Perkuat Layanan Kesehatan Pascagempa, Ambulans PMI Mobilisasi Pasien Cedera Serius dari Dampek ke Labuan Bajo via Helikopter
ANEWS.co, MANGGARAI TIMUR– Palang Merah Indonesia (PMI) terus bergerak cepat memperkuat barisan
layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi
di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai
Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak Senin (17/8), armada ambulans
milik PMI telah dioperasikan secara penuh untuk mendukung mobilitas
medis darurat. Kehadiran fasilitas transportasi medis ini difokuskan
untuk membantu merujuk para pasien yang membutuhkan penanganan klinis
lebih lanjut, sekaligus menjemput warga dari titik-titik lokasi
pengungsian untuk dievakuasi menuju Posko Layanan Kesehatan Terpadu atau
Rumah Sakit Lapangan yang berada di Damer, Dampek.
Intensitas
kebutuhan penanganan medis di lapangan pascabencana tergolong sangat
tinggi. Berdasarkan data pergerakan di lapangan, setiap harinya tim
ambulans PMI harus melayani rata-rata sekitar tiga hingga empat pasien
yang berada dalam kondisi kritis atau membutuhkan penanganan spesialis.
Salah satu alur layanan utama yang krusial dijalankan oleh tim evakuasi
saat ini adalah mengantar para pasien dengan kondisi cedera parah dari
posko layanan medis dasar menuju ke area helipad milik Badan Nasional
Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Dari titik landasan helikopter
tersebut, para pasien selanjutnya akan diterbangkan menggunakan
helikopter penyelamat untuk dievakuasi langsung menuju Rumah Sakit
Siloam di Labuan Bajo guna mendapatkan tindakan operasi atau perawatan
medis intensif.
Sebagian
besar pasien yang masuk dalam daftar prioritas rujukan udara ini adalah
mereka yang mengalami cedera fisik yang sangat serius akibat tertimpa
reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Jenis cedera yang mendominasi di
antaranya adalah kasus patah tulang kaki, patah tulang tangan, hingga
cedera trauma mendalam pada bagian kepala. Keterbatasan alat di lokasi
bencana membuat evakuasi ke luar wilayah menjadi satu-satunya jalan
keluar demi menyelamatkan nyawa para korban.
Kepala
Markas PMI Kabupaten Manggarai Timur, Alfred Tuname, dalam keterangan
resminya menjelaskan bahwa volume permintaan dari masyarakat untuk
layanan rujukan darurat ini memang menunjukkan tren peningkatan yang
cukup signifikan dari hari ke hari. Hal tersebut dipicu oleh banyaknya
warga yang memerlukan tindakan medis tingkat lanjut yang mustahil untuk
diakomodasi oleh fasilitas kesehatan lokal yang ada saat ini.
Kondisi infrastruktur kesehatan di Kecamatan Lamba Leda Utara yang lumpuh total pascagempa memperparah keadaan di lapangan. Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang selama ini menjadi tumpuan utama warga dalam berobat dilaporkan mengalami kerusakan struktur yang sangat berat, sehingga tidak aman lagi digunakan untuk aktivitas pelayanan medis.“Kami cukup banyak menerima permintaan dari masyarakat untuk membantu merujuk pasien dari Dampek ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Sebagian besar pasien mengalami patah kaki, patah tangan, atau cedera pada kepala. Ini menjadi tantangan karena tenaga medis di Dampek masih sangat terbatas, sementara Puskesmas setempat juga mengalami kerusakan berat akibat gempa,” ujar Alfred saat memberikan konfirmasi mengenai situasi terkini di area terdampak bencana.
Di
tengah situasi serbaterbatas inilah, sinergi antara ambulans darurat
PMI, helikopter Basarnas, dan jaringan rumah sakit rujukan menjadi
tulang punggung utama penyelamatan korban gempa Manggarai Timur.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment