Dira Cakti Sewana, Semangat 40 Siswa SMAN 3 Magetan Menjadi Kader PMR Tangguh
ANEWS.co, MAGETAN – Menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) bukan hanya tentang memahami keterampilan dasar kepalangmerahan. Di dalamnya juga terdapat proses belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mampu bekerja bersama orang lain, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Semangat itulah yang dibangun dalam Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) PMR Wira SMA Negeri 3 Magetan pada 11–12 September 2026. Sebanyak 40 siswa kelas XI mengikuti kegiatan selama dua hari tersebut sebagai bagian dari persiapan regenerasi kepengurusan PMR.
LPK tahun ini membawa tema “Dira Cakti Sewana”. Tiga kata tersebut menjadi gambaran karakter yang hendak dikembangkan melalui proses pembinaan anggota PMR.
Dira berarti bijaksana, berani, dan andal. Cakti memiliki makna tangguh serta mempunyai kekuatan dan keterampilan. Adapun Sewana bermakna pengabdian kepada sesama.
Tema itu menjadi semangat untuk mempersiapkan kader PMR yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga mempunyai keterampilan dan dedikasi dalam pelayanan kemanusiaan.
Ketua Panitia LPK PMR Wira SMA Negeri 3 Magetan, Anggun, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan calon pengurus PMR yang baru.
“Kegiatan LPK ini dilaksanakan untuk melatih para calon pengurus PMR yang baru tentang pengembangan kepemimpinan, dan untuk memilih calon ketua yang baru,” ujar Anggun.
Menjadi calon pengurus membuat para peserta perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tanggung jawab dalam organisasi. Karena itu, selama kegiatan mereka memperoleh pembelajaran mengenai komunikasi, kerja sama, kemampuan mengambil keputusan, serta tanggung jawab.
Materi diberikan oleh guru SMA Negeri 3 Magetan bersama fasilitator dari PMI. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami bagaimana memimpin, tetapi juga mengembangkan kecakapan yang berkaitan dengan kegiatan PMR.
Pembina PMR SMA Negeri 3 Magetan, Dina Asmaningtias Puti, menilai pengembangan jiwa kepemimpinan dan kecakapan dasar PMR sama-sama menjadi bagian penting dalam proses pembinaan anggota.
“Tujuan diadakan LPK untuk melatih jiwa kepemimpinan anak-anak di organisasi PMR dan mengembangkan ilmu selain kepemimpinan itu sendiri, kecakapan atau ilmu-ilmu dasar di PMR itu sendiri,” kata Dina Asmaningtias Puti.
Bagi para calon pengurus, rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar mengambil peran di dalam kelompok. Mereka juga belajar membangun komunikasi dan kerja sama serta memahami bahwa setiap tugas dalam organisasi membawa tanggung jawab yang harus dijalankan.
Pembelajaran itu menjadi bekal dalam proses regenerasi PMR Wira SMA Negeri 3 Magetan. Pergantian kepengurusan diharapkan tidak berhenti pada perubahan struktur, tetapi juga melahirkan anggota yang siap meneruskan kegiatan organisasi dan nilai pengabdian kepada sesama.
Setelah berlangsung selama dua hari, rangkaian LPK berakhir dengan apel penutupan pada 12 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Negeri 3 Magetan selaku pembina apel mengingatkan peserta bahwa berakhirnya LPK justru menjadi awal untuk menerapkan apa yang telah dipelajari.
“Setelah kegiatan 2 hari ini tidak selesai begitu saja, tapi yang paling penting aksi nyata setelah kegiatan ini,” pesan Kepala SMA Negeri 3 Magetan.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan selama mengikuti pelatihan. Nilai kepemimpinan justru dapat terlihat ketika peserta kembali menjalani aktivitas di sekolah, berinteraksi dengan sesama, serta melaksanakan tugas dalam organisasi PMR.
Melalui “Dira Cakti Sewana”, para peserta membawa semangat untuk menjadi kader yang bijaksana dan berani mengambil tanggung jawab, sekaligus tangguh dan memiliki keterampilan. Di atas semua itu, nilai pengabdian kepada sesama menjadi bagian yang diharapkan terus tumbuh ketika mereka melanjutkan perjalanan sebagai anggota maupun calon pengurus PMR Wira SMA Negeri 3 Magetan.
Penulis: Rekayasa
Editor: Redaksi
Post a Comment