Dapur Umum PMI dan Dinsos Siap Layani Korban Banjir di Cilegon
anews.co, Cilegon - Situasi darurat kembali terjadi di wilayah Cilegon, tepatnya di Lingkungan Metro, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, akibat banjir besar yang melanda. Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan genangan air yang mengakibatkan sejumlah rumah warga tenggelam dan berakibat pada terganggunya aktivitas sehari-hari, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Sebagai respons cepat atas situasi ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon dan Dinas Sosial Kota Cilegon bekerjasama mendirikan sebuah dapur umum yang menjadi pusat distribusi makanan bagi warga terdampak. Dapur umum ini diinisiasi untuk mengantisipasi kekurangan pangan dan darurat logistik lainnya yang dihadapi warga selama bencana banjir berlangsung.
Menurut H. Abdul Hakim Lubis, Ketua PMI Kota Cilegon, kolaborasi ini adalah bentuk kepedulian bersama atas masalah yang dihadapi masyarakat.
"Sinergi antara lembaga daerah seperti Dinsos dan PMI sangat krusial dalam penanganan bencana seperti ini. Kami ingin memastikan bahwa warga tidak hanya merasa didukung tetapi juga mendapatkan bantuan nyata berupa makanan yang cukup saat masa sulit ini," jelasnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Drs. H. Damanhuri, M.Si, meyakini bahwa dukungan dana operasional yang diberikan oleh PMI, yaitu sebesar Rp5.000.000, sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan dapur umum ini.
"Bantuan anggaran ini kami gunakan dengan sebaik-baiknya untuk memastikan operasional dapur umum berjalan lancar. Ini adalah bukti nyata dari kepedulian dan kebersamaan kita semua," ungkapnya.
Tidak berhenti pada pendirian dapur umum, pihak PMI, Dinsos, beserta para relawan, terus menjalankan koordinasi ketat untuk memastikan kebutuhan pangan bagi warga dapat terpenuhi, terutama selama dua hingga tiga hari ke depan. Kondisi ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi lebih lanjut situasi di lapangan, agar keputusan yang diambil bisa lebih efektif dan tepat sasaran.
Dapur umum ini juga disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa selama bulan Ramadan.
Warga setempat mengungkapkan rasa syukur dan harapan mereka dengan adanya dukungan dan perhatian dari berbagai pihak.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ini membuat kami merasa tidak sendirian dalam menghadapi bencana ini," kata Bapak Rudi, salah seorang warga yang terdampak banjir.
Kehadiran dapur umum ini tidak hanya menjadi sumber makanan, tetapi juga sumber harapan dan semangat bagi warga yang berjuang melalui masa krisis.
PMI dan Dinsos tetap berkomitmen untuk terus mendukung dan melayani masyarakat hingga keadaan kembali pulih. Bantuan terus disalurkan, dan kolaborasi antar instansi serta relawan terus diperkuat demi kebaikan bersama.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi

Post a Comment