Relawan Palang Merah Jepang Terpukau Semangat PMR Jember, Tinjau Langsung ABHINAYA 2026
|
ANEWS.co, JEMBER – Gelaran Ajang Humanitas dan Inovasi Palang Merah Remaja Madya atau ABHINAYA 2026 SMKN 1 Jember mendapat perhatian tamu internasional. Dua relawan Japanese Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah Jepang, Sena Hasegawa dan Kaori, hadir langsung menyaksikan aktivitas ratusan relawan muda di SMKN 1 Jember, Sabtu (12/9/2026).
Kedatangan dua relawan Palang Merah Jepang tersebut memberikan warna berbeda dalam pelaksanaan ABHINAYA tahun ini. Sena dan Kaori berkesempatan melihat secara langsung bagaimana anggota Palang Merah Remaja (PMR) Madya di Kabupaten Jember mengasah kemampuan dan pengetahuan kepalangmerahan melalui kompetisi.
Sebanyak 315 anggota PMR Madya yang berasal dari berbagai SMP dan MTs se-Kabupaten Jember ambil bagian dalam ABHINAYA 2026. Mereka menunjukkan kemampuan dalam sejumlah cabang perlombaan yang menguji pengetahuan, keterampilan, ketangkasan, serta kerja sama tim.
Dalam kunjungannya, Sena Hasegawa dan Kaori didampingi jajaran PMI Kabupaten Jember, yakni Sekretaris PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi, Kabid Penanggulangan Bencana Narto, serta Kepala Markas PMI Kabupaten Jember Imam Muslim Al Hariri.
Turut mendampingi dari pihak sekolah, Waka Kurikulum SMKN 1 Jember Dwi Wahyuni, S.Sos., M.M., serta Pembina PMR Wira SMKN 1 Jember Felia Novianti.
Rombongan kemudian berkeliling ke sejumlah lokasi perlombaan. Dua relawan Jepang tersebut melihat dari dekat bagaimana peserta mengikuti Simulasi Pertolongan Pertama, Olimpiade Palang Merah, Cipta Tandu, hingga berbagai pos travelling yang menguji keterampilan kepalangmerahan.
Tak hanya menyaksikan persaingan, kunjungan itu sekaligus membuka ruang interaksi antara relawan kemanusiaan lintas negara dengan generasi muda PMR di Jember.
Terpukau Semangat Pelajar Jember
Melihat langsung jalannya kegiatan, Sena Hasegawa mengaku terkesan dengan semangat yang ditunjukkan para pelajar. Menurutnya, kemampuan dan keseriusan generasi muda dalam mempelajari berbagai keterampilan kepalangmerahan menjadi pengalaman menarik dalam kunjungannya.
“Semangat dan profesionalisme yang ditunjukkan para pelajar Indonesia dalam menguasai teknik kepalangmerahan patut diacungi jempol dan memberikan warna tersendiri dalam pertukaran pengalaman kemanusiaan ini,” kata Sena dalam bahasa Inggris.
Apresiasi tersebut menjadi momen istimewa bagi para peserta. Sebab, keterampilan yang selama ini mereka pelajari dan praktikkan dalam kegiatan PMR dapat disaksikan secara langsung oleh relawan dari organisasi Palang Merah negara lain.
Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menyambut positif kehadiran Sena dan Kaori di tengah pelaksanaan ABHINAYA 2026.
Menurut Ghufron, perjumpaan antara relawan Palang Merah Jepang dan anggota PMR di Jember memiliki nilai penting dalam membangun jejaring persahabatan kemanusiaan lintas negara.
Momen tersebut juga diharapkan memberikan motivasi tambahan kepada generasi muda untuk semakin serius meningkatkan kemampuan kepalangmerahan.
“Tidak hanya mempererat jejaring persahabatan internasional, tetapi juga memotivasi para peserta PMR Madya untuk tampil maksimal dan mendunia,” ujar Ghufron.
Jadi Ruang Belajar Generasi Muda
Pihak SMKN 1 Jember juga menyambut positif kehadiran dua relawan Palang Merah Jepang dalam kegiatan tersebut.
Waka Kurikulum SMKN 1 Jember, Dwi Wahyuni, menilai ABHINAYA bukan semata-mata tempat berkompetisi untuk menentukan juara. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun mental dan karakter sebagai relawan kemanusiaan.
“Keterlibatan tokoh-tokoh penting serta kehadiran relawan asing membuktikan bahwa ABHINAYA 2026 SMKN 1 Jember sukses menjadi ruang belajar dan menempa mental tangguh bagi generasi muda kemanusiaan,” ujar Dwi.
Kehadiran Sena Hasegawa dan Kaori akhirnya membuat ABHINAYA 2026 memiliki dimensi yang lebih luas. Dari sebuah kompetisi PMR tingkat Madya, kegiatan tersebut menjadi titik perjumpaan relawan muda Jember dengan relawan kemanusiaan dari Jepang.
Bagi ratusan peserta, kunjungan itu sekaligus memperlihatkan bahwa nilai-nilai dasar gerakan Palang Merah, seperti kemanusiaan, kesukarelaan, persahabatan, serta kepedulian terhadap sesama, dapat mempertemukan relawan dari latar belakang bahasa dan negara yang berbeda.
Dari Jember, semangat kemanusiaan para pelajar pun mendapatkan kesempatan untuk bersentuhan dengan pengalaman relawan dari dunia internasional.
Post a Comment