Respons Gempa Flores: PMI Perkuat Edukasi Kesehatan untuk Mencegah Risiko Penyakit Pascabencana
ANEWS.co, NGADA – Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bantuan darurat, tetapi juga upaya mencegah munculnya krisis kesehatan di tengah masyarakat terdampak. Dalam respons gempa Flores 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat edukasi kesehatan bagi warga di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selama empat hari, 7-10 September 2026, tim PMI menjangkau 298 warga melalui promosi kesehatan di sejumlah desa dan lingkungan pendidikan yang terdampak gempa.
Edukasi yang diberikan mencakup pencegahan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta praktik enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Layanan tersebut didukung oleh PMI Provinsi Bali melalui PMI Kabupaten Tabanan yang mengirimkan dua tenaga kesehatan, yakni Ns. I Putu Edi Pratama, S.Kep dan I Gede Arya Adi Gunawan, S.Kep.
Kegiatan dimulai di Desa Ite Jaya, Kecamatan Riung, dengan menjangkau 86 warga. Program kemudian berlanjut ke Desa Tadho dan Dusun Bekek sebelum akhirnya menyasar lingkungan pendidikan di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, yang diikuti 95 peserta dari STKIP, SMP, dan SD Citra Bakti.
Selain penyuluhan langsung, PMI juga membagikan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) agar materi kesehatan dapat dipelajari dan diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Staf Markas PMI Kabupaten Tabanan, I Gede Arya Adi Gunawan, menjelaskan bahwa promosi kesehatan menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan karena risiko penyakit sering meningkat setelah bencana terjadi.
“Yang kita kerjakan di sini sesuai dengan penugasan pusat, yaitu promosi kesehatan tentang gigitan hewan penular rabies, diare, ISPA, PHBS, dan cuci tangan. Kita juga melakukan praktik cuci tangan,” kata Arya.
Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif bersama tim kesehatan, logistik, dan unsur pendukung lainnya di lapangan.
Meski harus menempuh perjalanan panjang menuju sejumlah lokasi pelayanan, tim PMI tetap berupaya memastikan masyarakat memperoleh akses informasi kesehatan yang memadai.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pencegahan penyakit dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat selama masa pemulihan pascagempa. Bagi masyarakat terdampak, edukasi kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun ketahanan komunitas sekaligus mengurangi risiko munculnya masalah kesehatan baru setelah bencana.
Post a Comment