PMR MINU Lumpur Tanamkan Kepedulian Sejak Dini
Dalam
kegiatan tersebut, anggota PMR akan diajak melihat kondisi lingkungan sekaligus
melakukan aksi bersih-bersih di kawasan yang menjadi salah satu lokasi yang
dikunjungi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran bahwa
upaya mengurangi risiko bencana dapat dilakukan melalui tindakan sederhana di
lingkungan sekitar.
Pelatih
PMR MINU Lumpur Gresik, Nasyifa Sofi, menjelaskan bahwa kegiatan OutClass
dirancang untuk menghubungkan materi yang diberikan dalam latihan dengan
kondisi nyata di lingkungan sekitar sekolah.
“Di
sela materi, ada OutClass. Kami pergi ke Gladak Kanan Kiring, di sana ada
tempat perikanan dan juga banyak sampah karena banyak orang datang membawa
makanan dari luar,” ujar Nasyifa.
Menurutnya,
anggota PMR akan dilibatkan dalam kegiatan membersihkan sampah di kawasan
tersebut. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan peduli
lingkungan sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada anggota PMR mengenai
penerapan materi mitigasi bencana.
Kaur
Kesiswaan MINU Lumpur Gresik, Nurul Aliyah, mengapresiasi pembinaan PMR yang
dinilai mampu mendorong siswa menerapkan nilai kepedulian dalam kehidupan
sehari-hari.
“Dengan
adanya PMR, meskipun ada yang bertugas sebagai dokter kecil, itu memengaruhi
teman dan lingkungannya untuk ikut peduli. Ketika ada temannya yang sakit,
mereka bisa membantu mengantarkan ke UKS,” katanya.
Pembinaan
tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PMR di MINU Lumpur Gresik tidak hanya
diarahkan pada penguasaan keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga pembentukan
karakter peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Melalui
latihan rutin dan kegiatan lapangan, anggota PMR diharapkan mampu menerapkan
nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari
upaya meningkatkan kesadaran lingkungan di sekitar sekolah.
Post a Comment