumah rusak sedang, dan 191 unit rumah rusak ringan. Tak hanya permukiman warga, gempa juga merusakkan 111 fasilitas pendidikan, 39 fasilitas kesehatan, 14 gedung pemerintah, 13 jembatan, serta 13 tempat ibadah.

Kondisi ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran dengan sebaran terbanyak berada di Kecamatan Reok sebanyak 4.321 jiwa, disusul Kecamatan Wae Ri'i dengan 3.916 jiwa, dan Kecamatan Reok Barat sebanyak 2.091 jiwa. Selain itu, sebaran pengungsi juga meluas ke Kecamatan Cibal (980 jiwa), Cibal Barat (780 jiwa), Lelak (564 jiwa), RSUD Ruteng (226 jiwa), Satar Mese (110 jiwa), hingga RSU St. Rafael Cancar (15 jiwa).

Di Kecamatan Reok Barat, tantangan penanganan bencana tergolong paling rumit akibat kendala infrastruktur. Namun, keberadaan Tim SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) PMI Desa Lemarang menjadi titik terang dalam menjaga keberlangsungan hidup para penyintas. Meskipun diputus oleh padamnya aliran listrik yang berdampak pada matinya jaringan komunikasi, para relawan SIBAT tetap bergerak mandiri berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Lemarang.

Layanan tanggap darurat difokuskan pada pengoperasian dapur umum dan pembagian bantuan logistik di dua lokasi utama, yaitu Pos Dusun Lemarang dan Pos Dusun Toda. Layanan makanan siap saji dan bantuan pangan ini berhasil menopang kebutuhan dasar 439 jiwa pengungsi. Kehadiran SIBAT di Desa Lemarang tidak hanya sebatas urusan logistik, tetapi juga mencakup seluruh rangkaian manajemen bencana lokal, mulai dari pendataan warga (assessment), evakuasi, pendirian tenda pengungsian, hingga penguatan kelembagaan posko lapangan.

Melihat tingginya tingkat kerusakan dan besarnya kebutuhan pengungsi di lapangan, Humas PMI Provinsi NTT, Adrian Jr., menekankan pentingnya percepatan pemenuhan pasokan logistik darurat ke wilayah-wilayah terdampak yang terisolasi.

"Dengan jumlah pengungsi menembus 12.549 jiwa di 12 kecamatan, tantangan terbesar kita saat ini adalah pemenuhan kebutuhan mendesak seperti beras, mie instan, air mineral, serta tenda dan selimut. Sinergi yang ditunjukkan SIBAT PMI Manggarai di Desa Lemarang, Reok Barat, menjadi contoh nyata bagaimana penguatan kapasitas masyarakat mampu menyelamatkan ratusan jiwa di tengah kendala akses jalan dan terputusnya jaringan komunikasi," ujar Adrian Jr.

Berdasarkan pemetaan kebutuhan mendesak Posko PMI Kabupaten Manggarai, pasokan yang paling dibutuhkan di lapangan saat ini meliputi 2,8 ton beras, 134 dos mie instan, 15 dos air mineral, 10 lembar terpal dan selimut, serta 12 papan telur dan susu. Selain itu, kebutuhan akan tenda, obat-obatan, family kit, serta cleaning kit juga menjadi prioritas utama yang sedang diupayakan pengirimannya ke seluruh titik pengungsian di Kabupaten Manggarai.
 
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Tanggap Darurat Gempa: SIBAT PMI Layani 439 Pengungsi di Reok Barat di Manggarai
  • Tanggap Darurat Gempa: SIBAT PMI Layani 439 Pengungsi di Reok Barat di Manggarai
  • Tanggap Darurat Gempa: SIBAT PMI Layani 439 Pengungsi di Reok Barat di Manggarai
  • Tanggap Darurat Gempa: SIBAT PMI Layani 439 Pengungsi di Reok Barat di Manggarai
  • Tanggap Darurat Gempa: SIBAT PMI Layani 439 Pengungsi di Reok Barat di Manggarai
  • Tanggap Darurat Gempa: SIBAT PMI Layani 439 Pengungsi di Reok Barat di Manggarai

Post a Comment