Jember Kembali Dipercaya Internasional: Delegasi Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir dan Sekolah



ANEWS.co JEMBER – Kabupaten Jember kembali menjadi pusat perhatian gerakan kemanusiaan tingkat internasional. Selama dua hari berturut-turut, Rabu hingga Kamis, 5–6 Agustus 2026, delegasi resmi Palang Merah Jepang atau Japan Red Cross Society (JRCS) menyisir sejumlah wilayah strategis di Jember. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung, melakukan evaluasi, serta menyalurkan bantuan sarana dan prasarana tanggap darurat dalam rangka mendukung keberlanjutan Program School and Community Resilience (SCR) yang dijalankan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember.

Delegasi JRCS dari Negeri Sakura tersebut diwakili oleh tiga personel kunci, yakni Rio Fuji, Sena Hasegawa, dan Reo Nakamura. Perjalanan kemanusiaan mereka didampingi oleh tim JRCS untuk Indonesia yang terdiri dari Yana Maulana, Teuku Awaludin, dan Anwar Assyubali, serta perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur, Julius Arianus Mbusu. Dari jajaran pengurus PMI Kabupaten Jember, hadir Ketua PMI Zainollah dan Sekretaris Ghufron Eviyan Efendi beserta jajaran staf teknis lainnya.

SIBAT Desa Kepanjen Dinobatkan sebagai Kelompok Relawan Teraktif di Indonesia


Rangkaian kunjungan diawali pada Rabu (5/8/2026) di wilayah pesisir selatan Jember, tepatnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Kedatangan rombongan internasional ini disambut hangat oleh jajaran pemerintah desa, pengurus PMI, serta puluhan anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) setempat.

Dalam pertemuan dan presentasi program tersebut, perwakilan JRCS, Rio Fuji, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para relawan lokal. Secara khusus, JRCS mengukuhkan SIBAT Desa Kepanjen sebagai kelompok relawan paling aktif di seluruh Indonesia.

"SIBAT Desa Kepanjen ini merupakan SIBAT paling aktif di Indonesia," puji Rio Fuji dengan bangga di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Pada kesempatan yang sama, tim JRCS memaparkan struktur dan budaya kerelawanan Palang Merah di Jepang. Di Negeri Sakura, sistem kerelawanan terbagi terstruktur mulai dari tingkat pusat, 47 provinsi, hingga tingkat lokal yang menaungi 2.048 kelompok relawan dengan total mencapai 700 ribu personel—yang mayoritas digerakkan oleh kelompok ibu-ibu.

Kepala Desa Kepanjen, Sukamid, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dunia internasional terhadap desanya.

 "Program School and Community Resilience (SCR) hasil kerja sama JRCS dan PMI Kabupaten Jember ini telah berhasil menginternasionalkan Desa Kepanjen ke luar negeri," ungkap Sukamid.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami. 

"Mengingat topografi dan dinamika wilayahnya, kepedulian serta kekompakan relawan SIBAT Kepanjen sangat luar biasa. Kesiapsiagaan berbasis masyarakat seperti ini sangat vital untuk terus diasah," tegas Zainollah.

Guna menunjang operasional mitigasi dan respon cepat, JRCS bersama PMI Kabupaten Jember menyerahkan paket bantuan sarana dan prasarana tanggap darurat kepada SIBAT Desa Kepanjen. Bantuan perlengkapan tersebut meliputi tenda pengungsian, generator set (genset), gergaji mesin (chainsaw), helm keselamatan, sepatu boots, radio komunikasi Handy Talky (HT), printer, laptop, set peralatan dapur umum, hingga perangkat pengeras suara.

Mendorong Budaya Tangguh Bencana Sejak Dini di SMPN 3 Jember


Masih di hari yang sama, Rabu (5/8/2026), delegasi JRCS melanjutkan agendanya ke lembaga pendidikan dengan mendatangi SMPN 3 Jember. Sekolah menengah ini merupakan salah satu percontohan pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di bawah pembinaan PMI Kabupaten Jember.

Rombongan diterima secara resmi oleh Wakil Kepala SMPN 3 Jember Riril Ariani, S.Psi., Focal Point SPAB Chrissanti Anggreni, S.Pd., serta para siswa Duta SPAB dan anggota Palang Merah Remaja (PMR).

Sena Hasegawa, relawan JRCS yang berasal dari Hokkaido, membagikan pengalamannya mengenai pentingnya memastikan kesiapsiagaan bencana ditanamkan sejak usia sekolah. Sementara itu, Reo Nakamura, staf JRCS Provinsi Tokyo dengan pengalaman lebih dari tiga tahun di bidang tanggap darurat kesehatan, memaparkan materi operasional bantuan medis bencana dan penanganan balita pada situasi darurat.

Interaksi berlangsung hangat melalui sharing session. Duta SPAB SMPN 3 Jember, Nasywa dan Abhinaya, mempresentasikan inovasi yang telah mereka jalankan. 

"Kami berjuang menjadi Duta SPAB agar dapat mengajak teman-teman lebih peduli terhadap kesiapsiagaan bencana. Kami kerap mempromosikan Penggunaan Tas Siaga Bencana dan ke depannya merencanakan program bank sampah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan," terang Nasywa.

Edukasi Interaktif dan Tarian Tradisional di SDN Puger Kulon 01


Memasuki hari kedua, Kamis (6/8/2026), delegasi JRCS bergerak ke wilayah Kecamatan Puger. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SD Negeri Puger Kulon 01. Suasana kearifan lokal terasa kental saat rombongan Jepang disambut dengan tarian tradisional Cucuk Lampah.

Di sekolah dasar ini, edukasi kebencanaan dibawakan dengan skema permainan interaktif oleh Reo Nakamura. Ratusan siswa tampak antusias berebut menjawab pertanyaan seputar materi kebencanaan demi mendapatkan souvenir khas dari Jepang.

Kepala SDN Puger Kulon 01, Moh. Mohdar, S.Pd., bersama Pengawas Sekolah SD Puger Kulon 01, Bu Yeni, menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya berharap ilmu kesiapsiagaan yang didapatkan para murid dan pembina PMR—Sri Purwaningsih dan Roni—dapat terus dikembangkan serta ditularkan (diseminasi) ke sekolah-sekolah lain di sekitarnya.

Penyerahan Logistik dan Penguatan SIBAT Desa Puger Kulon


Rangkaian agenda peninjauan Program SCR di Kabupaten Jember ditutup dengan kunjungan ke markas SIBAT Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Mengingat letak geografis Desa Puger Kulon yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, potensi risiko ancaman tsunami dan gempa bumi menjadi fokus utama penguatan kapasitas warga.

Dalam acara penutupan tersebut, JRCS dan PMI Kabupaten Jember kembali menyerahkan paket lengkap perlengkapan penanggulangan bencana untuk SIBAT Desa Puger Kulon. Jenis bantuan logistik yang diberikan serupa dengan bantuan di Desa Kepanjen, mencakup tenda, genset, chainsaw, helm, sepatu boots, HT, laptop, printer, alat dapur umum, dan pengeras suara.

Perangkat Desa Puger Kulon, Sugiyanto, menyampaikan bahwa bantuan fisik dan pelatihan kapasitas ini menjadi modal berharga bagi warga desa.

 "Harapan kami, masyarakat Desa Puger Kulon semakin siap menghadapi potensi bencana dan para relawan SIBAT semakin aktif menjemput bola dalam melayani kemanusiaan," ujar Sugiyanto.

Rio Fuji menegaskan kembali komitmen JRCS untuk terus mendampingi PMI dalam membangun ketangguhan masyarakat di tingkat tapak. Melalui sinergi erat antara JRCS, PMI Kabupaten Jember, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan, Program School and Community Resilience (SCR) terbukti berhasil menciptakan ekosistem masyarakat pesisir dan generasi muda yang tanggap, tangguh, serta siap menghadapi risiko bencana secara mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Jember Kembali Dipercaya Internasional: Delegasi Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir dan Sekolah
  • Jember Kembali Dipercaya Internasional: Delegasi Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir dan Sekolah
  • Jember Kembali Dipercaya Internasional: Delegasi Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir dan Sekolah
  • Jember Kembali Dipercaya Internasional: Delegasi Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir dan Sekolah
  • Jember Kembali Dipercaya Internasional: Delegasi Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir dan Sekolah
  • Jember Kembali Dipercaya Internasional: Delegasi Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir dan Sekolah

Post a Comment