Warga Terdampak Gempa Sikka Perlu Logistik Sekolah



ANEWS.coSIKKA — Kendati masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka dan kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berjalan, mayoritas warga masih memilih untuk bertahan di tenda-tenda pengungsian Posko Gelora Samador. Kunjungan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla pada Jumat (28/8) mengungkap fakta bahwa rasa trauma akibat guncangan susulan masih menjadi penghalang utama warga untuk kembali ke rumah, sekalipun hunian mereka hanya mengalami kerusakan ringan.

Kondisi psikologis masyarakat yang rentan membuat mereka merasa jauh lebih aman berada di posko bersama pengungsi lainnya. Ketakutan akan potensi bahaya yang mengancam keselamatan keluarga—terutama anak-anak, bayi, dan lansia—membuat warga enggan mengambil risiko menetap di bangunan rumah.

“Kalau kami pulang sebentar, hati kami masih berdebar-debar. Malam terjadi apa-apa,” ujar salah seorang warga di posko pengungsian.

Rasa cemas yang konstan tersebut diperparah oleh memori trauma saat gempa pertama kali mengguncang kawasan tempat tinggal mereka. Faktor perlindungan terhadap anak dan cucu yang masih balita menjadi alasan terkuat mengapa tempat pengungsian sementara tetap menjadi pilihan utama.

“Kalau sampai di rumah kami punya hati sudah deg-deg begitu. Apalagi ada cucu, anak-anak kecil semua, bayi-bayi. Yang kami takutkan ini,” ungkap warga lainnya.

Menyikapi trauma dan ketakutan warga, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa kewaspadaan memang merupakan hal wajib di wilayah rawan bencana. Namun demikian, proses rehabilitasi kehidupan harus mulai digerakkan secara perlahan agar anak-anak dapat kembali mengakses pendidikan dan roda perekonomian keluarga tidak berhenti total.

“Yang penting untuk sekarang ini harus rehabilitasi dan juga perbaikan kehidupan, kembali pekerjaan nanti pada waktunya. Anak-anak sekolah tentu kembali ke sekolah, perbaikan-perbaikan semuanya,” kata Jusuf Kalla.

Untuk menunjang pemulihan tersebut, PMI bergerak cepat memperkuat distribusi logistik kemanusiaan ke berbagai daerah terdampak di Flores melalui jalur laut. Kapal-kapal pengangkut bantuan disiagakan untuk memastikan pasokan bahan pokok, fasilitas penunjang pengungsian, dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak mendarat tepat waktu di titik-titik yang membutuhkan.

“Hari ini ada kapal bantuan di Labuan Bajo, disebarkan ke seluruh daerah Flores,” kata Jusuf Kalla.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Warga Terdampak Gempa Sikka Perlu Logistik Sekolah
  • Warga Terdampak Gempa Sikka Perlu Logistik Sekolah
  • Warga Terdampak Gempa Sikka Perlu Logistik Sekolah
  • Warga Terdampak Gempa Sikka Perlu Logistik Sekolah
  • Warga Terdampak Gempa Sikka Perlu Logistik Sekolah
  • Warga Terdampak Gempa Sikka Perlu Logistik Sekolah

Post a Comment