Prinsip Transparansi Jadi Pilar Utama Bulan Dana PMI Jakarta
Pihak manajemen PMI menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan aset paling berharga yang harus dijaga melalui pelaporan keuangan yang terbuka, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, menyatakan bahwa pelaksanaan Bulan Dana PMI Tahun 2026 menjadi momentum untuk kembali memperkuat partisipasi seluruh jajaran PMI dan pemangku kepentingan dalam mendukung kerja-kerja kemanusiaan.
“Alhamdulillah, kembali kita bertemu dalam pelaksanaan Bulan Dana PMI Tahun 2026. Kepada seluruh jajaran PMI, teman-teman PMI Kota/Kabupaten, serta seluruh stakeholder, kami berharap dukungan, partisipasi, dan peran serta dalam menyukseskan pelaksanaan Bulan Dana PMI,” kata Beky Mardani di Balai Agung.
Menurutnya, Bulan Dana juga menjadi kesempatan emas bagi PMI untuk menunjukkan kiprah dan kontribusi nyatanya secara langsung kepada masyarakat.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran untuk memanfaatkan berbagai saluran komunikasi modern, termasuk media sosial dan situs web resmi, guna menyebarluaskan laporan berkala terkait capaian pengumpulan dana dan realisasi penggunaannya di lapangan.
Beky Mardani juga menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas agar dana yang terkumpul dari gerakan Bulan Dana ini nantinya benar-benar kembali dirasakan manfaatnya oleh warga, seperti untuk pembiayaan operasional ambulans gratis, logistik bencana, hingga pembinaan kesehatan masyarakat.
“Insyaallah, dengan niat yang baik serta dukungan dari seluruh pihak, apa yang kita ikhtiarkan bersama dalam pelaksanaan Bulan Dana PMI ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai apa yang kita harapkan,” tutupnya.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment