FPRB Ponorogo Ikuti Apel Siaga Hidrometeorologi
Apel diikuti oleh 365 personil dari berbagai instansi seperti BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial Budaya, Dinas Kesehatan, Linmas, PMI, Pramuka, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan potensi relawan. Bupati Sugiri menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi yang mulai banyak terjadi.
“Statusnya siaga naik sedikit menjadi siaga super. Melalui apel gelar pasukan ini, kita mengecek personel dan peralatan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi,” ujar Sugiri Sancoko.
Bupati juga mengungkapkan rencana pembentukan posko terpadu di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang berfungsi sebagai pusat pemantauan dan penanganan bencana di Ponorogo. “Mitigasi pasca bencana sangat penting. Dengan posko terpadu, penanganan bencana dapat dipercepat,” tambahnya.
Sejak 8 Oktober hingga 23 Oktober 2022, Ponorogo mengalami berbagai bencana seperti banjir di delapan desa, longsor yang memutus jalan antar dusun di Pulung, ambruknya rumah di Sawoo, dan pengungsian ratusan warga akibat tanah gerak di beberapa kecamatan.
Koordinator FPRB Ponorogo, Ir. Muhamad Kujaeny, menyatakan kesiapan FPRB untuk mendukung upaya pemerintah dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.
“Kami siap berkolaborasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Ponorogo menghadapi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Dengan langkah ini, diharapkan ketahanan dan kesiapsiagaan Ponorogo terhadap risiko bencana dapat terus ditingkatkan, melindungi warga dan mengurangi dampak bencana di masa mendatang.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment