Saat PMR Disiapkan Hadapi Karhutla, SMKN 1 Jember Borong Prestasi

ANEWS.co, JEMBER – Ajang Membangun Relawan Tangguh atau AMERTA 2 Jember tidak hanya melahirkan para juara dalam kompetisi kepalangmerahan. Kegiatan yang diselenggarakan Forum Relawan (Forel) PMI Kabupaten Jember di Markas PMI Kabupaten Jember, Sabtu (31/10/2026), juga mempertegas arah baru pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), yakni membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan kemanusiaan sekaligus ancaman lingkungan seperti kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Pada saat yang sama, AMERTA 2 juga menjadi panggung prestasi bagi PMR Wira SMKN 1 Jember. Melalui Tim A yang dikenal dengan nama PRAMAKENSA, sekolah tersebut berhasil keluar sebagai Juara Umum setelah meraih poin tertinggi dari berbagai cabang kompetisi yang diperlombakan.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan PMR di sekolah tidak hanya menghasilkan siswa yang cakap dalam teori kepalangmerahan, tetapi juga melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Lebih jauh, pelaksanaan AMERTA 2 menunjukkan bagaimana PMI Kabupaten Jember berupaya menjawab tantangan zaman. Ketika perubahan iklim mulai memberikan dampak nyata berupa kekeringan, peningkatan risiko kebakaran lahan, serta berbagai ancaman bencana lainnya, organisasi kemanusiaan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu memberikan pertolongan pertama, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
PMR Tidak Hanya Belajar P3K
Kegiatan AMERTA 2 secara resmi dibuka Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, di halaman Markas PMI Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Zainollah menegaskan bahwa peran PMR harus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Menurutnya, anggota PMR memang wajib menguasai materi dasar kepalangmerahan seperti pertolongan pertama, donor darah, kesehatan remaja, dan kesiapsiagaan bencana. Namun bekal tersebut saja tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan masa depan.
"Harapan kami, relawan PMI termasuk PMR di dalamnya, ke depan juga harus siap menjadi relawan penanganan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta aktif sebagai pelopor pelestarian lingkungan," tegas Zainollah.
Pernyataan tersebut menjadi pesan utama dalam pelaksanaan AMERTA 2 tahun ini.
PMI Kabupaten Jember melihat bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan telah menjadi isu yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, anggota PMR perlu dibekali wawasan dan keterampilan agar mampu berkontribusi dalam edukasi lingkungan, mitigasi risiko bencana, serta upaya pelestarian sumber daya alam.
Dengan kata lain, PMR masa depan tidak hanya identik dengan tas pertolongan pertama atau kegiatan donor darah, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.
Ajang Pembinaan Relawan Masa Depan
AMERTA merupakan program pembinaan kapasitas sekaligus kompetisi yang diselenggarakan PMI Kabupaten Jember melalui Forum Relawan PMI Kabupaten Jember.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menguji kemampuan anggota PMR sekaligus memperkuat karakter relawan muda.
Sebanyak 21 kontingen tingkat PMR Wira dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember mengikuti kompetisi tahun ini. Sementara kategori PMR Madya tingkat SMP dan MTs dijadwalkan berlangsung pada Minggu (1/11/2026).
Berbeda dari kompetisi biasa, AMERTA memadukan unsur pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama tim, dan kreativitas.
Para peserta harus menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai bidang yang menjadi materi pokok PMR.
Materi yang dilombakan meliputi Pertolongan Pertama, Kesiapsiagaan Bencana, Gerakan Kepalangmerahan dan Hukum Humaniter Internasional, Kesehatan Remaja, Donor Darah Sukarela, Sanitasi Kesehatan, Kepemimpinan, Cerdas Cermat, hingga Cipta Tandu.
Keseluruhan kategori tersebut dirancang agar peserta memiliki kemampuan yang seimbang antara pemahaman teori dan keterampilan praktik.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan isu-isu lingkungan kontemporer seperti kekeringan dan karhutla yang kini menjadi perhatian banyak daerah di Indonesia.
Ketika Relawan Muda Berkompetisi
Sejak pagi, suasana Markas PMI Kabupaten Jember dipenuhi semangat para peserta.
Masing-masing kontingen hadir membawa identitas sekolah dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam setiap perlombaan.
Pada bidang Pertolongan Pertama misalnya, peserta harus melakukan simulasi penanganan cedera, pembalutan, pembidaian, hingga evakuasi korban.
Di bidang Kesiapsiagaan Bencana, peserta diuji mengenai kemampuan mitigasi risiko, tanggap darurat, serta pemahaman menghadapi ancaman bencana lingkungan termasuk kekeringan dan karhutla.
Sementara pada lomba donor darah dan kesehatan remaja, peserta ditantang untuk memahami bagaimana mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan membangun kesadaran donor darah sejak usia muda.
Kompetisi berlangsung ketat karena setiap sekolah telah mempersiapkan diri melalui latihan yang cukup panjang.
Namun di balik persaingan tersebut, semangat persaudaraan tetap menjadi nilai utama yang ditanamkan dalam kegiatan PMR.
Para peserta tidak hanya saling berkompetisi, tetapi juga saling belajar, bertukar pengalaman, dan membangun jaringan pertemanan baru.
SMKN 1 Jember Raih Puncak Prestasi
Dari seluruh kontingen yang bertanding, PMR Wira SMKN 1 Jember berhasil tampil paling konsisten.
Sekolah tersebut menurunkan dua kontingen sekaligus, yakni Tim A dan Tim B.
Tim A yang menggunakan nama PRAMAKENSA tampil impresif dan berhasil mengumpulkan poin tertinggi hingga dinobatkan sebagai Juara Umum AMERTA 2 Tahun 2026.
Piala Juara Umum diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto, STP, MM., kepada perwakilan tim pada Sabtu malam di halaman Markas PMI Kabupaten Jember.
Bagi Nadia, Ketua PMR Wira SMKN 1 Jember, capaian tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim.
"Keberhasilan ini adalah hasil dari kedisiplinan, kerja keras, serta latihan intensif yang telah dijalani seluruh anggota tim. Kami sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama baik SMKN 1 Jember di podium tertinggi," ujar Nadia.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Disiplin dan Doa Menjadi Kunci
Keberhasilan PMR Wira SMKN 1 Jember tidak datang secara instan.
Pembina PMR Wira SMKN 1 Jember, Felia Novianti, menyebut keberhasilan tersebut lahir dari kombinasi disiplin, latihan yang berkelanjutan, dan dukungan banyak pihak.
Menurutnya, anggota PMR tidak hanya belajar tentang lomba, tetapi juga belajar mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar seluruh aktivitas kepalangmerahan.
"Ini berkat sikap disiplin, kerja keras dan tentu doa semua pihak baik orang tua maupun keluarga besar SMKN 1 Jember," kata Felia.
Ia menilai keberhasilan tersebut harus dimaknai sebagai motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, bukan sekadar kebanggaan karena meraih piala.
Sebab tujuan utama PMR tetaplah membentuk generasi muda yang siap melayani masyarakat.
Daftar Juara Beragam Bidang
Selain penghargaan juara umum, panitia juga mengumumkan para pemenang dari masing-masing kategori lomba.
Juara pertama Cerdas Cermat diraih Talita N dari SMAN 1 Jember.
Kategori Simulasi Pertolongan Pertama dimenangkan SMKN 1 Jember.
Juara Cipta Tandu diraih SMAN Arjasa.
Kategori Kepemimpinan dimenangkan SMAN Balung.
Gerakan Kepalangmerahan menjadi milik SMAN 1 Jember.
Bidang Kesehatan Remaja diraih Nafisa Yuniarni dari MA Nahdlatut Thalabah.
Kategori Donor Darah Sukarela dimenangkan Tim A SMKN 1 Jember.
Sementara Sanitasi Kesehatan dan Kesiapsiagaan Bencana diraih SMAN 2 Jember.
Hasil tersebut menunjukkan kualitas pembinaan PMR yang semakin merata di berbagai sekolah di Kabupaten Jember.
Menyiapkan Relawan Masa Depan
AMERTA 2 pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang menjadi juara.
Kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang PMI Kabupaten Jember untuk menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan.
Ketika suatu saat terjadi bencana, para anggota PMR inilah yang diharapkan menjadi pelopor di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ketika ancaman kekeringan atau karhutla muncul, mereka pula yang diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan dan mitigasi risiko.
Karena itu, keberhasilan AMERTA tidak hanya diukur dari trofi yang dibawa pulang peserta, tetapi dari seberapa besar kepedulian dan semangat kemanusiaan yang tumbuh dalam diri mereka.
Hal itu pula yang menjadi harapan Ketua PMI Kabupaten Jember.
"Kami harap prestasi PMR Wira SMKN 1 Jember menjadi inspirasi siswa yang lain untuk meraih prestasi terbaik. Juga untuk mengobarkan semangat para PMR madya yang akan lomba Minggu 1 November 2026," ujar Zainollah.
Dengan semangat tersebut, AMERTA 2 tidak hanya melahirkan juara kompetisi, tetapi juga menyiapkan relawan-relawan muda yang siap menjadi bagian dari solusi kemanusiaan dan lingkungan di masa depan.
Penulis: Amin
Reporter: Redaksi