Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur Bululawang, Jenazah Warga Kasri Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan



ANEWS.co, MALANG — Suasana tenang di RT 13 RW 05 Desa Kasri, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang mendadak berubah menjadi gempar pada Jumat pagi, 31 Juli 2026. Seorang perempuan paruh baya berinisial S (58 tahun), yang merupakan warga setempat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur aktif milik warga. Penemuan jasad korban yang mengapung di dalam sumur tersebut memicu respons cepat dari tim evakuasi darurat gabungan, terutama personel Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, yang langsung menerjunkan tim taktis penyelamatan ruang terbatas (confined space rescue).
Peristiwa tragis ini pertama kali terendus sekitar pukul 05.00 WIB oleh seorang warga bernama Suwaji. Pagi itu, saat hendak beraktivitas di sekitar lokasi, saksi mata mencurigai keberadaan sepasang sandal jepit biru yang tergeletak rapi di dekat bibir sumur yang masih aktif digunakan oleh warga sekitar. Didorong rasa curiga yang kuat, Suwaji memutuskan untuk mendekat dan memeriksa bagian dalam sumur. Menggunakan penerangan seadanya, ia terkejut saat mendapati sesosok tubuh manusia sudah dalam posisi mengapung tidak bergerak di permukaan air sumur.
Saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada Maruki selaku pemilik rumah tempat sumur berada. Informasi ini kemudian diteruskan secara berantai kepada perangkat Desa Kasri sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bululawang. Menerima laporan kedaruratan tersebut, petugas kepolisian langsung berkoordinasi dengan instansi penanganan bencana daerah, termasuk PMI Kabupaten Malang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang untuk segera meluncur ke lokasi kejadian perkara guna melakukan tindakan pengamanan wilayah dan persiapan proses evakuasi.
Penerapan MA System: Teknik Penyelamatan Vertikal Tingkat Tinggi
Mengingat diameter sumur yang sempit serta kedalaman vertikal yang memiliki risiko akumulasi gas beracun, PMI Kabupaten Malang tidak gegabah dalam melakukan pengangkatan. Personel rescue PMI memutuskan untuk menerapkan Mechanical Advantage (MA) System. Ini merupakan sebuah metode penyelamatan menggunakan sistem tali-temali (rope rescue) modern yang mengombinasikan perangkat pulley (katrol), tali statis berstandar infanteri, serta beberapa alat penahan beban mekanis lainnya. Sistem ini dirancang secara khusus untuk menghasilkan keuntungan mekanis, sehingga berat beban jenazah dan personel penolong dapat direduksi saat ditarik ke atas. Pemanfaatan MA System ini menjamin pergerakan vertikal, baik naik maupun turun, dapat berjalan secara lebih stabil, aman, minim guncangan, dan sepenuhnya terkendali oleh tim di permukaan.
Dalam implementasi operasinya, seorang personel rescue dari PMI Kabupaten Malang ditunjuk sebagai operator bawah. Dengan dilengkapi full body harness, alat pelindung diri (APD) lengkap, serta sistem pengaman tali ganda (double protection), personel tersebut diturunkan secara perlahan menuju dasar sumur yang gelap. Tugas utama personel di bawah adalah melakukan asesmen awal kondisi jasad, memastikan ruang gerak yang aman, serta memasang tali pengikat kedaruratan (evacuation harness) pada jenazah korban secara cermat dan penuh penghormatan. [1]
Setelah seluruh simpul pengaman pada jenazah dipastikan terkunci dengan sempurna, kode komunikasi diberikan kepada tim penolong yang berada di permukaan tanah. Secara terkoneksi dan perlahan, para petugas gabungan mengoperasikan tuas mekanis MA System. Jasad korban berinisial S akhirnya berhasil diangkat melewati bibir sumur dengan aman tanpa mengalami benturan berarti pada dinding sumur. Seluruh proses penanganan ini dilakukan dengan tingkat kedisiplinan keselamatan kerja yang sangat tinggi guna menghindari risiko sekunder bagi para petugas lapangan.
Sinergi Lintas Sektoral di Lapangan dan Penyelidikan Kepolisian
Keberhasilan operasi evakuasi yang berjalan taktis dan lancar ini tidak lepas dari kuatnya koordinasi lintas sektoral di lokasi kejadian. Selain unit vertikal dari PMI Kabupaten Malang, penanganan kedaruratan ini melibatkan jajaran Muspika Kecamatan Bululawang, personel BPBD Kabupaten Malang, tim medis dari Puskesmas Bululawang, serta dukungan penuh dari PMI Kecamatan Bululawang, Korps Sukarela (KSR) PMI Kecamatan Bululawang, jajaran perangkat Desa Kasri, tim Rescue Bululawang, hingga partisipasi warga sekitar yang membantu melokalisasi area agar steril dari kerumunan massa.
Segera setelah jasad korban berhasil dievakuasi ke permukaan, tim medis dari Puskesmas Bululawang melakukan pemeriksaan fisik awal. Guna keperluan pemenuhan legalitas hukum dan mengetahui penyebab pasti kematian korban, jenazah S langsung dipindahkan ke dalam kantong jenazah PMI dan dievakuasi menggunakan mobil ambulans menuju Ruang Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang untuk menjalani proses Visum et Repertum.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas kepolisian dari Polsek Bululawang melakukan olah TKP awal dan mengamankan barang bukti penting. Barang bukti yang diamankan berupa satu pasang sandal jepit berwarna biru merek Swallow berukuran 10,5 inci yang ditemukan di dekat bibir sumur. Pihak berwajib menegaskan bahwa area di sekitar sumur untuk sementara waktu dipasang garis polisi guna kelancaran proses penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Markas PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto, SE, MM, yang memantau langsung jalannya operasi dari pusat komando, memberikan pernyataan resmi mengenai keterlibatan personelnya. Ia menegaskan bahwa PMI memegang mandat penuh untuk selalu responsif terhadap segala bentuk panggilan kemanusiaan dan kedaruratan di wilayah Malang Raya.
"PMI Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, profesional, dan terkoordinasi dalam setiap kejadian darurat. Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta berharap keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ujar Aprillijanto, SE, MM dengan nada penuh empati.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti mengapa korban berinisial S bisa berada di dalam sumur tersebut masih berada dalam koridor penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian Bululawang. PMI Kabupaten Malang mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi di media sosial, serta menghormati privasi keluarga korban yang sedang berduka sembari menunggu rilis resmi dari aparat penegak hukum.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur Bululawang, Jenazah Warga Kasri Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan
  • Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur Bululawang, Jenazah Warga Kasri Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan
  • Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur Bululawang, Jenazah Warga Kasri Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan
  • Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur Bululawang, Jenazah Warga Kasri Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan
  • Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur Bululawang, Jenazah Warga Kasri Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan
  • Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur Bululawang, Jenazah Warga Kasri Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Post a Comment