Sentuhan Kemanusiaan dari Sumatra untuk Nagekeo: PMI Sumut dan Musim Mas Salurkan Sembako di Tenda Pengungsian
ANEWS.co, NAGEKEO – Jarak ribuan kilometer tidak menjadi penghalang bagi tumbuhnya rasa persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan. Kepedulian mendalam bagi warga terdampak bencana alam gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir deras. Di tengah situasi pemulihan yang masih berlangsung di area pengungsian, bantuan nyata dari wilayah barat Indonesia hadir membawa secercah harapan dan kehangatan bagi masyarakat setempat pada Sabtu (12/9/2026).
Gerakan kemanusiaan ini dimotori oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara yang berkolaborasi dengan Musim Mas Group dan PT Mega Surya Mas (MSM). Sinergi ini diwujudkan lewat aksi nyata berupa penyaluran 100 paket bahan pangan pokok (sembako) yang ditujukan langsung bagi para pengungsi yang bertahan di Desa Tendakinde, Dusun Kaburea, Kabupaten Nagekeo. Langkah ini difokuskan untuk meringankan beban konsumsi harian masyarakat selama menjalani masa-masa sulit pascabencana.
Perwakilan PMI Provinsi Sumatera Utara, Zulfadli Lubis, menyatakan bahwa aksi ini murni didorong oleh rasa empati kolektif sebagai sesama anak bangsa. Baginya, penderitaan yang dirasakan oleh warga NTT merupakan duka bersama yang harus diringankan secara gotong royong tanpa memandang sekat geografis. Kebutuhan pangan darurat dinilai menjadi prioritas paling mendasar saat ini.
“Bantuan yang dikirimkan ini merupakan bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat yang hingga kini masih harus berada di pengungsian. Kita tahu masa pemulihan membutuhkan waktu, dan dukungan pangan pokok seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung. Mudah-mudahan ini bisa sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian mereka,” tutur pria yang akrab disapa Dzoel tersebut saat meninjau lokasi pengungsian.
Apresiasi mendalam datang dari Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo. Dirinya menegaskan bahwa kehadiran para relawan dan donatur dari luar pulau bukan sekadar perkara bantuan logistik fisik semata. Lebih dari itu, kedatangan mereka memuat pesan moral yang sangat kuat bahwa masyarakat Nagekeo tidak berjalan sendirian dalam melewati fase krisis ini.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh rekan-rekan PMI Sumatra Utara bersama Musim Mas Group. Bantuan seperti ini sangat berarti karena roda kebutuhan hidup di pengungsian terus berjalan setiap harinya. Perhatian yang tulus ini memberikan dorongan semangat spiritual yang besar bagi warga untuk tetap tegar dan optimis menghadapi masa pemulihan,” jelas Kristianus dengan penuh haru.
Sisi humanis dari aksi sosial ini kian terasa ketika perwakilan PT Musim Mas dan PT Mega Surya Mas, Siswondo, ikut berbaur langsung di bawah terpal pengungsian warga. Ia menekankan bahwa esensi dari misi ini adalah kemitraan emosional dan kebersamaan, bukan sekadar kalkulasi nilai barang yang diserahkan. Perusahaan berkomitmen mendampingi masyarakat sejak awal masa tanggap darurat.
“Jika hari ini kita bisa duduk bersama di bawah tenda sederhana ini dan menikmati apa yang ada, kita harus bersyukur atas nikmat kebersamaan. Ini adalah cerita tentang konsistensi kami mendampingi warga sejak pertengahan Agustus lalu hingga saat ini. Kami membawa kebutuhan dasar berupa beras, telur, susu, makanan, dan sabun. Harapan terbesar kami adalah melihat masyarakat di sini tetap sehat, menjaga semangat, dan selalu optimis menatap hari esok,” ungkap Siswondo hangat.
Ungkapan rasa syukur juga mengalir dari salah satu penerima manfaat, Waliadi (60). Lansia tangguh asal Desa Tendakinde ini menuturkan bahwa paket sembako tersebut menjadi penyambung hidup yang sangat berarti bagi keluarga kecilnya. Di usia senjanya, ia harus berjuang menghidupi cucunya di dalam fasilitas pengungsian darurat.
“Bantuan sembako ini akan langsung saya gunakan untuk keperluan dapur di rumah darurat kami. Kebetulan saat ini saya hanya tinggal berdua bersama cucu saya, sehingga pasokan beras dan telur ini sangat meringankan beban saya untuk beberapa minggu ke depan,” kata Waliadi sambil tersenyum.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa di balik tumpukan paket sembako, ada nilai kemanusiaan universal yang mengikat bangsa ini. Solidaritas dan kebersamaan menjadi obat penawar duka yang ampuh bagi warga Nagekeo dalam melangkah menuju pemulihan total.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment