Tim Ambulans Gabungan di Nganjuk Evakuasi Siswa Diduga Keracunan


ANEWS.coNGANJUK – Kepanikan sempat melanda lingkungan SMA Negeri 3 Nganjuk pada Rabu, 2 September 2026. Puluhan siswa di sekolah tersebut mendadak mengalami keluhan medis secara bersamaan yang diduga kuat akibat keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Penanganan darurat pun langsung dilakukan secara masif dengan mengerahkan armada pelayanan medis dari berbagai instansi lintas sektor di Kabupaten Nganjuk.

Suasana evakuasi berlangsung cepat dan sigap di lapangan sejak sore hari. Sebanyak 10 unit ambulans gabungan dikerahkan secara bergelombang untuk melayani proses rujukan para korban. Armada taktis tersebut terdiri dari ambulans RSD Nganjuk, Public Safety Center (PSC), RS Bhayangkara, PMI Nganjuk, LazisNU, NU Care, Lazismu, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk. Petugas medis dan relawan tampak bergantian memindahkan para siswa, baik yang ditangani langsung dari area SMAN 3 Nganjuk maupun pasien transit dari Puskesmas Nganjuk, untuk segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit rujukan.

Berdasarkan pendataan terbaru hingga sore hari, jumlah sementara siswa SMAN 3 Nganjuk yang diduga keracunan mencapai 49 orang. Para siswa tersebar di beberapa titik penanganan medis, yakni 20 siswa di Puskesmas Begadung, 17 siswa di RSUD Nganjuk, serta 12 siswa di RS Bhayangkara. Apabila masih terdapat siswa yang mengalami gejala susulan, rujukan lanjutan kemungkinan akan diarahkan ke Rumah Sakit Islam.

Aksi tanggap darurat ini bergerak cepat sesaat setelah laporan pertama masuk ke pusat koordinasi. Staf Bidang Pelayanan, Soleh Triatmanto, membeberkan kronologi awal masuknya permohonan bantuan armada medis untuk merujuk para siswa terdampak.

"Informasi awal diterima pukul 14.15 melalui telepon dari puskesmas nganjuk membutuhkan ambulan untuk merujuk dan evakuasi pasien siswa SMAN 3 nganjuk,,dan kami segera menuju lokasi.." kata Soleh Triatmanto.

Kesiapsiagaan personel di lapangan terus dipertahankan meski sebagian besar korban telah terevakuasi ke penanganan medis lanjutan. Petugas tetap disiagakan di area strategis guna mengantisipasi munculnya korban susulan dari pihak siswa.

"Hingga pukul 18.00 petugas stand by untuk berjaga jaga apabila dibutuhkan kembali." tambah Soleh.

Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Hernanto, mengonfirmasi terjadinya insiden tersebut dan menyatakan bahwa proses verifikasi data korban masih terus berjalan secara intensif.

"Benar informasi itu (siswa SMAN 3 diduga keracunan menu MBG). Untuk jumlahnya masih kami verifikasi," ungkap Judy Hernanto.

Sementara itu, Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk, Syamsudin, saat ditemui di RSUD Nganjuk menyampaikan rincian sebaran pasien dan memastikan bahwa gejala utama yang dialami para siswa adalah mual serta muntah-muntah.

"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," ungkap Syamsudin.

Ia menambahkan, 

"Untuk menu belum dapat laporan. Yang jelas gejalanya mual dan muntah," pungkasnya.

Langkah kolaborasi cepat dari seluruh elemen relawan kemanusiaan, pemerintah daerah, dan instansi kesehatan di Nganjuk ini berhasil mempercepat penanganan darurat bagi para siswa, sekaligus mencegah risiko kondisi medis yang lebih buruk.

BERITA 2



Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Tim Ambulans Gabungan di Nganjuk Evakuasi Siswa Diduga Keracunan
  • Tim Ambulans Gabungan di Nganjuk Evakuasi Siswa Diduga Keracunan
  • Tim Ambulans Gabungan di Nganjuk Evakuasi Siswa Diduga Keracunan
  • Tim Ambulans Gabungan di Nganjuk Evakuasi Siswa Diduga Keracunan
  • Tim Ambulans Gabungan di Nganjuk Evakuasi Siswa Diduga Keracunan
  • Tim Ambulans Gabungan di Nganjuk Evakuasi Siswa Diduga Keracunan

Post a Comment