Kisah Belajar Pertolongan Hingga Meraih Prestasi, Kisah Nurin di PMR Mula
Anggota PMR Mula Unit MINU Lumpur Gresik itu
mengaku tetap aktif mengikuti kegiatan PMR karena banyak pengetahuan baru yang
menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah materi kesiapsiagaan bencana dan
penanganan kondisi darurat sederhana.
“Aku ikut PMR dari kelas 4 sampai kelas 6. Aku masih tetap ikut karena ada materi kesiapsiagaan bencana dan penanganan seperti orang jatuh atau kecelakaan,” cerita Nurin.
Menurut Nurin, materi yang diberikan dalam
kegiatan PMR tidak hanya bermanfaat saat latihan, tetapi juga dapat menjadi
bekal untuk menghadapi situasi sehari-hari. Ia pun merasa senang setiap kali
mengikuti kegiatan bersama teman-temannya.
“Aku suka ikut kegiatan PMR karena banyak dapat ilmu, teman, dan pokoknya menyenangkan,” ujarnya.
Kegembiraan Nurin mengikuti PMR juga semakin
lengkap ketika ia dan tim berhasil menorehkan prestasi. Dalam kegiatan latihan
PMR Mula MINU Lumpur Gresik yang diikutinya dalam dua bulan terakhir, Nurin
berhasil meraih Juara 2.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga
bagi Nurin. Bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi
bukti bahwa proses belajar, latihan, kerja sama, dan keberanian untuk terus
mencoba dapat membuahkan hasil.
Bagi Nurin, PMR telah menjadi pengalaman yang
menyenangkan sekaligus memberikan banyak pelajaran. Ia mendapatkan ilmu tentang
kepalangmerahan, memiliki lebih banyak teman, dan merasakan kebanggaan ketika
mampu berprestasi bersama.
“Jadi anggota PMR sangat menyenangkan,” kata Nurin.
Dari ruang latihan sederhana, semangat
kemanusiaan tumbuh perlahan. Kisah Nurin menunjukkan bahwa pendidikan
kepalangmerahan sejak usia dini bukan hanya tentang belajar menghadapi keadaan
darurat, tetapi juga tentang membangun keberanian, kepedulian, persahabatan,
dan semangat untuk terus berbuat baik bagi sesama.

Post a Comment