PMI Aceh Salurkan 90 Ton Tawas dan Belasan Tanki Air Bersih demi Pulihkan Krisis Air Pasca-Banjir di Aceh Tamiang
PMI Aceh beri bantuan 90 ton tawas dan 15 tangki air bersih untuk PDAM Aceh Tamiang
Prosesi serah terima bantuan skala besar ini berlangsung secara khidmat di Kompleks Operasional PDAM Tirta Tamiang yang berlokasi di Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Pertemuan vital ini dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, jajaran pengurus PMI Provinsi Aceh, serta jajaran kepengurusan PMI tingkat kabupaten dan manajemen PDAM.
Penyerahan bantuan ini menjadi angin segar bagi upaya pemulihan infrastruktur dasar publik di Aceh Tamiang. Pasca-terjadinya musibah banjir bandang dan genangan luapan air yang merusak berbagai instalasi vital, kualitas air baku di wilayah tersebut meluncur drastis. Tingginya tingkat kekeruhan air membutuhkan intervensi bahan kimia pengolah air dalam volume masif agar pasokan air layak konsumsi dapat kembali dialirkan secara aman ke rumah-rumah warga.
Komitmen PMI: Bergerak Cepat, Responsif, dan Pulang Paling Akhir
Dalam sambutannya di hadapan jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat, Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, menegaskan komitmen institusional Palang Merah Indonesia dalam mendampingi warga yang tertimpa musibah. Ia memperjelas mandat dan jati diri PMI sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan yang berorientasi penuh pada netralitas serta kecepatan respons di lapangan.
"PMI bukan ormas. PMI adalah organisasi kemanusiaan. Prinsip mendasar kami adalah masuk secepatnya ke lokasi bencana dan keluar paling akhir setelah proses pemulihan benar-benar membaik. Bantuan tawas ini merupakan bentuk kepedulian nyata PMI terhadap penderitaan dan kebutuhan dasar masyarakat pasca-banjir di Aceh Tamiang," tegas Murdani Yusuf.
Murdani mengungkapkan, pengiriman 90 ton tawas ini merupakan bentuk eksekusi cepat atas arahan langsung Ketua Umum PMI Pusat, Drs. H. M. Jusuf Kalla, yang merespons permohonan dari Wakil Bupati Aceh Tamiang. Menyadari bahwa krisis air bersih tidak bisa diselesaikan hanya dengan pembersihan instalasi, PMI Pusat langsung menginstruksikan pengerahan pasokan logistik kimia pengolah air dalam kapasitas besar.
Tidak hanya bantuan bahan baku pengolah air untuk PDAM, kepedulian PMI juga diwujudkan secara simultan di lini penanganan darurat pemukiman. PMI mengoperasikan sebanyak 15 unit armada mobil tangki air bersih. Belasan truk tangki tersebut dimobilisasi secara terintegrasi setiap hari untuk mendistribusikan air bersih secara gratis (door-to-door) ke titik-titik permukiman warga yang belum terjangkau jaringan pipa air PDAM akibat kerusakan infrastruktur.
Dalam kesempatan yang sama, Murdani Yusuf juga menyampaikan aspirasinya terkait keberlanjutan dukungan operasional kemanusiaan di tingkat lokal. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat mengalokasikan dukungan anggaran operasional bagi PMI Kabupaten Aceh Tamiang melalui mekanisme dana hibah daerah pada tahun-tahun mendatang. Langkah ini penting guna menjaga kesiapsiagaan relawan serta kelengkapan armada bencana di daerah.
"Kami juga secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemuda di Aceh Tamiang, untuk bergabung menjadi relawan PMI Aceh Tamiang. Gotong royong dan kesukarelaan adalah kunci kekuatan kita dalam menghadapi musibah," tambah Murdani.
Pemerintah Kabupaten Apresiasi Dukungan Berkelanjutan
Aksi nyata yang ditunjukkan jajaran PMI Aceh dan PMI Pusat mendapatkan apresiasi mendalam dari Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Fahmi, MH. Mewakili seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat terdampak, Bupati Armia menyatakan rasa haru dan terima kasih atas perhatian berkelanjutan yang terus dialirkan oleh Palang Merah Indonesia.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua PMI Aceh dan jajaran yang telah memberikan bantuan 90 ton tawas untuk operasional PDAM Tirta Tamiang. Bantuan dalam bentuk apa pun kami terima dengan rasa syukur yang mendalam karena sangat meringankan beban daerah," ungkap Bupati Armia Fahmi.
Bupati Armia memaparkan gambaran umum mengenai perkembangan pemulihan pascabencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2025 lalu. Momen percepatan rekonstruksi kini tengah dipacu secara intensif oleh Pemkab bekerja sama dengan Pemerintah Pusat. Data verifikasi mencatat terdapat setidaknya 4.000 unit rumah warga yang mengalami kerusakan berat hingga ringan, dan pemerintah merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) secara menyeluruh hingga mencapai 10.040 unit pemukiman kembali di Kabupaten Aceh Tamiang.
Meski demikian, pemulihan di sektor pemukiman harus dibersamai dengan penataan sarana umum. Pemkab mengakui bahwa operasional PDAM Tirta Tamiang sempat goyah dan menghadapi hambatan berat, baik dari segi teknis kerusakan pipa maupun beban finansial pascabencana.
"PDAM kita memang mengalami kesulitan yang cukup berat dari sisi infrastruktur maupun kondisi ekonomi pascabencana. Bantuan bahan pengolah air ini sangat menolong kontinuitas produksi air minum kita. Untuk itu, kami menitipkan salam hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Ketua Umum PMI, Bapak Drs. H. M. Jusuf Kalla, atas kepedulian beliau yang tiada hentinya untuk Aceh Tamiang," tutur Armia.
Sinergi Lintas Sektor demi Keberlanjutan Layanan Publik
Penyerahan bantuan bahan kimia pengolahan air bersih ini menjadi contoh konkret kolaborasi strategis antara organisasi kemanusiaan dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pascabencana secara efektif. Penanganan krisis air tidak sekadar memberikan bantuan darurat yang habis dalam sehari, tetapi memberikan stimulasi agar fasilitas penyedia air minum milik daerah dapat kembali berproduksi secara mandiri dan mengalirkan kemanfaatan bagi puluhan ribu kepala keluarga.
Hadir mendampingi kegiatan serah terima tersebut sejumlah pejabat penting dan pengurus organisasi, di antaranya:
- Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Fahmi, MH — Bupati Aceh Tamiang
- Murdani Yusuf — Ketua PMI Provinsi Aceh
- Irwan Pane, S.Sos — Ketua PMI Kabupaten Aceh Tamiang
- Marsyal — Pengurus PMI Kabupaten Aceh Tamiang
- Juanda — Kepala PDAM Tirta Tamiang
Sinergi antara PMI dan PDAM Tirta Tamiang dipastikan terus berlanjut hingga seluruh proses pemurnian air baku mencapai standar normal dan jaringan distribusi pipa ke pelanggan beroperasi secara optimal. Lewat ketersediaan 90 ton tawas dan pengerahan 15 unit armada tangki air ini, masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang kini dapat melangkah lebih pasti dalam menjalani fase pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih sehat dan bermartabat.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment