43 Siswa SLB di Sikka Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Gempa dan Bantuan Logistik

Sebanyak 43 siswa SLB Bimbingan Kasih Paga mendapat edukasi kesiapsiagaan gempa dan dukungan logistik selama masa pemulihan.

ANEWS.co, SIKKA – Sebanyak 43 siswa berkebutuhan khusus di SLB Bimbingan Kasih Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, mendapat edukasi kesiapsiagaan gempa yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Pendampingan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan logistik pada Kamis (24/9/2026).

SLB Bimbingan Kasih Paga melayani pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan 15 tenaga pendidik. Para siswa memiliki beragam kebutuhan khusus, di antaranya tunagrahita, tunadaksa, tunarungu, autisme, tunaganda, Down syndrome, dan tunawicara.

Edukasi diberikan sekitar dua minggu setelah gempa. Relawan PMI Kabupaten Sikka bersama guru menggunakan metode sederhana dan interaktif agar materi kesiapsiagaan lebih mudah dipahami siswa.

Siswa diajak mengenali gempa serta mempraktikkan langkah yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan diri. Materi juga mencakup perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk praktik enam langkah mencuci tangan serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Metode pembelajaran dilengkapi gerakan, praktik, dan lagu bertema gempa untuk membantu siswa mengingat materi yang disampaikan.

Kepala SLB Bimbingan Kasih Paga, Asensius Athanasius, mengatakan metode penyampaian perlu mempertimbangkan perbedaan kemampuan setiap anak.

“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki cara memahami sesuatu yang berbeda-beda. Dengan adanya edukasi dari PMI, terutama melalui praktik dan lagu, kami lebih mudah mengajak anak-anak memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun bagaimana menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” ujar Asensius.

Menurutnya, edukasi kesiapsiagaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing siswa.

Selain edukasi, PMI Kabupaten Sikka pada Kamis menyalurkan bantuan logistik ke sekolah tersebut. Bantuan itu merupakan dukungan dari PMI Sumatera Utara dan PT Musim Mas.

Logistik yang disalurkan meliputi beras, telur, minyak goreng, mi instan, sarden, gula pasir, Energen, sabun mandi, sabun cuci, serta susu UHT kemasan satu liter.

Staf PMI Kabupaten Sikka, Arnollado, mengatakan metode edukasi disesuaikan dengan kemampuan siswa agar informasi mengenai kesiapsiagaan lebih mudah diterima.

“Edukasi tentang gempa dan cara menyelamatkan diri penting diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka. Karena itu, kami bersama guru menggunakan metode yang sederhana, seperti praktik, gerakan dan lagu, agar pesan yang diberikan lebih mudah diterima,” ujar Arnollado. 

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • 43 Siswa SLB di Sikka Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Gempa dan Bantuan Logistik
  • 43 Siswa SLB di Sikka Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Gempa dan Bantuan Logistik
  • 43 Siswa SLB di Sikka Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Gempa dan Bantuan Logistik
  • 43 Siswa SLB di Sikka Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Gempa dan Bantuan Logistik
  • 43 Siswa SLB di Sikka Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Gempa dan Bantuan Logistik
  • 43 Siswa SLB di Sikka Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Gempa dan Bantuan Logistik

Post a Comment