Perkuat Informasi Kemanusiaan, PMI Jatim Latih Puluhan Humas Kabupaten/Kota


ANEWS.coGRESIK — Mengingat pentingnya peran komunikasi publik dalam mendukung misi kemanusiaan, PMI Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan kehumasan terpadu bagi jajaran pengurus dan staf Humas daerah di Pusdiklat PMI Jatim, Gresik. Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung pada 24–30 Agustus 2026 ini menjadi langkah nyata organisasi dalam menjawab tantangan pengelolaan informasi di era digital serta situasi darurat.

Bidang kehumasan di lingkungan PMI Jawa Timur memiliki posisi krusial sebagai garda terdepan dalam menyebarkan informasi tanggap darurat bencana, mempublikasikan kegiatan pelayanan sosial, serta mengampanyekan gerakan donor darah dan layanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas personel kehumasan diakomodasi sebagai program prioritas untuk memastikan standar publikasi berjalan seragam di seluruh wilayah Jawa Timur.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, Drs. Budy Supriyanto, M.Si., menggarisbawahi bahwa ketiadaan pelatihan kehumasan selama beberapa tahun terakhir membuat sinkronisasi informasi antara tingkat provinsi dan daerah perlu disegarkan kembali. Dari total 38 kabupaten/kota yang diundang, sebanyak 31 daerah mengirimkan utusannya untuk mengikuti pelatihan intensif ini.

"Tujuan utama kita mengadakan kegiatan ini adalah untuk membentuk keseragaman pola kerja kehumasan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Kita ingin memastikan bahwa seluruh informasi kemanusiaan yang keluar dari PMI disampaikan secara akurat, cepat, dan transparan," ungkap Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, Drs. Budy Supriyanto, M.Si.

Lebih lanjut, Budy Supriyanto menjelaskan bahwa para peserta pelatihan disiapkan untuk menjadi tenaga kontributor dan penulis berita yang siap siaga, khususnya ketika terjadi krisis atau bencana alam di daerah masing-masing.

"Harapan kita ke depan adalah terbentuknya jejaring kehumasan yang kuat. Para peserta ini nantinya bertindak sebagai jurnalis kemanusiaan atau kontributor yang siap berkomunikasi secara efektif di saat krisis. Informasi yang disampaikan harus apa adanya, faktual, dan bisa dipertanggungjawabkan, baik melalui saluran media massa maupun media sosial resmi," tambahnya.


Materi pelatihan difokuskan pada empat pilar utama, yakni Jurnalisme Kemanusiaan untuk menyusun rilis berita yang objektif, Manajemen Media Sosial guna meningkatkan kepercayaan publik, Fasilitator Komunikasi sebagai penasihat ahli dalam situasi darurat, serta Kemitraan Jurnalistik bersama pers nasional.

Melalui pendampingan langsung dari fasilitator Humas PMI Pusat dan PMI Jatim, pelatihan ini diharapkan mampu mencetak praktisi humas yang adaptif, kredibel, dan humanis. Kesiapan SDM ini menjadi pilar penting agar PMI Jawa Timur senantiasa hadir memberi kejelasan informasi di tengah masyarakat saat situasi normal maupun di masa darurat.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Perkuat Informasi Kemanusiaan, PMI Jatim Latih Puluhan Humas Kabupaten/Kota
  • Perkuat Informasi Kemanusiaan, PMI Jatim Latih Puluhan Humas Kabupaten/Kota
  • Perkuat Informasi Kemanusiaan, PMI Jatim Latih Puluhan Humas Kabupaten/Kota
  • Perkuat Informasi Kemanusiaan, PMI Jatim Latih Puluhan Humas Kabupaten/Kota
  • Perkuat Informasi Kemanusiaan, PMI Jatim Latih Puluhan Humas Kabupaten/Kota
  • Perkuat Informasi Kemanusiaan, PMI Jatim Latih Puluhan Humas Kabupaten/Kota

Post a Comment