Aplikasi Digital Kesiapsiagaan Bencana Hadir Di Banyuwangi
ANEWS.co, BANYUWANGI — Palang Merah Indonesia (PMI) bersama organisasi teknologi sosial Atma Connect resmi memulai implementasi program Pilot Resilient Community Coach (RCC) melalui Kick-off Meeting yang digelar pada 1–2 September 2026 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Inisiatif kolaboratif ini menggandeng PMI Kabupaten Banyuwangi sebagai mitra lokal utama untuk menguji efektivitas pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas dan kearifan lokal selama enam bulan ke depan.
Program ini terwujud atas kerja sama lintas lembaga yang melibatkan PMI, Atma Connect, American Red Cross Global Disaster Preparedness Center (GDPC), dan Australian Red Cross Humanitech. Atma Connect yang merupakan salah satu pemenang 2026 QBE AcceliCITY Humanitarian Challenge memanfaatkan momentum ini untuk menguji bagaimana teknologi digital berbasis mobile dapat mendukung relawan serta warga desa dalam meningkatkan respon kesiapsiagaan kebencanaan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Pilot RCC memadukan keunggulan teknologi AI dengan basis pengetahuan lokal, hasil Enhanced Vulnerability and Capacity Assessment (EVCA), serta prosedur operasional standar (SOP) kebencanaan milik PMI. Program ini difokuskan di empat wilayah dampingan di Banyuwangi, yaitu Kelurahan Tamanbaru, Kelurahan Mojopanggung, Desa Bakungan, dan Desa Pengatigan.
Kegiatan Kick-off Meeting tersebut sekaligus menandai pencapaian Milestone 1 dalam Project Schedule Pilot RCC, yakni pembentukan Steering Committee, Technical Committee, dan mekanisme tata kelola proyek. Kemitraan teknis di lapangan juga diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Atma Connect dan PMI Kabupaten Banyuwangi.
Wakil Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., menegaskan bahwa teknologi dihadirkan untuk memperkuat kapasitas warga yang telah ada di tingkat tapak.
“Kesiapsiagaan pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan masyarakat untuk bertindak ketika risiko muncul. Kami berharap RCC dapat memperluas akses terhadap informasi yang dibutuhkan relawan dan warga, sekaligus memperkuat kapasitas yang sudah tumbuh di tingkat desa,” kata Mujiono.
Melalui aplikasi Resilient Community Coach, para relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan warga lokal dapat mengakses informasi kesiapsiagaan desa, SOP kebencanaan, serta berkonsultasi langsung melalui fitur AI Coach. Selama enam bulan, proses ini akan dievaluasi secara berkala guna mengukur sejauh mana inovasi digital mampu mendorong perubahan nyata dalam pengambilan keputusan dan tindakan mitigasi risiko sebelum bencana terjadi.
BERITA 2
Judul:
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment