Pecah Telur Setelah Enam Tahun Menunggu, UDD PMI Lumajang Perdana Ekspor Puluhan Liter Plasma Darah ke Korea Selatan



ANEWS.coLUMAJANG – Suasana haru, bahagia, dan penuh kelegaan menyelimuti jajaran pengurus serta staf Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Lumajang pada Rabu malam (12/8/2026). Rasa haru yang membuncah tersebut memuncak tepat setelah enam boks berisi puluhan liter plasma darah berhasil dimasukkan ke dalam mobil pengangkut khusus di halaman markas UDD PMI Lumajang untuk selanjutnya diberangkatkan menuju Korea Selatan.

Tidak sedikit petugas medis dan staf teknis yang menetaskan air mata haru seusai proses pemuatan boks plasma selesai dilakukan. Momen bersejarah ini menjadi penanda berakhirnya proses perjuangan panjang serta penantian selama enam tahun demi memenuhi standar kualifikasi internasional dalam pengelolaan dan pengolahan darah.

Kepala UDD PMI Kabupaten Lumajang, dr. Halimi Maksum, MMRS, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah manis dari komitmen tiada henti seluruh elemen lembaga dalam menjaga mutu serta kualitas layanan darah. Keberhasilan pengiriman ini menjadi milestone penting bagi Kabupaten Lumajang dalam berkontribusi pada peta kesehatan global.

"Kami menunggu selama enam tahun untuk akhirnya bisa mengirimkan plasma darah ini dalam program fraksionasi plasma skala internasional yang digagas oleh UTD PMI Pusat bekerja sama dengan pihak Korea Selatan. Pengiriman ini baru bisa terealisasi setelah UDD PMI Lumajang berhasil mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM," ujar dr. Halimi Maksum, MMRS, saat memberikan keterangannya di halaman UDD PMI Lumajang, Rabu malam.

Proses pengiriman perdana plasma konvalesen dan kualifikasi khusus ini mendapatkan pengawalan super ketat dari personel teknis UTD PMI Pusat, baik secara prosedur teknis medis di lapangan maupun kelengkapan verifikasi administrasi dokumen ekspor. Ketatnya pengawalan dilakukan guna memastikan kualifikasi suhu dan kondisi rantai dingin (cold chain) plasma tetap terjaga sempurna sepanjang jalur perjalanan darat maupun udara.

Sementara itu, Manajer Kualitas UDD PMI Lumajang, Trio, merinci jumlah pasokan yang diberangkatkan pada batch pertama ini. Menurutnya, kesuksesan pengiriman awal ini akan menjadi pijakan untuk mendongkrak volume produksi dan pengiriman pada masa-masa mendatang secara berkelanjutan.

"Untuk pengiriman perdana ini, kami mengirimkan total 6 boks besar atau setara dengan 48 liter plasma darah terstandar. Kurang lebih dua pekan lagi, kita harapkan volume pengiriman berikutnya bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat dari jumlah saat ini," jelas Trio dengan penuh optimisme.

Di sisi lain, perwakilan dari UTD PMI Pusat yang bertugas mengawal langsung proses keberangkatan plasma dari Lumajang menjelaskan potensi serta dinamika industri fraksionasi plasma nasional. Pihaknya mencatat bahwa dari total 19 UDD PMI di seluruh Indonesia yang telah resmi mengantongi sertifikasi CPOB, secara teoritis terdapat kapasitas produksi nasional yang mampu menyuplai hingga 118 ribu liter plasma darah setiap tahunnya.

Kendati demikian, dalam realisasi di lapangan, belasan UDD berlisensi CPOB tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan serta kendala operasional teknis. Hal itu membuat target capaian nasional pada tahun ini diproyeksikan berada di angka 75 ribu liter. 

Hingga pertengahan bulan Agustus 2026, total volume yang berhasil terhimpun dan memenuhi kualifikasi baru mencapai kisaran 46 ribu liter. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ruang dan peluang bagi UDD PMI Lumajang untuk memproduksi serta menyuplai plasma darah masih terbuka sangat lebar.

Pihak UTD PMI Pusat berharap, langkah awal yang diukir oleh UDD PMI Lumajang dapat dipertahankan ritmenya secara konsisten. Konsistensi mutu dan volume pasokan menjadi kunci utama agar kerja sama strategis fraksionasi plasma dengan mitra internasional di Korea Selatan dapat berjalan dalam jangka panjang.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua PMI Kabupaten Lumajang Bidang Pelayanan Darah, Didik Supribadio, menegaskan komitmen pengurus dalam mengawal keberlanjutan program pemanfaatan plasma darah ini. Pihaknya berjanji akan terus melakukan pembenahan internal serta evaluasi berkala demi meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana penunjang donor darah di daerah.

"Kami tentu sangat berharap pengiriman perdana ini dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga sampai di tujuan. Ini adalah awal yang sangat baik bagi kita semua. Selanjutnya, seluruh proses produksi dan pendistribusian ini akan terus kita evaluasi secara rutin agar stabilitas pengiriman terjaga dan kualitas plasma yang dihasilkan UDD PMI Lumajang semakin meningkat di masa depan," pungkas Didik Supribadio.

Melalui keberhasilan ekspor perdana plasma darah ini, PMI Kabupaten Lumajang tidak hanya membuktikan kemandirian serta profesionalisme fasilitas kesehatannya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung ketahanan medis nasional serta global.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Pecah Telur Setelah Enam Tahun Menunggu, UDD PMI Lumajang Perdana Ekspor Puluhan Liter Plasma Darah ke Korea Selatan
  • Pecah Telur Setelah Enam Tahun Menunggu, UDD PMI Lumajang Perdana Ekspor Puluhan Liter Plasma Darah ke Korea Selatan
  • Pecah Telur Setelah Enam Tahun Menunggu, UDD PMI Lumajang Perdana Ekspor Puluhan Liter Plasma Darah ke Korea Selatan
  • Pecah Telur Setelah Enam Tahun Menunggu, UDD PMI Lumajang Perdana Ekspor Puluhan Liter Plasma Darah ke Korea Selatan
  • Pecah Telur Setelah Enam Tahun Menunggu, UDD PMI Lumajang Perdana Ekspor Puluhan Liter Plasma Darah ke Korea Selatan
  • Pecah Telur Setelah Enam Tahun Menunggu, UDD PMI Lumajang Perdana Ekspor Puluhan Liter Plasma Darah ke Korea Selatan

Post a Comment