PMI Beri Layanan Psikososial di Wilayah Cibal
Kegiatan pemulihan ini difokuskan untuk mendampingi kelompok rentan, terutama anak-anak, agar dapat pulih dari trauma serta mendapatkan hak belajar dan bermain meski di tengah ancaman gempa susulan di lokasi pengungsian.
Dalam penanganan darurat ini, PMI menurunkan tim PSP beranggotakan empat personel yang merupakan gabungan dari dua relawan PMI Pusat dan dua anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Manggarai. Sebanyak 112 warga menjadi penerima manfaat dalam kegiatan ini, yang terdiri atas 65 laki-laki dan 47 perempuan.
Melalui pendekatan terapi pemulihan (healing therapy), anak-anak diajak melakukan kegiatan edukatif dan interaktif seperti menggambar, mewarnai, serta permainan kelompok untuk mengembalikan rasa aman dan keceriaan mereka.
Pendamping KSR PMI Kabupaten Manggarai, Lediana Jelihat, menjelaskan bahwa metode healing therapy ini diterapkan secara terstruktur berdasarkan tingkatan usia anak.
"Layanan healing therapy ini terbagi menjadi 2 kelas dengan kategori kelas, yaitu kelas 4, 5, 6 dan SMP melakukan aktivitas menggambar, sedangkan anak-anak TKK/PAUD hingga kelas 1, 2, dan 3 mewarnai," jelas Lediana.
Kehadiran tim relawan PMI disambut hangat oleh warga setempat. Di sela-sela aktivitas anak-anak, para ibu di pengungsian turut berpartisipasi menyokong kegiatan dengan menyajikan es buah untuk tim pendamping PMI dan anak-anak peserta healing therapy.
PMI Kabupaten Manggarai terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat agar pendampingan psikososial ini tepat sasaran. Komitmen ini menegaskan peran PMI untuk tidak hanya menyalurkan bantuan logistik dasar, tetapi juga memulihkan kondisi mental masyarakat agar mampu bangkit bersama pascabencana.
BERITA 2
Judul: Anak Pengungsi Cibal Dampingi Terapi Psikososial
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment