Pascagempa Ngada, 109 Siswa Dapat Pendampingan Psikososial di Sekolah Darurat
ANEWS.co, NGADA – Sebanyak 109 siswa SMP di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mendapat layanan dukungan psikososial pascagempa, Kamis (24/9/2026). Pendampingan dilakukan di dua sekolah di Kecamatan Bajawa dan Golewa.
Tim Psychosocial Support Service (PSS) dan Promosi Kesehatan PMI Kabupaten Ngada mendatangi SMPK St. Agustinus Langa di Kecamatan Bajawa dan SMPN 5 Paubuku di Kecamatan Golewa.
Kegiatan berlangsung pertama di SMPK St. Agustinus Langa pada pukul 09.15 hingga 11.00 WITA. Tim kemudian melanjutkan pelayanan ke SMPN 5 Paubuku pada pukul 11.45 hingga 13.15 WITA.
Pendampingan dilakukan ketika sebagian kegiatan belajar-mengajar belum dapat berlangsung di ruang kelas. Para siswa masih mengikuti pembelajaran di tenda darurat yang dibangun bersama PMI Kabupaten Ngada.
Tim memberikan sejumlah permainan yang melatih konsentrasi serta kuis interaktif untuk membantu siswa kembali mengikuti kegiatan belajar setelah gempa.
“Kunjungan langsung ini kami lakukan untuk memastikan adik-adik tetap bisa tersenyum dan terhibur meskipun saat ini aktivitas belajar masih harus berlangsung di tenda shelter darurat. Melalui permainan interaktif dan kuis, kami ingin memacu kembali semangat serta konsentrasi belajar mereka,” kata perwakilan tim pendamping.
Pendampingan tidak hanya diberikan kepada siswa. Tim juga berdiskusi dengan para guru mengenai psikoedukasi dan pendampingan anak pada masa pemulihan setelah bencana.
Kegiatan tersebut didampingi Koordinator Layanan I Ketut Sassu Budi Satwam yang mendapat penugasan dari PMI Pusat.
Pendampingan psikososial menjadi bagian dari penanganan pascabencana yang menyasar kondisi psikologis dan aktivitas keseharian anak, termasuk proses mereka kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.
Post a Comment