Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, PMI Lumajang Kirim Delegasi ke Rakernis UDD Regional IV di Labuan Bajo

ANEWS.co MANGGARAI BARAT – Palang Merah Indonesia (PMI) terus bergerak dinamis dalam memperkuat sistem ketahanan darah nasional demi menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagai bagian dari langkah strategis ini, perwakilan dari berbagai Unit Donor Darah (UDD) di Indonesia Tengah dan Timur berkumpul dalam forum berskala makro, yaitu Rapat Kerja Teknis (Rakernis) UDD PMI Regional IV Tahun 2026 yang diselenggarakan di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pertemuan tingkat regional ini menjadi wadah konsolidasi krusial yang mempertemukan para pengambil kebijakan, jajaran pengurus, dan praktisi pelayanan darah dari empat provinsi strategis di wilayah timur, yakni Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengingat pentingnya agenda yang dibahas, PMI Kabupaten Lumajang tidak melewatkan momentum berharga ini dengan mengirimkan delegasi terbaiknya guna menyerap inovasi manajemen transfusi darah serta memberikan kontribusi pemikiran dalam merumuskan arah kebijakan pelayanan darah ke depan.

Delegasi PMI Lumajang Siap Serap Transformasi Mutu

Keikutsertaan PMI Kabupaten Lumajang dalam forum berskala regional ini ditegaskan langsung oleh pihak internal organisasi. Pengurus Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah, menjelaskan bahwa kehadiran Lumajang dalam Rakernis Regional IV ini merupakan langkah mutlak untuk meningkatkan kualitas manajemen dan penyelarasan standardisasi mutu pelayanan darah di daerah asal mereka.


"Kami dari PMI Lumajang juga turut serta mengirimkan perwakilan dalam Rakernis Regional IV yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Ini merupakan komitmen nyata kami untuk menyelaraskan mutu pelayanan. Untuk agenda penting kali ini, PMI Lumajang mengirimkan tiga personel terbaiknya yang kompeten di bidang masing-masing, yaitu Wakil Ketua PMI Lumajang Bidang Pelayanan UDD, Didik Supribadio; Kepala UDD PMI Lumajang, dr. Halimi Maksum, MMRS; serta satu staf teknis dari UDD PMI Lumajang, Trio," ungkap Iswarini Jamilah secara resmi saat memberikan keterangan.


Pengiriman tiga figur kunci tersebut menunjukkan keseriusan PMI Lumajang dalam menyikapi isu-isu strategis seputar tata kelola pelayanan darah. Dengan kombinasi unsur pimpinan kebijakan (Didik Supribadio), manajemen klinis (dr. Halimi Maksum), dan teknisi laboratorium (Trio), delegasi ini diharapkan mampu membawa pulang formula taktis yang dapat langsung diimplementasikan pada operasional pelayanan darah di Kabupaten Lumajang sekembalinya dari Labuan Bajo.

Standardisasi Global dan Akselerasi Pengelolaan Plasma Darah

Rakernis UDD PMI Regional IV Tahun 2026 berfokus pada tema utama mengenai akselerasi penguatan tata kelola jejaring serta peningkatan mutu layanan. Dalam forum ini, seluruh peserta diajak untuk menyamakan persepsi mengenai standardisasi mutu laboratorium, manajemen rantai pasok stok darah (blood supply chain), hingga percepatan implementasi program Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang menjadi target nasional dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bukan sekadar kegiatan seremonial, forum ini menyajikan ruang diskusi kelompok terarah (focus group discussion) yang mendalam. Para kepala UDD mendiskusikan hambatan logistik, pemerataan pasokan darah ke pulau-pulau kecil, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi melalui Sistem Informasi Manajemen Donor Darah (SIMDONDAR), serta penyelarasan skema Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) agar pelayanan darah tetap mandiri secara operasional tanpa membebani keuangan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Wakil Ketua PMI Lumajang Bidang Pelayanan UDD, Didik Supribadio, yang hadir langsung di tengah-tengah forum di Labuan Bajo, memberikan pandangan strategisnya mengenai beban tanggung jawab moral dan klinis yang harus diemban oleh seluruh jajaran pengelola UDD PMI saat ini.

 

"Tugas kemanusiaan yang dipikul oleh jajaran PMI ini memang sangat mulia, namun kita tidak boleh menutup mata bahwa realitas di lapangan juga penuh dengan tantangan dan keterbatasan yang nyata. Untuk itu, UDD PMI dituntut secara mutlak agar mampu menyediakan darah yang aman, cukup, dan berkualitas tinggi, serta di saat yang bersamaan harus mampu mengoptimalkan pengelolaan plasma darah kita," tegas Didik Supribadio dalam sesi diskusi.


Menurut Didik, tantangan keterbatasan baik dari segi sarana prasarana laboratorium maupun kuantitas sumber daya manusia yang tersertifikasi khusus harus dijawab dengan kreativitas manajerial dan kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah setempat. Optimalisasi plasma darah—yang nantinya didorong untuk pemenuhan fraksionasi plasma menjadi bahan baku obat-obatan penting nasional—menjadi salah satu prioritas yang harus diperjuangkan oleh segenap pengurus UDD guna mengurangi ketergantungan impor obat di Indonesia.

Mempererat Jejaring Regional IV untuk Pemerataan Akses

Penyelenggaraan Rakernis di Labuan Bajo, dengan PMI Kabupaten Manggarai Barat bertindak sebagai tuan rumah berkolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah NTT, juga menyoroti masalah pelik seputar disparitas wilayah. Di wilayah NTT sendiri, masih terdapat beberapa kabupaten administratif yang belum memiliki fasilitas UDD operasional yang mandiri, seperti di sebagian daerah daratan Sumba, Alor, Rote Ndao, hingga Lembata.

Melalui forum Regional IV ini, delegasi dari wilayah yang sudah maju secara infrastruktur pelayanan seperti Jawa Timur dan Bali secara aktif membagikan rekam jejak keberhasilan (best practices) mereka dalam mengelola logistik darah di wilayah pedesaan. Bagi PMI Lumajang, proses pertukaran wawasan ini memberikan inspirasi besar untuk menyempurnakan operasional layanan penjemputan donor darah langsung ke masyarakat (Mobile Unit) menggunakan armada taktis, seperti yang rutin dijalankan di wilayah pegunungan dan perkebunan Lumajang.

Melalui koordinasi wilayah yang kuat, diharapkan setiap wilayah di bawah naungan Regional IV dapat saling menopang jika terjadi bencana alam, kegawatdaruratan medis skala besar, atau kelangkaan golongan darah langka di salah satu daerah perbatasan.

Solusi Adaptif Menuju Kemandirian Pelayanan Kesehatan

Pertemuan yang dihadiri oleh 62 perwakilan PMI Kabupaten/Kota dari wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT ini menghasilkan draf komitmen bersama yang berorientasi pada penyelesaian masalah berbasis data (data-driven decision making). PMI didorong untuk tidak lagi mengambil kebijakan operasional berdasarkan estimasi kasar, melainkan merujuk pada analisis data kebutuhan harian rumah sakit di masing-masing kabupaten.

Kepala UDD PMI Lumajang, dr. Halimi Maksum, MMRS, bersama Trio, memanfaatkan sesi klinis untuk berdiskusi dengan para ahli transfusi darah mengenai metode skrining terkini yang efektif dalam mendeteksi infeksi menular lewat transfusi darah (IMLD) secara cepat dan presisi. Hal ini menjadi jaminan penting agar darah yang didistribusikan ke pasien benar-benar bersih dan steril.

Dengan berakhirnya rangkaian agenda Rakernis Regional IV ini, delegasi PMI Lumajang membawa pulang komitmen tinggi untuk mereformasi tata kelola layanan dalam negeri. Sinergi lintas provinsi yang terjalin erat di Labuan Bajo diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk melahirkan pelayanan darah yang tangguh, aman, dan merata, demi menyelamatkan jiwa setiap manusia yang membutuhkan di seluruh penjuru Nusantara.


Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, PMI Lumajang Kirim Delegasi ke Rakernis UDD Regional IV di Labuan Bajo
  • Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, PMI Lumajang Kirim Delegasi ke Rakernis UDD Regional IV di Labuan Bajo
  • Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, PMI Lumajang Kirim Delegasi ke Rakernis UDD Regional IV di Labuan Bajo
  • Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, PMI Lumajang Kirim Delegasi ke Rakernis UDD Regional IV di Labuan Bajo
  • Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, PMI Lumajang Kirim Delegasi ke Rakernis UDD Regional IV di Labuan Bajo
  • Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, PMI Lumajang Kirim Delegasi ke Rakernis UDD Regional IV di Labuan Bajo

Post a Comment