Pererat Silaturahmi, Ratusan Anggota dan Instruktur Ling Tien Kung Bumi Reog Ponorogo Gelar Latihan Bersama di Embung Pakel
Ling Tien Kung Bumi Reog Ponorogo gelar latihan bersama di Embung Pakel untuk pererat silaturahmi
Agenda rutin ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai wadah olah fisik dan terapi kesehatan, melainkan juga menjadi momentum krusial untuk mempererat tali silaturahmi, menyelaraskan teknik gerakan, serta menegakkan kedisiplinan organisasi sesuai standar pusat.
Kehadiran rombongan peserta Latber Ling Tien Kung disambut hangat oleh Pemerintah Desa Patik. Kepala Desa Patik, Nurkholis Ifani, S.Kom., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya kawasan Embung Pakel sebagai lokasi kegiatan skala kabupaten tersebut.
Menurutnya, keberadaan Embung Pakel sebagai destinasi wisata desa yang terus dikembangkan sangat membutuhkan dukungan dari berbagai aktivitas kemasyarakatan seperti latihan bersama ini.
"Selamat datang, sugeng rawuh di Desa Patik, khususnya di kawasan Embung Pakel. Mungkin bagi sebagian bapak dan ibu yang hadir, ini adalah kali pertama Anda berkunjung ke sini. Tempat ini merupakan sebuah inovasi wisata desa yang Alhamdulillah telah beberapa kali dipercaya menjadi lokasi berkumpulnya berbagai agenda besar. Kehadiran keluarga besar Ling Tien Kung pada kesempatan hari ini tentu menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan yang telah kami tunggu-tunggu," ujar Nurkholis Ifani di hadapan para peserta latihan.
Lebih lanjut, Nurkholis menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
Ia menilai bahwa konsistensi anggota Ling Tien Kung dalam berlatih merupakan investasi berharga yang tidak dapat dinilai dengan materi.
"Apa yang menjadi tujuan utama kita berkumpul di sini salah satunya adalah mencari sehat dan mencari bahagia. Sehat itu sangat mahal harganya. Mungkin secara finansial kita bisa berada di tingkat tertentu, namun kesehatan adalah nikmat tertinggi dari Allah SWT. Semoga melalui kegiatan ini, harapan kita semua untuk tetap sehat, kompak, dan terjalin silaturahmi yang erat dapat senantiasa terkabul," tambah Kades Patik tersebut.
Sementara itu, Wakil Pembina Koortonom Ling Tien Kung Bumi Reog Ponorogo, Sugeng Prianto, menegaskan bahwa latihan bersama ini merupakan agenda berkala yang dicanangkan setiap bulan.
Selain bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani seluruh anggota, Latber memiliki misi strategis untuk memperdekat ikatan emosional antara jajaran pengurus, instruktur, dan para anggota di tingkat tapak.
"Tujuan utama kegiatan rutin setiap bulan ini adalah mendatangkan dan mendekatkan ikatan emosional antar-instruktur, antara pengurus dan instruktur, serta dengan seluruh anggota. Di samping itu, ini adalah momen penting untuk melakukan penyamaan gerak terapi yang dipandu langsung oleh instruktur senior angkatan pertama. Kita harus terus meneruskan peninggalan dan ajaran murni dari almarhum Pak Suhadi yang membidani perkembangan Ling Tien Kung ini," tegas Sugeng Prianto saat memberikan arahan operasional.
Sugeng sempat mengenang masa-masa awal pembentukan Ling Tien Kung yang penuh dengan kedisiplinan tinggi. Mengingat pendirinya memiliki latar belakang purnawirawan tentara, disiplin dan ketepatan gerakan menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditawar. Pembentukan karakter dan teknik dasar dilakukan secara ketat demi memastikan manfaat terapi kesehatan didapatkan secara maksimal oleh setiap praktisi.
Tak hanya berfokus pada penyamaan gerakan terapi, dalam kesempatan tersebut Sugeng Prianto juga menyampaikan imbauan tegas terkait komitmen menjaga keaslian ajaran serta aturan hukum organisasi. Ia mengingatkan seluruh pengurus dan anggota mengenai keberadaan regulasi baku serta Hak Cipta (HAKI) yang telah dipatenkan oleh pengurus pusat Ling Tien Kung di Surabaya dan dilindungi oleh undang-undang.
"Ada aturan dan batasan yang sudah tidak dapat dibantah maupun dilanggar oleh kita semua karena ini menyangkut hak cipta yang dilindungi undang-undang. Dari pusat di Surabaya, ada tiga hal utama yang dilarang keras untuk diubah: pertama, gerak terapi dasar tidak boleh ditambah, dikurangi, dirubah, atau direkayasa. Gerakan ini diciptakan melalui penelitian selama 20 tahun untuk memulihkan dan meremajakan sel tubuh. Kedua, syair, nada, dan lagu pengiring tidak boleh diubah. Ketiga, mengenai seragam resmi," jelas Sugeng dengan nada tegas.
Guna menegakkan penataan atribut, Sugeng mengingatkan agar seluruh anggota di Kabupaten Ponorogo mematuhi atribut resmi yang telah ditetapkan oleh organisasi pusat.
Penegakan aturan ini dilakukan semata-mata untuk menjaga marwah, keseragaman, dan kepatuhan hukum organisasi di semua tingkatan.
"Saya tegaskan, jangan bermain-main dengan tiga hal tadi, khususnya masalah seragam. Jika ada seragam di luar ketentuan resmi, seperti seragam biru putih yang sempat beredar, tolong segera dihentikan dan disisihkan. Kita harus menjaga tertib organisasi dan menaati hak paten yang ada," pungkas Sugeng Prianto menutup arahannya.
Kegiatan Latihan Bersama ini diakhiri dengan peragaan gerakan terapi secara kolosal yang dipimpin oleh para instruktur senior.
Suasana kebersamaan yang terjalin hangat hingga akhir acara membuktikan bahwa olahraga Ling Tien Kung tak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga perekat tali persaudaraan masyarakat di Kabupaten Ponorogo.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment