Senyum Emak-Emak Dusun Ngesong, Lumajang Sambut Truk Air Bersih PMI di Tengah Kekeringan



ANEWS.coLUMAJANG – Deretan timba, bak air besar, jeriken plastik, hingga berbagai wadah air lainnya sudah tampak berjejer rapi, memenuhi area sekitar tandon penampungan utama di wilayah RT 36, Dusun Ngesong, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang. Pemandangan antrean wadah kosong ini menjadi pemandangan harian warga setempat pada Kamis siang, 20 Agustus 2026. Masyarakat yang didominasi oleh kaum perempuan dan emak-emak paruh baya terpantau sudah bersiap siaga menunggu kedatangan pasokan air bersih yang menjadi penyambung urat nadi kehidupan domestik mereka selama musim kemarau ekstrem ini.
Suasana senyap seketika berubah menjadi riuh penuh antusiasme begitu raungan mesin truk engkel berkelir khas Palang Merah Indonesia (PMI) Lumajang memasuki wilayah dusun. Truk tangki modifikasi yang mengangkut tandon air berkapasitas 3.500 liter tersebut langsung dikerumuni oleh warga yang telah lama menanti. Tanpa menunggu waktu lama, emak-emak Dusun Ngesong langsung bergegas mendekati tandon darurat berbahan terpal tempat personel relawan PMI Lumajang mulai mengalirkan air bersih. Dengan gerakan cekatan dan penuh semangat, para perempuan dusun tersebut bahu-membahu menyendok air menggunakan timba kayu maupun plastik, lalu mengumpulkannya ke dalam bak dan wadah penampungan masing-masing untuk segera digotong menuju rumah mereka.
"Kami sangat senang dan bersyukur sekali ada bantuan pasokan air bersih dari pihak PMI yang masuk ke dusun kami ini. Semenjak musim kering melanda wilayah desa ini, kami harus bersusah payah naik sepeda motor menuju ke curah (sumber air) yang jaraknya lumayan jauh, sekitar satu kilometer lebih dari rumah," ujar Joko, salah seorang warga Dusun Ngesong yang turut mengantre air bersama warga lainnya.
Menurut pengakuan Joko dan penuturan jujur dari emak-emak di lokasi pengisian, kehadiran armada air bersih ini memangkas waktu dan tenaga mereka yang biasanya terkuras habis hanya untuk mencari beberapa liter air. Setidaknya, kebutuhan dasar yang sangat krusial seperti air untuk memasak di dapur, minum, serta sanitasi mendasar sehari-hari kini sudah dapat terpenuhi dengan baik melalui pasokan rutin yang digelontorkan oleh PMI Lumajang tersebut. Mereka tidak perlu lagi mencemaskan urusan dapur yang sempat terbengkalai akibat krisis air yang mencekik wilayah perkampungan mereka.
Aksi tanggap darurat yang menyentuh langsung hajat hidup publik ini mendapatkan apresiasi tinggi dari struktur pimpinan organisasi kemanusiaan tersebut. Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Bidang Penanggulangan Bencana, Edi Pur, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kinerja pelayanan di unit PMI Kabupaten Lumajang.
"Terima kasih banyak kami ucapkan kepada jajaran pengurus dan relawan PMI Lumajang yang sudah bergerak cepat hadir nyata di tengah-tengah masyarakat yang sedang terdampak badai El Nino atau kekeringan ekstrem ini. Walaupun hanya mengandalkan armada truk engkel sederhana yang dilengkapi tandon air portable, PMI terbukti sudah bisa membantu meringankan beban masyarakat secara instan tanpa harus pasif menunggu bantuan mobil tangki besar dari tingkat PMI Provinsi Jawa Timur," kata Edi Pur saat meninjau lokasi penampungan didampingi oleh Ketua PMI Lumajang, Budi Santoso, beserta jajaran pengurus teras lainnya.
Dalam kesempatan peninjauan tersebut, Edi Pur secara simbolis juga menyerahkan bantuan dana taktis dari anggaran PMI Provinsi Jawa Timur kepada pengurus PMI Lumajang yang ditujukan khusus untuk memperlancar biaya operasional logistik distribusi air bersih ke desa-desa yang masuk dalam peta terdampak kekeringan parah.
Sekretaris PMI Lumajang yang juga menjabat sebagai Kepala Markas, Nurhadi Santoso, SP, menjelaskan secara terperinci bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut dari regulasi daerah. Sejak Bupati Lumajang secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai status Tanggap Darurat Bencana (TDB) kekeringan di 19 desa yang tersebar di 6 wilayah kecamatan, PMI Lumajang langsung bergerak cepat melakukan koordinasi taktis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.
Dari hasil pembagian tugas tersebut, PMI Lumajang mengambil peran krusial membantu pemerintah daerah dalam mengatasi dampak kekeringan melalui skema distribusi air bersih berkala di kawasan Desa Barat, Kecamatan Padang. Berdasarkan rekapitulasi data lapangan hingga hari ini, sebanyak 84 ribu liter air bersih telah berhasil didistribusikan dan dinikmati oleh sedikitnya 162 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 560 jiwa warga yang mendiami wilayah Dusun Ngesong dan Dusun Sumberpakel, Desa Barat, Kecamatan Padang.
Operasi kemanusiaan ini sendiri tercatat telah berjalan konsisten sejak tanggal 11 Agustus hingga 20 Agustus 2026, dan dijadwalkan akan terus berlanjut ke depan dengan target pemenuhan kapasitas mencapai 17.500 liter per hari menggunakan metode truk engkel tandon air. Merespons hal tersebut, Kepala Desa Barat, Eko Yulianto, menyatakan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran PMI Lumajang atas konsistensi bantuan pasokan air bersih kepada warganya. Eko mengakui bahwa letak geografis kedua dusun tersebut memang terisolasi dan jaraknya cukup jauh untuk mengakses sumber air bersih yang layak, sehingga pihak pemdes pun kini tengah berupaya keras mengupayakan perluasan distribusi serupa untuk warga di dusun-dusun lainnya.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Senyum Emak-Emak Dusun Ngesong, Lumajang Sambut Truk Air Bersih PMI di Tengah Kekeringan
  • Senyum Emak-Emak Dusun Ngesong, Lumajang Sambut Truk Air Bersih PMI di Tengah Kekeringan
  • Senyum Emak-Emak Dusun Ngesong, Lumajang Sambut Truk Air Bersih PMI di Tengah Kekeringan
  • Senyum Emak-Emak Dusun Ngesong, Lumajang Sambut Truk Air Bersih PMI di Tengah Kekeringan
  • Senyum Emak-Emak Dusun Ngesong, Lumajang Sambut Truk Air Bersih PMI di Tengah Kekeringan
  • Senyum Emak-Emak Dusun Ngesong, Lumajang Sambut Truk Air Bersih PMI di Tengah Kekeringan

Post a Comment