Sinergi CSR Sektor Industri Sawit dan Multifinance: Musim Mas Group Salurkan Bantuan Pokok untuk Korban Gempa Nagekeo
ANEWS.co, NAGEKEO – Keterlibatan dunia usaha dalam merespons krisis sosial pascabencana alam merupakan perwujudan nyata dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan. Menyadari bahwa pemulihan ekonomi lokal di daerah bencana memerlukan stimulus eksternal, perusahaan multinasional terkemuka di bidang industri minyak kelapa sawit, Musim Mas Group, bersama anak usahanya PT Mega Surya Mas (MSM), merealisasikan program kepedulian korporasi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (12/9/2026).
Dalam aksi korporasi yang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara ini, pihak perusahaan mengalokasikan anggaran logistik pangan untuk menyalurkan 100 paket sembako premium bagi masyarakat yang berada di posko pengungsian Desa Tendakinde, Dusun Kaburea. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi risiko sosial ekonomi guna menjaga daya beli dan ketersediaan pangan masyarakat lapis bawah pascagempa.
Dunia usaha memandang bahwa stabilitas ekonomi sebuah daerah yang tertimpa bencana tidak akan dapat bangkit jika kebutuhan paling mendasar dari para pelaku ekonomi mikro (masyarakat) belum terpenuhi. Oleh karena itu, investasi sosial berupa bantuan pangan pokok dinilai sebagai fondasi awal sebelum melangkah ke tahap rekonstruksi ekonomi komersial.
Zulfadli Lubis, selaku perwakilan dari ikatan kemitraan PMI Sumatra Utara, menilai langkah yang diambil oleh Musim Mas Group merupakan contoh nyata bagaimana sektor industri berskala besar dapat memberikan dampak instan pada penanganan krisis. "Dukungan berkelanjutan dari sektor bisnis memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi di lapangan. Sektor swasta memiliki efisiensi logistik yang sangat baik untuk mendukung pemulihan pascabencana yang saat ini masih berjalan intensif di NTT," kata Zulfadli.
Langkah taktis sektor privat ini mendapat respons positif dari otoritas penanggulangan bencana daerah. Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengemukakan bahwa kehadiran investasi sosial korporasi dari luar wilayah NTT menunjukkan tingkat kepercayaan dan kolaborasi bisnis-kemanusiaan yang sangat matang di Indonesia.
“Kontribusi aktif dari dunia usaha seperti Musim Mas Group sangat membantu meringankan beban anggaran daerah dalam pengelolaan logistik pengungsi. Kerusakan akibat gempa bumi sering kali melumpuhkan pasar tradisional dan jalur ekonomi mikro warga. Dengan adanya pasokan sembako gratis dari korporasi ini, tekanan ekonomi yang dihadapi oleh para pengungsi di Tendakinde dapat dikurangi secara signifikan,” sebut Kristianus.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT Musim Mas dan PT Mega Surya Mas, Siswondo, mengonfirmasi bahwa aksi filantropi perusahaan ini bukan sekadar program jangka pendek, melainkan komitmen jangka panjang yang telah dibangun sejak fase awal tanggap darurat pada pertengahan Agustus lalu.
“Bagi kami di dunia usaha, kesehatan finansial perusahaan harus berjalan selaras dengan kepedulian sosial di lingkungan nasional. Paket yang kami salurkan terdiri dari beras, telur, susu, makanan, dan sabun mandi. Nilai utama dari program CSR ini bukan sekadar pada kalkulasi nominal barangnya, melainkan pada komitmen kebersamaan dan pendampingan berkelanjutan kami agar masyarakat terdampak bisa segera pulih, sehat, dan kembali produktif secara ekonomi,” tegas Siswondo.
Dampak langsung terhadap perputaran konsumsi rumah tangga dirasakan oleh Waliadi (60), seorang pengungsi setempat yang kini terbantu dalam menjaga ketahanan pangan domestiknya tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun. "Bantuan ini mengamankan dapur kami sehingga modal yang tersisa bisa kami tabung untuk perbaikan rumah nanti," akunya.
Melalui komitmen CSR yang kuat dan terarah dari Musim Mas Group ini, sektor industri membuktikan peran strategisnya sebagai pilar penyangga sosial-ekonomi nasional yang siap bergerak cepat di masa-masa krisis.
Penulis: Hafiid
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment