PMI Dirikan Tenda Darurat di RSUD Komodo Pascagempa NTT M7,7




ANEWS.co, MANGGARAI BARAT - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Barat bergerak cepat mendirikan tenda darurat di halaman depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo pada Sabtu, 15 Agustus 2026 siang. 

Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan dan dukungan pelayanan medis darurat pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pagi hari.

Kehadiran tenda medis ini menjadi sangat krusial mengingat arus pasien pascabencana cenderung meningkat, baik karena cedera fisik maupun kepanikan massal yang melanda warga di sekitar pusat guncangan.
Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, gempa kuat tersebut berpusat di laut, sekitar 30 kilometer arah Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. 
Titik koordinat episenter berada pada 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur dengan kedalaman dangkal 15 kilometer. 
Guncangan hebat ini sempat memicu kepanikan massal di berbagai wilayah Flores, termasuk kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo yang mengalami getaran struktural cukup hebat selama beberapa detik.
Pemasangan tenda darurat di area luar RSUD Komodo berfungsi sebagai posko triase utama dan ruang perawatan sementara. Langkah ini sengaja diambil guna mengantisipasi adanya rentetan gempa susulan yang berpotensi membahayakan jika pasien tetap bertahan di dalam gedung bertingkat. 
Manajemen fasilitas kesehatan bersama relawan bermanuver cepat mensterilkan lokasi guna memastikan alur evakuasi serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak maupun pasien umum tetap berjalan tanpa hambatan teknis.
Humas PMI Provinsi NTT, Adrian Jr., dalam keterangan resminya menyatakan bahwa mobilisasi personel dan logistik telah diinstruksikan ke seluruh titik terdampak sejak menit-menit pertama pascabencana.
 "Kami bergerak cepat di lapangan untuk memastikan pelayanan kemanusiaan dan medis tidak terputus. Pemasangan tenda darurat di RSUD Komodo ini adalah langkah mitigasi krusial untuk mengantisipasi kepanikan pasien serta potensi kerusakan struktural akibat rentetan gempa susulan yang masih terus terjadi," ujar Adrian Jr. saat dikonfirmasi mengenai situasi darurat di wilayah Labuan Bajo.
Selain melakukan tindakan evakuasi fisik dan penyediaan sarana darurat, relawan PMI Manggarai Barat dan Ende juga aktif menyisir pemukiman warga setempat untuk melakukan asesmen cepat terkait dampak kerusakan rumah tinggal. 
Pihak PMI terus mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak termakan isu hoaks tsunami yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta berkomitmen menjauhi bangunan retak yang rawan roboh jika terjadi guncangan susulan.
Hingga saat ini, koordinasi intensif antara PMI, BPBD, TNI, Polri, dan instansi teknis terkait terus dilakukan di bawah komando pemerintah daerah setempat. 
Fokus utama penanganan darurat saat ini adalah pemulihan psikologis warga, pemenuhan kebutuhan dasar di posko pengungsian mandiri, dan memastikan stabilitas layanan publik serta fasilitas kesehatan tetap terjaga penuh selama masa tanggap darurat bencana ini berlangsung.
Tim medis terus disiagakan di tenda darurat untuk memberikan pertolongan pertama bagi korban yang mengalami trauma maupun luka fisik akibat runtuhan material bangunan.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • PMI Dirikan Tenda Darurat di RSUD Komodo Pascagempa NTT M7,7
  • PMI Dirikan Tenda Darurat di RSUD Komodo Pascagempa NTT M7,7
  • PMI Dirikan Tenda Darurat di RSUD Komodo Pascagempa NTT M7,7
  • PMI Dirikan Tenda Darurat di RSUD Komodo Pascagempa NTT M7,7
  • PMI Dirikan Tenda Darurat di RSUD Komodo Pascagempa NTT M7,7
  • PMI Dirikan Tenda Darurat di RSUD Komodo Pascagempa NTT M7,7

Post a Comment