PMI Ajak Siswa Jadi Pahlawan Donor Darah di Banjarnegara
PMI Banjarnegara mengajak ribuan siswa SMKN 1 Bawang menjadi relawan donor darah demi wujudkan Gen Z peduli
Sekretaris PMI Kabupaten Banjarnegara, Drs. Titho Agus Wigono, M.Si, menjelaskan bahwa Generasi Z (Gen Z) merupakan agen masa depan yang perlu mendapat sentuhan edukasi agar dapat berperilaku hidup sehat. Kehadiran PMI di tengah lingkungan sekolah menjadi langkah strategis untuk menanamkan kepedulian sosial sejak dini.
“Salah satunya yakni dengan menjadi relawan donor darah yang secara tidak langsung akan berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan bagi pendonor,” ujar Titho di sela-sela kegiatan.
Pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pendidik serta peserta didik di SMKN 1 Bawang yang terus bergerak aktif dan bersinergi bersama PMI Banjarnegara dalam berbagai kegiatan kemanusiaan serta penguatan kapasitas generasi muda.
“Kami berharap, donor darah nantinya akan menjadi kegiatan rutin di SMKN 1 Bawang yang digawangi oleh teman-teman PMR di bawah arahan pembina atau orang dewasa,” tandas Titho.
Lebih lanjut, Titho berpesan agar penguatan kualitas sumber daya manusia dalam berbagai kegiatan positif terus digaungkan secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai sangat vital untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, empati, dan selalu peduli terhadap sesama manusia yang membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, Humas dan Rekruitmen Donor PMI Banjarnegara, M. Alwan Rifai, mengatakan bahwa berbagai upaya untuk menumbuhkan serta merekrut pendonor darah baru terus dilakukan dengan menggunakan berbagai metode yang inovatif dan relevan.
“Salah satunya yakni dengan sosialisasi yang kali ini kami lakukan dengan terjun langsung di tengah-tengah Gen Z dengan harapan memberikan pemahaman serta berdampak positif di masa mendatang,” ujarnya.
Alwan menekankan pentingnya membangun pemahaman yang benar mengenai donor darah sejak usia sekolah. Ia berharap aksi donor darah dapat bergeser dari sekadar kegiatan insidental menjadi sebuah gaya hidup atau tren yang membanggakan di kalangan pelajar.
“Donor darah diharapkan menjadi gaya hidup atau tren bagi Gen Z sehingga menjadi generasi yang sehat dan menjadi agen perubahan perilaku masa depan. Ini penting, karena Gen Z merupakan penerus dan menjadi harapan untuk menjadi relawan masa depan yang diharapkan menjadi mitra PMI,” tegas Alwan.
Dalam sesi sosialisasi yang berlangsung interaktif tersebut, para siswa dibekali pengetahuan komprehensif mengenai mekanisme donor darah, kriteria medis pendonor, hingga ragam manfaat kesehatan yang didapatkan oleh pendonor itu sendiri maupun pasien yang menerima transfusi.
Kehadiran tim PMI mendapat sambutan antusias dari para pelajar SMKN 1 Bawang. Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta selama sesi diskusi berlangsung, terutama mengenai mitos dan fakta seputar donor darah.
“Menjadi menarik karena peserta sangat antusias dengan melemparkan berbagai pertanyaan yang selama ini menjadi rumor atau sering dijumpai di platform media sosial,” pungkas Alwan.
Secara terpisah, Pembina PMR SMKN 1 Bawang, Agnes Dwi Cahyani, menyambut positif inisiatif PMI Banjarnegara tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan sosialisasi ini agar tidak berhenti sebagai wacana semata.
“Lewat sosialisasi tersebut kami berharap dapat memberikan pengetahuan dan khasanah baru bagi siswa agar nantinya bergerak menjadi relawan donor darah. Ke depan, kami berencana menjadikan donor darah sebagai agenda rutin bagi seluruh warga sekolah,” ungkap Agnes.
Sinergi antara PMI Banjarnegara dan SMKN 1 Bawang ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Banjarnegara. Dengan memupuk rasa kemanusiaan sejak dini, generasi muda tidak hanya tumbuh cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang kuat untuk membantu sesama.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment