Puncak Milad Ke-109: Aisyiyah Lumajang Bagikan Bingkisan Gizi Balita


ANEWS.co, LUMAJANG — Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Lumajang menyelenggarakan perayaan puncak Milad Aisyiyah ke-109 dengan penuh khidmat, sarat makna kebersamaan, dan berorientasi langsung pada penguatan kesejahteraan sosial masyarakat. Berbeda dari perayaan konvensional pada umumnya, momentum istimewa tahun ini dikemas secara khusus dengan memfokuskan seluruh rangkaian kegiatan pada pengamalan dakwah bilhal atau dakwah melalui amal nyata di tengah umat.

Salah satu program unggulan yang menjadi pilar utama dalam perhelatan akbar ini adalah peluncuran serta penguatan program "Genting" atau Gerakan Orang Tua Cegah Stunting, sebuah inisiatif strategis yang dimotori secara langsung oleh Majelis Kesehatan PDA Kabupaten Lumajang.

Kegiatan puncak yang sarat akan nilai-nilai kepedulian kemanusiaan tersebut dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Bagusari, Kabupaten Lumajang, pada Ahad, 26 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh ratusan warga dan kader hebat Aisyiyah dari berbagai cabang, tokoh masyarakat setempat, serta para penerima manfaat utama yang terdiri dari ibu hamil dan balita dari keluarga berisiko stunting.

Sinergitas Majelis Kesehatan dan LAZISMU untuk Generasi Emas

Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masa depan bangsa dan pencegahan masalah gizi buruk kronis, PDA Lumajang menggandeng Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) untuk menyalurkan bingkisan gizi khusus kepada para ibu hamil serta balita yang terindikasi rentan mengalami stunting. 

Bantuan pangan bernutrisi tinggi ini diharapkan mampu menjadi stimulus penting dalam pemenuhan gizi seimbang di fase-fase paling krusial pertumbuhan anak.

Ketua Majelis Kesehatan PDA Lumajang, Hajah Umi Faridah, dalam paparannya menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting merupakan bentuk investasi jangka panjang yang sangat fundamental dan tidak boleh diabaikan oleh para orang tua. 

Menurutnya, kualitas masa depan generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh seberapa baik perawatan dan perhatian yang diberikan pada usia dini.


"80 persen perkembangan otak, terjadi di usia 0 sampai 2 tahun, atau 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, di usia sebelum 2 tahun, ayo kita jaga anak-anak calon generasi penerus, dengan asupan gizi yang baik, pola asuh yang baik, agar tidak terjadi anak berisiko stunting, yang bisa berpengaruh pada tumbuh kembang dan kecerdasannya," papar Hajah Umi Faridah di hadapan para jamaah dan kader Aisyiyah yang memadati Masjid Al-Ikhlas Bagusari.


Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas bahwa peran kaum perempuan, khususnya para ibu rumah tangga dan kader kesehatan, sangat vital dalam memutus rantai stunting melalui pemahaman gizi keluarga yang baik serta penerapan pola asuh yang ideal sesuai dengan standar kesehatan modern.

Pergeseran Paradigma: Dakwah Aisyiyah yang Aplikatif dan Solutif

Sementara itu, Lilik Nurdiani yang hadir mewakili Ketua PDA Lumajang, memberikan penekanan kuat mengenai transformasi dan pergeseran paradigma dakwah yang diemban oleh organisasi perempuan berkemajuan ini. 

Dakwah tidak lagi dipahami secara sempit sebatas ritual keagamaan di atas mimbar ceramah, melainkan telah menjelma menjadi aksi nyata yang solutif terhadap berbagai problematika sosial di masyarakat.


"Dakwah di Aisyiyah tidak hanya pengajian saja, namun juga dalam bentuk dakwah bilhal, seperti gerakan cegah stunting GENTING, yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," terang Lilik Nurdiani, yang juga aktif memegang amanah sebagai Ketua Majelis Ekonomi PDA Lumajang.


Lilik menambahkan,


"Perayaan puncak Milad Aisyiyah ke-109 ini sengaja digelar secara sederhana namun sarat akan kekhidmatan. Acara ini juga diintegrasikan secara bersamaan dengan kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) yang telah memasuki gelombang kedelapan, dengan menghadirkan penceramah terkemuka, Ustadz Haji Suharyo, AP., guna memberikan pencerahan spiritual kepada seluruh kader yang hadir,".


Esensi Dakwah Kemanusiaan yang Menggembirakan

Dalam sesi tausiyah utamanya, Ustadz Haji Suharyo, AP., mengajak seluruh kader Aisyiyah untuk terus memperluas cakrawala pandang dalam berdakwah di tengah dinamika zaman yang terus berkembang pesat.

Beliau menekankan bahwa esensi dakwah Islam harus senantiasa membawa angin segar, kedamaian, serta kebermanfaatan yang universal bagi sesama umat manusia tanpa terkecuali.

 

"Fakwah harus menggembirakan, mengajak, menyeru, mengobati, mengundang, penuh kasih sayang, dan bermanfaat bagi umat. Hal ini sangat sejalan dengan tema besar Milad Aisyiyah ke-109 tahun ini, yakni Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian," ungkap Ustadz Suharyo dalam ceramahnya yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh para kader.


Melalui pendekatan dakwah yang penuh kasih sayang dan berorientasi pada penyelesaian masalah kemanusiaan—seperti pengentasan stunting, pemberdayaan ekonomi umat, serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga—Aisyiyah terus membuktikan eksistensinya sebagai pilar penting pembangunan peradaban bangsa yang berkemajuan di tingkat lokal maupun nasional.

Apresiasi dan Penyerahan Penghargaan Kader Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi yang tinggi atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras para kader di tingkat akar rumput, rangkaian puncak Milad Aisyiyah ke-109 ini turut dimeriahkan dengan penyerahan berbagai penghargaan bergengsi serta piala kejuaraan dari ragam lomba yang telah sukses digelar sebelumnya.

Adapun beberapa kategori kejuaraan yang diumumkan dan diserahkan pada hari tersebut meliputi:

  • Kejuaraan Lomba Mewarnai: Diperuntukkan secara khusus bagi anak-anak usia dini tingkat Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Lumajang guna merangsang kreativitas seni sejak usia dini.

  • Penilaian Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Terbaik: Meliputi kategori khusus pengembangan ranting terbaik, kepemilikan amal usaha terbanyak, PCA teraktif dalam berbagai program sosial kemasyarakatan, serta PCA terbaik yang sukses membangun sinergi strategis bersama jajaran pemerintah daerah.

Melalui gelaran Milad ke-109 ini, PDA Lumajang berharap semangat dakwah bilhal melalui program "Genting" tidak berhenti hanya pada seremoni puncak perayaan saja, melainkan terus berlanjut secara konsisten di setiap ranting dan cabang. Hal ini demi melahirkan generasi emas Lumajang yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, ceria, dan bebas dari ancaman stunting di masa depan. 


Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Puncak Milad Ke-109: Aisyiyah Lumajang Bagikan Bingkisan Gizi Balita
  • Puncak Milad Ke-109: Aisyiyah Lumajang Bagikan Bingkisan Gizi Balita
  • Puncak Milad Ke-109: Aisyiyah Lumajang Bagikan Bingkisan Gizi Balita
  • Puncak Milad Ke-109: Aisyiyah Lumajang Bagikan Bingkisan Gizi Balita
  • Puncak Milad Ke-109: Aisyiyah Lumajang Bagikan Bingkisan Gizi Balita
  • Puncak Milad Ke-109: Aisyiyah Lumajang Bagikan Bingkisan Gizi Balita

Post a Comment