Bertahan di Rumah yang Rusak, Warga Golo Conggo Akhirnya Terima Bantuan Tenda Darurat
Berdasarkan pemutakhiran data di lapangan, hambatan terbesar warga untuk berpindah ke titik pengungsian adalah ketiadaan material pembuat posko hunian. Akibatnya, banyak kepala keluarga yang memilih berdiam diri di kediaman masing-masing yang rawan runtuh. Padahal, kebutuhan dasar di sektor lain juga sudah mulai mendesak, seperti pasokan susu bayi, susu khusus ibu hamil, bubur bayi, popok sekali pakai untuk balita dan lansia, obat-obatan, serta kehadiran tenaga medis di pos-pos kesehatan.
Merespons urgensi tersebut, pihak pengelola posko penanggulangan bencana mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan bantuan logistik pokok secara langsung kepada kelompok masyarakat yang paling rentan guna memastikan proses evakuasi mandiri dapat segera berjalan.
Koordinator posko lapangan, Elson Osko, menyatakan bahwa pemenuhan hak pengungsi untuk mendapatkan tempat bernaung yang layak merupakan prioritas utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum menyalurkan bantuan spesifik lainnya.
"Persediaan terpal kita memang sangat kurang dan seharusnya penggunaan hanya untuk kebutuhan posko di beberapa desa yang belum punya posko sebagai pusat data. Namun, karena masyarakat sangat butuh untuk mendirikan tenda, maka kita harus penuhi kebutuhan tersebut," ujar Elson Osko saat memberikan keterangan di posko utama, Jumat (21/8/2026).
Pemberian 60 buah terpal darurat pada tahap awal ini difokuskan kepada perwakilan warga dari wilayah pedesaan yang sama sekali belum terjangkau oleh bantuan logistik luar. Dengan adanya terpal ini, warga diharapkan dapat bergotong-royong mendirikan tenda komunal yang lebih aman dari risiko cuaca buruk. Pihak posko juga mengimbau warga untuk terus memperbarui data jumlah jiwa di setiap tenda baru agar distribusi pemenuhan gizi anak dan layanan kesehatan berkala oleh tenaga medis dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran tanpa ada yang terlewat.
Berita 2: Sudut Pandang Kebijakan Strategis dan Manajemen Krisis (415 Kata)
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment