Sinergi KKN 08 UNTAG Banyuwangi dan Pemdes Badean Gelar Aksi Bersih Lahan Guna Persiapan Lokasi Pembangunan Insinerator Sampah



ANEWS.coBANYUWANGI – Guna mematangkan kesiapan infrastruktur dan tata ruang pengelolaan limbah domestik mandiri, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 08 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Badean menggelar aksi gotong royong pembersihan sampah massal di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi pada Jumat, 24 Juli 2026. Aksi kebersihan terpusat ini dilaksanakan secara khusus untuk mensterilkan lahan yang telah diproyeksikan dan disepakati bersama sebagai lokasi tapak pembangunan fasilitas insinerator (alat pembakaran sampah sederhana) desa.
Langkah taktis ini diambil menyusul tingginya urgensi kebutuhan penanganan sampah residu di Desa Badean yang selama ini dinilai memicu polusi dan penurunan kualitas sanitasi lingkungan. Kegiatan bersih-bersih lahan tersebut melibatkan puluhan personel yang terdiri dari mahasiswa KKN, perangkat desa, kepala dusun, hingga perwakilan kelembagaan masyarakat dan warga sekitar lokasi pembangunan.

Pembersihan Lahan dan Edukasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Sejak pagi hari, tim gabungan menyisir seluruh area calon lokasi insinerator guna mengangkut berbagai jenis sampah padat dan plastik yang menumpuk serta tertimbun di kawasan tersebut. Selain melakukan pembersihan fisik lahan secara menyeluruh, para mahasiswa KKN 08 UNTAG Banyuwangi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi door-to-door kepada warga sekitar mengenai pentingnya memutus mata rantai pembuangan sampah liar dan mulai mengurangi pemakaian kantong plastik sekali pakai (single-use plastic).
Penanggung jawab Program Alat Pembakaran Sederhana KKN 08 Desa Badean, Thoriq Muhammad Zidan, menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur insinerator ini nantinya ditargetkan menjadi solusi jangka panjang dalam mereduksi volume sampah residu desa secara signifikan, aman, dan efisien.
"Insinerator bukan hanya sekadar bangunan, tetapi menjadi simbol perubahan menuju pengelolaan sampah yang lebih baik. Karena itu, kami ingin mengajak masyarakat memulai perubahan tersebut melalui aksi nyata, yaitu membersihkan lingkungan bersama," terang Thoriq Muhammad Zidan saat memberikan keterangan resmi di lokasi kegiatan.
Pihak pelaksana KKN menjabarkan bahwa dengan adanya fasilitas pemusnah sampah termal berbasis komunitas ini, sampah-sampah domestik yang tidak memiliki nilai ekonomis atau tidak dapat didaur ulang (non-recyclable waste) dapat langsung dimusnahkan di tingkat desa dengan metode yang aman, sehingga menekan potensi pencemaran tanah dan sumber air bawah tanah di wilayah Badean.

Dukungan Penuh Otoritas Desa dan Pengawasan Akademik Kampus

Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern ini mendapat dukungan penuh dan respons positif dari pemangku kebijakan desa setempat. Kepala Desa Badean, Nur Syamsi, menyampaikan bahwa kolaborasi proaktif antara kaum intelektual muda dari kampus UNTAG dengan aparatur pemerintahan desa merupakan instrumen penting untuk mempercepat penyelesaian isu-isu lingkungan di tingkat akar rumput.
"Kami mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa KKN 08 UNTAG Banyuwangi yang tidak hanya memberikan edukasi teori, tetapi juga turun langsung bergotong royong di lapangan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di Desa Badean ini," tutur Nur Syamsi.
Di sisi lain, proses perencanaan hingga implementasi fisik program kerja tepat guna ini terus mendapatkan pengawalan ketat dari pihak akademisi universitas. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 08 Desa Badean, Fathurahman, S.P., M.P., memberikan instruksi tegas kepada tim mahasiswa untuk terus mendampingi jalannya proyek hingga alat pembakaran tersebut benar-benar terwujud dan dapat dioperasikan secara mandiri oleh kader-kader desa.
"Terus lanjutkan sampai nantinya insinerator tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi titik awal terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif serta budaya masyarakat yang semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan," tegas Fathurahman memberikan arahannya.
Dengan rampungnya pembersihan lahan tapak insinerator ini, tahapan kerja KKN 08 UNTAG Banyuwangi selanjutnya akan memasuki fase konstruksi fisik alat pembakaran sederhana serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan agar fasilitas kemandirian sampah ini dapat berdaya guna secara aman, kontinu, dan teratur demi mewujudkan Desa Badean yang bersih dan sehat.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Sinergi KKN 08 UNTAG Banyuwangi dan Pemdes Badean Gelar Aksi Bersih Lahan Guna Persiapan Lokasi Pembangunan Insinerator Sampah
  • Sinergi KKN 08 UNTAG Banyuwangi dan Pemdes Badean Gelar Aksi Bersih Lahan Guna Persiapan Lokasi Pembangunan Insinerator Sampah
  • Sinergi KKN 08 UNTAG Banyuwangi dan Pemdes Badean Gelar Aksi Bersih Lahan Guna Persiapan Lokasi Pembangunan Insinerator Sampah
  • Sinergi KKN 08 UNTAG Banyuwangi dan Pemdes Badean Gelar Aksi Bersih Lahan Guna Persiapan Lokasi Pembangunan Insinerator Sampah
  • Sinergi KKN 08 UNTAG Banyuwangi dan Pemdes Badean Gelar Aksi Bersih Lahan Guna Persiapan Lokasi Pembangunan Insinerator Sampah
  • Sinergi KKN 08 UNTAG Banyuwangi dan Pemdes Badean Gelar Aksi Bersih Lahan Guna Persiapan Lokasi Pembangunan Insinerator Sampah

Post a Comment