PMI Nagekeo Salurkan 15.000 Liter Air Bersih, Menjaga Kebutuhan Warga Kaburea Pascagempa
ANEWS.co, NAGEKEO - Di tengah proses pemulihan setelah gempa besar yang mengguncang Flores, kebutuhan paling mendasar masyarakat masih menjadi perhatian. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo kembali menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada masyarakat Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowawe, Kabupaten Nagekeo.
Gempa utama yang menjadi awal rangkaian bencana tersebut terjadi pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 dengan episenter di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas tektonik Flores Back-Arc Thrust. [content.bmkg.go.id], [content.bmkg.go.id]
Hampir satu bulan setelah gempa utama, persoalan masyarakat tidak berhenti pada kerusakan fisik. Ketersediaan air menjadi bagian penting dalam mempertahankan kehidupan sehari-hari.
Di Kaburea, 15.000 liter air yang disalurkan PMI dimanfaatkan untuk mandi, cuci, kakus (MCK), memasak, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Surrianto, salah seorang warga Dusun Kaburea, mengatakan kehadiran bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat.
"Bantuan air bersih dari PMI sangat membantu masyarakat. Air ini kami gunakan untuk MCK, memasak, dan kebutuhan sehari-hari. Kami berterima kasih kepada PMI yang terus membantu masyarakat," ujar Surrianto.
Cerita Kaburea merupakan bagian dari operasi kemanusiaan yang lebih luas di Nagekeo. Pada 3 September 2026, misalnya, PMI dilaporkan mendistribusikan 20.000 liter air bersih ke Marapokot, Nggolonio, dan Aeramo. Dari 25 Agustus hingga 3 September, sedikitnya 120.000 liter telah disalurkan untuk sejumlah wilayah terdampak dan kebutuhan posko. [metroglobalnews.id], [metroglobalnews.id]
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menegaskan pelayanan tersebut akan diteruskan sepanjang masih dibutuhkan masyarakat.
"PMI akan terus membantu masyarakat terdampak gempa, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Selama masih dibutuhkan, kami akan berupaya memberikan pelayanan sesuai kondisi di lapangan," kata Kristianus.
Distribusi air juga sejalan dengan respons bersama yang telah berjalan sebelumnya. CARE Indonesia bersama PMI Nagekeo merencanakan distribusi 15.000 liter air bersih per hari mulai 24 Agustus selama 60 hari, dengan proyeksi total hingga 900.000 liter dan pelayanan kebutuhan dasar sekitar 1.000 penyintas per hari. [careindonesia.or.id], [reliefweb.int]
Di balik angka ribuan liter itu ada kebutuhan sehari-hari keluarga terdampak. Air diperlukan untuk memasak, menjaga kebersihan tubuh, mencuci, dan mempertahankan sanitasi lingkungan.
Karena itu, bagi masyarakat Kaburea, tangki air yang tiba bukan hanya membawa bantuan material. Kehadirannya menjadi bagian dari solidaritas kemanusiaan ketika warga berusaha kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Post a Comment