Perkuat Layanan Kemanusiaan, PMI Kota Sukabumi Gali Program Unggulan PMI Banyuwangi


anews.co, Banyuwangi - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi melakukan kunjungan kerja strategis ke markas PMI Kabupaten Banyuwangi pada Jumat, 12 Juni 2026. Kunjungan ini dikemas dalam bentuk studi tiru untuk mendalami program mitigasi bencana dan pelayanan sosial. Fokus utama kemitraan ini adalah mengadopsi sistem manajemen penanggulangan bencana dan stabilisasi stok logistik medis.
Rombongan dari Jawa Barat disambut langsung oleh jajaran pengurus utama di aula markas PMI Kabupaten Banyuwangi. Pertemuan ini menandai komitmen bersama dalam meningkatkan standar pelayanan kemanusiaan di tingkat nasional. Kedua belah pihak saling bertukar informasi mengenai tantangan sosiologis dan geografis di wilayah masing-masing.
Pihak Banyuwangi memaparkan potret wilayahnya yang luas dan memiliki karakteristik ancaman bencana alam yang beragam. Hal ini memicu lahirnya berbagai inovasi program yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Penjajakan ini diharapkan melahirkan standardisasi baru dalam pelayanan kepalangmerahan yang responsif.

Sambutan Hangat dari Bumi Blambangan

Acara resmi dibuka dengan sambutan hangat dari Sekretaris PMI Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, MAP. Mewakili Ketua PMI Banyuwangi, beliau memperkenalkan potensi wilayah yang kini dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Karakteristik lokal menjadi modal utama dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Drs. Dwi Yanto, MAP. menyampaikan:
"Kondisi wilayah Banyuwangi saat ini menjadi jujugan wisata dengan berbagai kuliner andalan dan tempat-tempat wisata menarik yang ada di Banyuwangi."
Kondisi sosiologis masyarakat yang ramah wisatawan turut membentuk karakter relawan kemanusiaan yang adaptif dan solutif. Pertumbuhan sektor pariwisata ini juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring kemitraan dengan sektor swasta. Sinergi tersebut mempermudah mobilisasi sumber daya saat terjadi situasi darurat.

Misi Studi Tiru PMI Kota Sukabumi

Ketua PMI Kota Sukabumi, drh. H. Suranto Sumowiryo, menjelaskan urgensi dari pelaksanaan kaji banding ini. Pihaknya membutuhkan formula segar untuk mengoptimalkan potensi Bulan Dana di wilayah kota. Pengelolaan organisasi yang modern menjadi target utama perubahan internal mereka.
Dalam sesi pemaparannya, drh. H. Suranto Sumowiryo menegaskan:
"Terima kasih atas sambutan baik PMI Kab. Banyuwangi. Tujuan kegiatan ini untuk berbagi pengalaman, menambah wawasan terkait pengelolaan organisasi, pelayanan kepalangmerahan, bulan dana PMI, pengelolaan donor darah, serta program-program unggulan yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Banyuwangi."
Pihak Sukabumi menilai akuntabilitas publik yang ditunjukkan oleh Banyuwangi layak menjadi rujukan nasional. Sistem pelaporan keuangan dan distribusi bantuan yang transparan terbukti meningkatkan kepercayaan para donatur lokal. Evaluasi ini akan langsung diadaptasi dalam penyusunan rencana strategis PMI Kota Sukabumi.

Manajemen Organisasi Berbasis Transparansi dan Akuntabilitas

Sesi pemaparan teknis dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM. Beliau mengupas tuntas siklus manajemen operasional lembaga mulai dari hulu hingga hilir. Perencanaan program harus selalu berpijak pada data kebutuhan riil di lapangan.
Dr. H. Nurhadi, MM. menjelaskan secara rinci:
"Kami menerapkan mekanisme perencanaan, pelaksanaan program kerja, hingga evaluasi kegiatan PMI Kab. Banyuwangi, termasuk strategi kolaborasi dengan pemerintah daerah, relawan, mitra usaha, dan masyarakat."
Model kolaborasi pentahelix ini membuat PMI tidak berjalan sendirian dalam mendanai program kemanusiaan. Pemerintah daerah memberikan dukungan regulasi, sementara mitra usaha menyuplai dana stimulan. Relawan dan masyarakat bertindak sebagai eksekutor sekaligus pengawas jalannya program di lapangan.

Tiga Pilar Utama Tata Kelola Organisasi:

  • Perencanaan Terukur: Penyusunan program berdasarkan pemetaan zonasi risiko bencana wilayah.
  • Eksekusi Kolaboratif: Melibatkan lintas sektor untuk efisiensi anggaran operasional.
  • Evaluasi Berkala: Audit kinerja berkala demi menjaga kepercayaan publik dan akuntabilitas.

Membedah Program Inovasi Sosial Masyarakat

Keunggulan PMI Kabupaten Banyuwangi terletak pada keberanian merancang program sosial yang menyentuh akar rumput secara konsisten. Program ini dirancang untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat jangka panjang secara gratis. Pembiayaannya didukung penuh oleh hasil penggalangan Bulan Dana yang dikelola secara profesional.

Layanan Kesehatan Gratis Terintegrasi

Program utama yang menjadi perhatian adalah Bakti Sosial Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis. Agenda kemanusiaan ini konsisten digelar sebanyak dua kali dalam setiap tahunnya untuk menekan angka kebutaan. Warga kurang mampu mendapatkan penanganan medis pasca-operasi hingga dinyatakan sembuh total oleh tim dokter.

Jaminan Aksesibilitas dan Kelayakan Hunian

  • Penyediaan Kaki Palsu: Membantu penyandang disabilitas fisik agar kembali produktif secara mandiri.
  • Bedah Rumah Sehat: Merenovasi hunian tidak layak untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga rentan.
  • Stabilisasi Stok Darah: Menjamin ketersediaan darah aman selama 24 jam penuh bagi rumah sakit.

Mengadopsi Sistem Konstruksi Rumah Aman Gempa

Fokus diskusi beralih pada inovasi pembiayaan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam program keselamatan infrastruktur. Penguatan struktur bangunan atau retrofitting menjadi solusi konkret mitigasi bencana gempa bumi. Langkah ini menargetkan rumah-rumah warga di kawasan rawan sesar aktif.
Studi kasus di lapangan menunjukkan bahwa metode retrofitting mampu meminimalisir korban jiwa secara signifikan saat terjadi guncangan. Model rumah contoh ini dibangun dengan biaya efisien namun memenuhi standar ketahanan nasional. PMI Kota Sukabumi berencana mereplikasi skema ini untuk diterapkan di wilayah Jawa Barat yang memiliki kerawanan serupa.

Implementasi Penguatan Bulan Dana di Kota Sukabumi

Apresiasi mendalam diberikan oleh seluruh jajaran delegasi dari Kota Sukabumi atas keterbukaan informasi ini. Hasil kaji banding ini akan dijadikan dokumen referensi utama dalam merombak skema Bulan Dana di daerah asal. Target utamanya adalah peningkatan efisiensi pengumpulan dana masyarakat.
Sistem digitalisasi dan transparansi yang dipelajari dari Banyuwangi diharapkan mampu mengikis skeptisisme publik terhadap penggalangan dana sosial. Manajemen yang akuntabel akan membuat masyarakat lebih sukarela dalam menyisihkan sebagian rezekinya. Dampak akhirnya adalah peningkatan volume bantuan kemanusiaan yang siap disalurkan.

Peninjauan Langsung Layanan UDD dan Komunitas SIBAT

Rangkaian kegiatan kaji banding ditutup dengan peninjauan lapangan secara komprehensif ke beberapa titik instalasi vital. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyuwangi untuk melihat manajemen rantai dingin penyimpanan darah. Rombongan mempelajari sistem komputerisasi penjaminan mutu darah.
Perjalanan berlanjut ke Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah untuk melihat fisik Contoh Model Rumah Retrofitting. Di lokasi ini, rombongan berdialog langsung dengan tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kelurahan Bakungan yang menjadi motor penggerak edukasi kebencanaan di tingkat desa. Pertemuan ini mempertegas bahwa kekuatan utama PMI berada pada militansi relawan di tingkat basis.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Perkuat Layanan Kemanusiaan, PMI Kota Sukabumi Gali Program Unggulan PMI Banyuwangi
  • Perkuat Layanan Kemanusiaan, PMI Kota Sukabumi Gali Program Unggulan PMI Banyuwangi
  • Perkuat Layanan Kemanusiaan, PMI Kota Sukabumi Gali Program Unggulan PMI Banyuwangi
  • Perkuat Layanan Kemanusiaan, PMI Kota Sukabumi Gali Program Unggulan PMI Banyuwangi
  • Perkuat Layanan Kemanusiaan, PMI Kota Sukabumi Gali Program Unggulan PMI Banyuwangi
  • Perkuat Layanan Kemanusiaan, PMI Kota Sukabumi Gali Program Unggulan PMI Banyuwangi

Post a Comment