Pasca-Banjir Bandang, Ratusan Kit Shelter DFAT-PMI Disalurkan di Solok



ANEWS.co, SOLOK — Senyum sumringah dan rasa haru terpancar dari wajah para korban bencana di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di tengah perjuangan panjang menata kembali kehidupan yang sempat luluh lantak akibat terjangkit banjir bandang tahun lalu, kepedulian dan ulur tangan kemanusiaan kembali hadir secara nyata. 


Melalui program Transisi Pemulihan Bencana di Sumatera Barat, Palang Merah Indonesia (PMI) berkolaborasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menyalurkan bantuan berupa 480 Voucher Shelter Tools KIT bagi masyarakat terdampak.


Bantuan Bantuan Non-Tunai (BNT) berupa voucher tersebut bernilai Rp1.100.000,- (satu juta seratus ribu rupiah) untuk setiap Kepala Keluarga (KK). Total 480 keluarga penerima manfaat yang tersebar di empat nagari di Kabupaten Solok kini dapat memanfaatkannya secara mandiri untuk membeli peralatan pertukangan, pertanian, hingga perlengkapan rumah tangga sesuai kebutuhan mendesak masing-masing.


Adapun rincian sebaran penerima manfaat program pemulihan ini meliputi Nagari Selayo, Kecamatan Kubung sebanyak 238 KK; Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak sebanyak 23 KK; Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih sebanyak 144 KK; serta Nagari Paninggahan sebanyak 76 KK.


Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Pusat, Sasangko Tedjo, bersama Perwakilan DFAT Australia, Nadhia Dewi, serta Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar pada Selasa di Masjid Al-Kautsar, Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih.


Mendorong Kemandirian dan Menjawab Kebutuhan Riil Warga


Sistem Bantuan Non-Tunai dalam bentuk voucher ini dinilai sangat strategis dan memerdekakan warga dalam proses pemulihan. Berbeda dengan bantuan barang jadi yang kerap tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, Voucher Shelter Tools KIT memberi keleluasaan penuh kepada penerima manfaat untuk memilih sendiri peralatan yang paling dibutuhkan saat ini.


Salah satu penerima manfaat asal Nagari Muaro Pingai, Darani (56), tidak sanggup menyembunyikan rasa syukurnya saat menggenggam voucher tersebut. Bagi pria paruh baya yang mata pencahariannya sempat terputus akibat bencana ini, bantuan senilai Rp1.100.000,- tersebut adalah angin segar untuk membangkitkan kembali perekonomian keluarganya.

 

“Alhamdulillah, masih ada bantuan yang sangat berarti untuk kami. Sesuai arahan dari tim PMI, voucher ini nantinya akan kami tukarkan dengan alat-alat pertukangan, alat pertanian, dan perlengkapan rumah tangga atau pecah belah,” ujar Darani dengan nada penuh rasa syukur.


Darani menjelaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memperbaiki bangunan rumah yang sempat rusak serta kembali menggarap lahan pertanian yang sempat terendam lumpur banjir. Tanpa peralatan kerja yang memadai, niat untuk bangkit kerap terbentur modal harian.


“Mungkin nanti bantuan ini akan lebih banyak saya gunakan untuk membeli alat pertukangan dan pertanian. Karena fokus kami sekarang adalah memperbaiki rumah yang rusak dan menggarap lagi sawah serta ladang kami yang sempat mati. Kehadiran peralatan baru ini sangat menunjang kami untuk bisa bekerja kembali,” tambah Darani optimis.


Manfaat dari pola bantuan berbasis voucher ini tidak hanya dirasakan langsung oleh fisik bangunan atau sawah warga, tetapi juga memberikan efek multiplier terhadap perekonomian lokal. 


Toko-toko bahan bangunan dan peralatan lokal yang ditunjuk sebagai mitra penukaran voucher turut berdaya dan tergerak roda bisnisnya, menciptakan mata rantai pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Solok.


Apresiasi Pemerintah Daerah atas Pendampingan Berkelanjutan


Dampak positif dan kebermanfaatan bantuan yang menyasar langsung pada akar masalah warga ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari pemerintah daerah setempat. 


Camat Junjung Sirih, Roni Rindang Nahar, yang hadir dalam prosesi penyerahan bantuan mengungkapkan betapa berartinya konsistensi pendampingan dari PMI dan donor internasional seperti DFAT Australia.


Menurut Roni, PMI tidak hanya datang saat masa tanggap darurat awal ketika situasi masih kacau, melainkan tetap setia mendampingi masyarakat hingga memasuki fase transisi dan pemulihan jangka panjang.

 

“Dari awal bencana terjadi sampai detik ini, kami di Muaro Pingai dan seluruh masyarakat di Kecamatan Junjung Sirih terus mendapatkan bantuan secara berkelanjutan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar seperti penyaluran air bersih, pembangunan sarana sanitasi dan air bersih, hingga sekarang menyasar Bantuan Non-Tunai ini,” terang Roni.


Roni menilai, skema bantuan yang disalurkan PMI sangat menyentuh kebutuhan paling mendasar dari warga terdampak. Pada masa tanggap darurat warga membutuhkan air bersih untuk bertahan hidup, dan pada masa pemulihan warga membutuhkan alat kerja untuk kembali mandiri secara finansial.


“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Junjung Sirih, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada DFAT Australia yang telah bersedia berdonasi dan PMI yang memfasilitasi penyalurannya secara transparan dan tepat sasaran. Semoga kolaborasi kemanusiaan ini terus berlanjut untuk menopang warga kami sampai benar-benar pulih total,” tuturnya.

Komitmen Pelayanan Kemanusiaan: Datang Paling Awal, Pulang Paling Akhir


Kehadiran program pemulihan pascabencana ini menegaskan komitmen PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang berpegang teguh pada prinsip kesiapsiagaan dan keberlanjutan. 


Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar, menegaskan bahwa seluruh jajaran PMI dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Sumatera Barat berikrar untuk senantiasa hadir mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah.


Aristo menekankan bahwa prinsip dasar kerja PMI adalah memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa mereka tidak berjuang sendirian di tengah musibah.


“Kami di PMI menerapkan konsep kerja kemanusiaan yang jelas: datang paling awal saat bencana terjadi dan pulang paling akhir sampai pemulihan masyarakat benar-benar tuntas. PMI Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota akan selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan,” tegas Aristo.


Ia juga mengajak seluruh warga Kabupaten Solok untuk memelihara semangat kebangkitan dan tidak larut dalam kesedihan pascabencana.

 

“Kami meminta agar masyarakat selalu optimis dalam melanjutkan kehidupan. Pemerintah pastinya akan terus hadir, dan kami di PMI akan selalu berada di barisan terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan untuk menyokong masyarakat,” ucapnya memberi motivasi.


Senada dengan Aristo, Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Pusat, Sasongko Tedjo, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Solok hingga tingkat pemerintahan Nagari atas sinergi yang sangat kuat selama pelaksanaan program.

 

“Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya turut kita berikan kepada seluruh stakeholder di Pemerintahan Kabupaten Solok. Terutama kepada pihak kecamatan dan pemerintah Nagari yang dengan penuh semangat mendukung penuh kelancaran program PMI di lapangan. Tanpa validasi data dan dukungan dari nagari, bantuan ini tidak akan bisa terdistribusi secara tepat dan cepat,” sebut Sasongko.


Sasongko berharap, peralatan kerja yang didapatkan dari penukaran voucher ini dapat segera difungsikan untuk membangun kembali rumah-rumah yang terpuruk dan memulihkan produktivitas lahan pertanian warga, sehingga roda kehidupan sosial dan ekonomi di Solok kembali pulih seperti sediakala.


“Semoga upaya bersama ini menjadi ladang amal bagi kita semua dan memberikan manfaat yang nyata serta berkepanjangan bagi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari musibah,” pungkas Sasongko.


Melalui program transisi pemulihan bencana yang terencana dan berbasis kebutuhan warga ini, kolaborasi antara PMI, DFAT Australia, dan Pemerintah Kabupaten Solok telah membuktikan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar memberikan bantuan barang semata, melainkan mengembalikan martabat, kemandirian, dan harapan masa depan bagi masyarakat terdampak.


Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Pasca-Banjir Bandang, Ratusan Kit Shelter DFAT-PMI Disalurkan di Solok
  • Pasca-Banjir Bandang, Ratusan Kit Shelter DFAT-PMI Disalurkan di Solok
  • Pasca-Banjir Bandang, Ratusan Kit Shelter DFAT-PMI Disalurkan di Solok
  • Pasca-Banjir Bandang, Ratusan Kit Shelter DFAT-PMI Disalurkan di Solok
  • Pasca-Banjir Bandang, Ratusan Kit Shelter DFAT-PMI Disalurkan di Solok
  • Pasca-Banjir Bandang, Ratusan Kit Shelter DFAT-PMI Disalurkan di Solok

Post a Comment