Ceria Belajar Mitigasi: Ratusan Siswa di Desa Barat, Lumajang Antusias Ikuti Sosialisasi Siaga Bencana PMI
Dua sekolah yang menjadi episentrum pelaksanaan kegiatan edukasi mitigasi kali ini adalah SDN 02 Desa Barat dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam. Sebanyak ratusan siswa-siswi dari kedua lembaga pendidikan tersebut, dengan didampingi secara ketat oleh para guru wali kelas masing-masing, tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian materi pengenalan kebencanaan yang dikemas secara interaktif oleh para relawan kemanusiaan.
Metode pendekatan yang humanis dan rekreatif terbukti berhasil memicu semangat belajar para siswa di level akar rumput. Di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam misalnya, anak-anak dengan kompak dan penuh semangat menyanyikan lagu edukatif berulang-ulang mengenai langkah penyelamatan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam gempa bumi. Melalui media lagu yang gembira dan mudah diingat tersebut, pemahaman dasar mengenai pentingnya mitigasi bencana dapat tertanam sejak dini di memori kolektif mereka. Paling tidak, anak-anak usia dini ini sudah memahami secara runut apa saja yang harus dan bisa segera dilakukan untuk melindungi area kepala, mencari tempat berlindung yang aman di bawah meja, hingga cara mengevakuasi diri ke titik kumpul terbuka demi menyelamatkan jiwa mereka masing-masing.
"Anak-anak sangat senang karena bapak-bapak dari PMI mengajarkannya lewat lagu dan praktik langsung. Sekarang kami jadi tahu kalau ada gempa tidak boleh menangis atau berebut keluar pintu, tapi harus lindungi kepala dulu," celoteh salah seorang siswa kelas empat MI Nurul Islam di sela-sela kegiatan praktik simulasi darurat.
Kehadiran program layanan edukasi yang menyasar langsung kelompok rentan di lingkungan sekolah ini dipantau secara langsung oleh Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Bidang Penanggulangan Bencana, Edi Pur, yang tengah melaksanakan rangkaian agenda monitoring evaluasi kerja di wilayah Kabupaten Lumajang. Di sela-sela peninjauannya, Edi Pur menyempatkan diri untuk masuk ke tengah kerumunan siswa guna memberikan motivasi dan menyuntikkan semangat belajar kepada ratusan anak-anak MI Nurul Islam yang sedang asyik mempraktikkan simulasi kebencanaan.
Tidak hanya memantau jalannya edukasi publik, Wakil Ketua PMI Jawa Timur Edi Pur bersama dengan Ketua PMI Kabupaten Lumajang, Budi Santoso, juga secara simbolis menyerahkan paket bantuan tali asih kemanusiaan kepada Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam sebagai bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam mendukung program sadar bencana di lingkungan institusi pendidikan.
Respons positif dan apresiasi yang mendalam juga datang dari pihak pengelola sekolah yang merasa sangat terbantu dengan adanya program jemput bola dari lembaga kemanusiaan ini. Kepala Sekolah MI Nurul Islam menegaskan bahwa pemahaman mengenai kesiapsiagaan bencana darurat merupakan materi penting yang jarang didapatkan secara detail di dalam buku teks kurikulum formal biasa.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim PMI Lumajang dan jajaran pimpinan PMI Jawa Timur atas kepeduliannya meluangkan waktu memberikan edukasi krusial ini kepada anak-anak didik kami. Letak geografis wilayah kami yang dekat dengan potensi kebencanaan membuat simulasi seperti ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan keselamatan anak-anak maupun seluruh staf pengajar di sekolah," tutur Kepala Sekolah MI Nurul Islam dengan nada penuh syukur saat menutup rangkaian acara di aula setempat.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment