PMI Ngada Percepat Pemulihan Gempa Flores, Bangun Selter dan Kelas Darurat di 12 Kecamatan
Langkah tersebut dilakukan karena masih banyak masyarakat yang menghadapi berbagai kesulitan pascagempa, mulai dari kerusakan rumah, keterbatasan fasilitas kesehatan, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di pengungsian.
Ketua PMI Kabupaten Ngada, Romilus Juji, mengatakan PMI sejak awal bencana langsung berkoordinasi dengan Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Ngada, BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai unsur terkait lainnya untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara cepat dan terintegrasi.
“PMI Ngada sejak awal kejadian bencana telah berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Romilus.
Assessment Temukan Kebutuhan Mendesak
Sebagai langkah awal, PMI menerjunkan relawan untuk melakukan assessment dan pendataan di 12 kecamatan terdampak.
Hasil pendataan menunjukkan kebutuhan masyarakat tidak lagi sebatas bantuan darurat. Banyak warga membutuhkan hunian sementara karena rumah mereka mengalami kerusakan, sementara anak-anak memerlukan ruang belajar pengganti akibat terganggunya fasilitas pendidikan.
Selain itu, sebagian warga masih memilih tinggal di pengungsian karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan dan kondisi bangunan yang belum dinyatakan aman.
Menurut Romilus, kondisi tersebut membutuhkan respons yang lebih luas daripada sekadar distribusi logistik.
“Fokus kami bukan hanya bantuan darurat, tetapi memastikan masyarakat dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih aman dan bermartabat,” katanya.
Selter dan Bantuan Darurat Disiapkan
Berdasarkan hasil assessment tersebut, PMI menyalurkan berbagai bantuan berupa tenda, terpal, tikar, kelambu, family kit, serta hygiene kit kepada masyarakat terdampak.
PMI juga mendukung pembangunan selter dan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Keberadaan selter menjadi penting karena banyak keluarga belum dapat kembali menempati rumah mereka.
“Selter menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi warga yang belum dapat kembali ke rumah mereka,” ujar Romilus.
Layanan Kesehatan Tetap Berjalan
Di bidang kesehatan, PMI memperkuat pelayanan di sejumlah titik terdampak melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan dasar, pemantauan kelompok rentan, dan edukasi kesehatan masyarakat.
Kelompok yang menjadi prioritas pelayanan meliputi lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, serta warga yang memiliki penyakit kronis.
Selain itu, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Ngada juga terus memastikan ketersediaan stok darah selama masa tanggap darurat dan pemulihan agar pelayanan medis di fasilitas kesehatan tidak terganggu.
Kelas Darurat untuk Anak-anak
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian PMI adalah terganggunya aktivitas pendidikan.
Untuk itu, PMI mendukung penyelenggaraan kelas darurat bagi siswa yang sekolahnya terdampak gempa.
Kelas darurat menjadi solusi sementara agar anak-anak tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar sambil menunggu perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak.
PMI menilai keberlangsungan pendidikan merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana karena membantu anak-anak kembali memiliki rutinitas dan mengurangi dampak psikologis akibat gempa.
Masyarakat Sambut Positif
Kehadiran PMI di berbagai wilayah mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, keberadaan relawan PMI dinilai memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih menghadapi trauma pascabencana.
Pemerintah desa dan aparat kecamatan juga mengapresiasi langkah PMI yang cepat merespons kebutuhan masyarakat sekaligus aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Fokus pada Pemulihan Jangka Panjang
Memasuki fase recovery, PMI Ngada menegaskan akan terus mendampingi masyarakat melalui layanan kesehatan, dukungan psikososial, hunian sementara, dan penguatan ketahanan masyarakat.
“Kami akan terus hadir bersama masyarakat hingga proses pemulihan berjalan dengan baik dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal,” kata Romilus.

Post a Comment