HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Di Balik Sertifikasi BNSP, Relawan PMI Kota Malang Siap Layani Lebih Baik



ANEWS.co, MALANG – Sertifikasi BNSP PMI Kota Malang kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pelayanan kemanusiaan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang menyelenggarakan Program Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Tahun 2026 dengan skema Pelaksana Utama Pertolongan Pertama pada Minggu, 1 November 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pusdiklat PMI Kota Malang tersebut mendapat dukungan penuh dari Lembaga Sertifikasi Profesi PMI (LSP-PMI) Pusat dan diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari unsur relawan serta personel yang aktif dalam pelayanan pertolongan pertama.

Pelaksanaan sertifikasi tersebut menjadi langkah strategis PMI Kota Malang dalam memastikan setiap petugas yang terlibat dalam layanan pertolongan pertama memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional.

Menjamin Standar Kompetensi Pelayanan

Pertolongan pertama merupakan salah satu layanan terdepan PMI yang langsung berhubungan dengan keselamatan masyarakat. Dalam berbagai situasi, mulai dari kegiatan masyarakat, kecelakaan lalu lintas, bencana alam hingga kondisi kedaruratan lainnya, petugas PMI sering kali menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan.

Karena itu, kompetensi petugas menjadi faktor penting yang tidak dapat ditawar.

Ketua PMI Kota Malang, Drs. Imam Buchori, M.Si., menegaskan bahwa kualitas pelayanan pertolongan pertama harus terus dijaga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Pertolongan pertama merupakan salah satu layanan unggulan PMI Kota Malang. Oleh karena itu, kualitas pelayanan pertolongan pertama harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan, salah satunya melalui ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kompetensi yang memadai. Melalui kegiatan uji kompetensi ini, PMI Kota Malang ingin memastikan bahwa SDM yang bertugas dalam pelayanan pertolongan pertama benar-benar memiliki kemampuan sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan,” ungkapnya.

Menurut Imam Buchori, sertifikasi bukan hanya menjadi dokumen formal, tetapi juga instrumen pengukuran kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Komitmen PMI dalam Pengembangan SDM

Peningkatan kapasitas relawan dan petugas PMI menjadi kebutuhan yang semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas tantangan kemanusiaan.

Saat ini relawan tidak hanya dituntut mampu memberikan bantuan dasar, tetapi juga harus memahami prosedur keselamatan, komunikasi kedaruratan, asesmen kondisi korban, hingga pengambilan keputusan secara cepat di lapangan.

Melalui sertifikasi kompetensi berbasis standar BNSP, kemampuan tersebut dapat diukur secara objektif melalui proses asesmen yang dilakukan oleh asesor kompeten.

Dengan demikian, masyarakat memperoleh jaminan bahwa petugas yang memberikan pelayanan memang telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Dukungan LSP-PMI Pusat juga menjadi bukti keseriusan PMI dalam membangun sistem pengembangan kapasitas yang terstruktur dan berkelanjutan.

Penting bagi Pelayanan Publik

Keberadaan SDM yang kompeten memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.

Dalam kondisi darurat, beberapa menit pertama sering kali menjadi penentu keselamatan korban. Kemampuan melakukan penilaian kondisi, menghentikan perdarahan, melakukan resusitasi, hingga stabilisasi korban membutuhkan keterampilan yang terlatih.

Melalui sertifikasi kompetensi, PMI Kota Malang memastikan bahwa layanan pertolongan pertama tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga standar kerja yang telah diuji.

Hal tersebut menjadi penting mengingat masyarakat semakin menuntut layanan yang aman, cepat, dan profesional.

Selain itu, standar kompetensi juga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki sistem pelayanan berkualitas.

Pengalaman Positif Peserta

Bagi peserta, sertifikasi ini tidak sekadar menjadi proses penilaian, tetapi juga ruang pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi pribadi.

Ns. Sofie Erina, relawan PMI Kota Malang, mengaku kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan kapasitas dirinya.

“Kegiatan ini sangat membantu saya dalam melengkapi kompetensi saya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi menjadi sarana untuk memastikan kemampuan yang dimiliki relawan sesuai dengan standar nasional sekaligus memperkuat kepercayaan diri saat bertugas di lapangan.

Hal yang sama disampaikan oleh Niko Dwi Prayogi.

“Sangat bermanfaat untuk menunjang relawan PMI Kota Malang, semoga kegiatan ini dapat menjadikan relawan yang berkualitas,” katanya.

Menurutnya, kualitas relawan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pelayanan kemanusiaan.

Meningkatkan Kredibilitas Relawan

Selain meningkatkan kemampuan teknis, sertifikasi kompetensi juga memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kredibilitas individu.

Fanilia Mediyani, relawan PMI Kota Malang, menilai pelaksanaan sertifikasi berlangsung profesional dan memberikan pengalaman berharga.

“Pengalaman yang luar biasa mengikuti sertifikasi BNSP di sini. Materi uji kompetensi sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Asesor bertindak profesional, objektif, dan memberikan banyak masukan membangun. Sangat direkomendasikan untuk rekan-rekan yang ingin meningkatkan kredibilitasnya,” ujar Fanilia.

Pengakuan peserta tersebut menunjukkan bahwa proses asesmen tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kualitas individu melalui umpan balik dari asesor.

Investasi Jangka Panjang Kemanusiaan

Dalam konteks yang lebih luas, sertifikasi kompetensi dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi organisasi kemanusiaan.

Ketersediaan SDM yang memiliki sertifikat kompetensi nasional memungkinkan PMI memiliki basis personel yang lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat.

Hal ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya risiko bencana, kecelakaan, maupun kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan SDM yang kompeten, pelayanan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai standar keselamatan.

Ke depan, PMI Kota Malang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga jumlah personel yang memiliki kompetensi tersertifikasi semakin bertambah.

Melalui Sertifikasi BNSP PMI Kota Malang Tahun 2026 yang didukung LSP-PMI Pusat, organisasi ini kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan pertolongan pertama yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Penulis: PMI Kota Malang
Penulis: Febri Andini

Post a Comment