Saat Siswa Belajar Menangkap Cerita di Balik Setiap Peristiwa
ANEWS.co, PASURUAN – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda. Karena itu, pelatihan jurnalistik siswa kini tidak lagi dipandang sebagai kegiatan tambahan semata, melainkan bagian dari upaya membangun keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di masa depan. Semangat inilah yang terlihat dalam kegiatan pelatihan jurnalistik bertema “Mencetak Jurnalis Muda yang Kreatif, Komunikatif, dan Inspiratif” yang diikuti 33 siswa di Kiansae, Pandaan, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang menghadirkan pemateri dari Radar Bromo dan Seputar Peristiwa News tersebut memberikan pembekalan mengenai peliputan berita, fotografi dan videografi, hingga desain grafis. Seluruh materi dikemas tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi juga praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses jurnalistik secara utuh.
Lebih dari sekadar belajar menulis berita, para peserta diajak memahami bagaimana sebuah peristiwa memiliki nilai informasi yang penting untuk diketahui publik. Mereka belajar bahwa setiap kegiatan, sekecil apa pun, dapat menjadi cerita yang bermanfaat ketika disampaikan secara benar, akurat, dan bertanggung jawab.
Literasi Bukan Lagi Sekadar Membaca dan Menulis
Perubahan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Jika dahulu informasi didominasi media cetak dan televisi, kini hampir seluruh lapisan masyarakat memperoleh informasi melalui gawai yang berada di genggaman tangan.
Kemudahan ini menghadirkan tantangan baru. Informasi menyebar sangat cepat, namun tidak semuanya benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah literasi memiliki peran yang semakin penting.
Literasi modern tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga menyangkut kemampuan memahami informasi, memverifikasi fakta, mengolah data, kemudian menyajikannya kembali secara tepat kepada masyarakat.
Pelatihan jurnalistik menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kemampuan tersebut sejak usia sekolah. Melalui proses peliputan, siswa dilatih untuk tidak mudah percaya pada sebuah informasi sebelum melakukan pengecekan fakta.
Mereka juga belajar bagaimana menyusun pertanyaan saat wawancara, mengamati peristiwa secara langsung, hingga merangkai fakta menjadi sebuah informasi yang bermanfaat bagi pembaca.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi era digital yang semakin dinamis.
Membekali Keterampilan yang Relevan dengan Zaman
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama yang saling melengkapi.
Materi pertama adalah peliputan berita atau reporting. Pada sesi ini siswa diperkenalkan dengan prinsip dasar jurnalistik, termasuk unsur 5W+1H yang menjadi fondasi dalam penulisan berita.
Peserta belajar bagaimana menentukan fakta utama, mencari narasumber yang relevan, melakukan wawancara, hingga menyusun berita yang informatif dan mudah dipahami.
Materi kedua adalah fotografi dan videografi jurnalistik. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar, menentukan sudut pandang, memilih objek utama, serta menghasilkan dokumentasi yang mampu mendukung isi pemberitaan.
Dalam dunia digital saat ini, visual memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan. Sebuah foto yang baik sering kali mampu menjelaskan situasi lebih cepat daripada deretan kalimat panjang.
Karena itulah kemampuan fotografi dan videografi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jurnalistik modern.
Materi ketiga adalah desain grafis. Peserta dikenalkan dengan teknik dasar membuat konten visual yang menarik untuk kebutuhan publikasi digital.
Kemampuan ini sangat dibutuhkan mengingat sebagian besar informasi kini disebarkan melalui media sosial yang menuntut penyajian konten secara menarik dan mudah dipahami.
Mendorong Siswa Menjadi Produsen Informasi Positif
Kepala MTsN 2 Pasuruan, H. Irvan Fauzi, S.Si., M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin tahunan yang bertujuan mempersiapkan siswa agar mampu mendukung publikasi berbagai kegiatan madrasah.
“Kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin kita laksanakan setiap tahun untuk membekali siswa-siswi pilihan dari madrasah untuk membantu liputan-liputan berita kegiatan yang ada di madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, banyak kegiatan positif yang berlangsung di lingkungan madrasah yang perlu diketahui masyarakat luas. Karena itu, keberadaan siswa yang memiliki kemampuan jurnalistik akan sangat membantu dalam proses dokumentasi dan publikasi.
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung dalam berbagai aktivitas sekolah.
“Ilmu yang kalian dapat nanti bisa kalian terapkan di madrasah. Banyak sekali kegiatan-kegiatan di madrasah tentunya butuh bantuan kalian semuanya untuk meliput, memberikan berita, kemudian dibagikan di media sosial yang ada,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan jurnalistik memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter yang mengajarkan tanggung jawab, ketelitian, dan etika dalam menyampaikan informasi.
Antusiasme Peserta Menjadi Modal Penting
Salah satu peserta yang terlihat sangat antusias adalah Arya Satya Adiyatama, siswa kelas VII.
Bagi Arya, pelatihan ini merupakan kesempatan yang telah lama ia tunggu. Sebelumnya ia sudah memiliki minat di bidang fotografi dan desain grafis.
Ketika mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan jurnalistik, ia merasa sangat senang karena dapat belajar langsung dari para praktisi media.
“Aku senang banget ikut pelatihan jurnalistik ini. Sebelumnya aku sudah punya basic fotografi dan desain grafis, jadi kegiatan ini memang sudah aku tunggu-tunggu. Aku ingin sekali bisa langsung terjun meliput berbagai kegiatan di madrasah setelah mengikuti pelatihan ini,” ungkapnya.
Pernyataan Arya mencerminkan semangat generasi muda yang ingin terus mengembangkan diri melalui berbagai pengalaman belajar di luar kelas.
Antusiasme seperti itulah yang menjadi modal penting dalam proses pembelajaran. Ketika siswa memiliki ketertarikan terhadap suatu bidang, proses penguasaan keterampilan biasanya berlangsung lebih efektif.
Membangun Budaya Informasi yang Sehat
Keberadaan jurnalis muda di lingkungan sekolah membawa dampak positif yang cukup besar.
Mereka tidak hanya bertugas mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya informasi yang sehat.
Melalui proses jurnalistik, siswa belajar menghargai fakta dan memahami pentingnya akurasi informasi. Mereka juga belajar bahwa setiap informasi yang dipublikasikan memiliki tanggung jawab moral kepada pembaca.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika generasi muda sehari-hari berinteraksi dengan media sosial yang memungkinkan informasi menyebar dalam hitungan detik.
Dengan bekal jurnalistik yang baik, siswa dapat menjadi agen informasi positif yang mampu menyebarkan konten edukatif dan bermanfaat.
Investasi Pendidikan Jangka Panjang
Pelatihan jurnalistik sejatinya merupakan investasi pendidikan jangka panjang.
Keterampilan yang dipelajari tidak hanya berguna bagi mereka yang kelak ingin menjadi wartawan. Kemampuan menulis, berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengolah informasi merupakan keterampilan universal yang dibutuhkan di berbagai bidang profesi.
Kemampuan tersebut akan membantu siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun saat memasuki dunia kerja.
Di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat, kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan.
Karena itu, pelatihan jurnalistik tidak hanya melahirkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, rasa percaya diri, serta kemampuan berpikir yang sistematis.
Pada akhirnya, kegiatan ini mengajarkan bahwa setiap peristiwa memiliki cerita yang layak untuk disampaikan. Dan ketika generasi muda mampu menangkap cerita di balik setiap peristiwa, mereka tidak hanya menjadi penulis berita, tetapi juga menjadi bagian dari lahirnya masyarakat yang lebih literat, lebih kritis, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
