Sabet Predikat Pratama di JKP 2026 Tingkat Jatim, PMR SMPN 3 Surabaya Cetak Sejarah Baru
ANEWS.co, PONOROGO — Gelaran kompetisi kepalangmerahan terbesar di eks-Karesidenan Madiun, Jumpa Karya Prestasi (JKP) 2026, telah resmi berakhir. Kompetisi bergengsi tingkat Provinsi Jawa Timur Terbuka yang diinisiasi oleh PMR Wira SMAN 2 Ponorogo ini sukses mengumpulkan ratusan kader kemanusiaan terbaik dari berbagai kabupaten dan kota. Mengusung tema filosofis "One Step of Kindness, a Song for Humanity", ajang yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di kompleks SMA Negeri 2 Ponorogo tersebut menguji ketangkasan peserta dalam materi mitigasi bencana, pertolongan pertama, serta dinamika kesehatan remaja.
Di tengah dominasi kuat dari sekolah-sekolah tuan rumah, kontingen PMR Madya SMP Negeri 3 Surabaya tampil mengejutkan sebagai tim peloncat yang paling diperhitungkan.
Kehadiran mereka di Bumi Reog didampingi langsung oleh Edi Imam Sujono, pelatih senior dari SMPN 3 Surabaya yang berkomitmen penuh memperluas cakrawala pengalaman tanding dan kemandirian kader muda di luar sirkuit lokal Kota Pahlawan.
Meskipun harus beradaptasi cepat dengan medan perlombaan yang baru, performa taktis anak-anak Surabaya ini berbuah manis. Delegasi PMR Madya SMPN 3 Surabaya sukses memborong rentetan penghargaan di kategori Traveling kepalangmerahan yang dikenal sangat ketat. Berdasarkan papan skor akhir, tim berhasil menduduki Peringkat 3 pada cabang Traveling "Ayo Siaga Bencana" Madya, Peringkat 5 cabang Traveling "Sanitasi Kesehatan" Madya, serta Peringkat 6 pada cabang Traveling "Donor Darah" Madya. Tidak hanya tangguh dalam simulasi fisik, kecakapan manajerial administrasi mereka juga teruji lewat raihan Peringkat 4 kategori Journal Activity Madya. Akumulasi poin bergengsi tersebut secara sah mengantarkan mereka membawa pulang trofi Peringkat Umum Pratama ke Kota Surabaya.
Keberhasilan luar biasa ini menyisakan kesan mendalam bagi Edi Imam Sujono.
Sebagai pelatih, ia menilai struktur penilaian dan pola rintangan yang disajikan panitia JKP 2026 memiliki keunikan tersendiri yang mampu memicu daya kreativitas peserta secara optimal. Atmosfer kompetisi yang kompetitif namun tetap mengedepankan persaudaraan menjadi pembeda utama ajang ini dari perlombaan rutin lainnya.
"Kegiatan JKP ini sangat berbeda dengan kegiatan perlombaan yang diadakan di kota Surabaya. Ada ciri khas tersendiri yang sangat menantang bagi anak-anak. InsyaAllah tahun depan kami akan mengikuti lagi," ujar Edi Imam Sujono saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan rasa bangganya atas determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh anak didiknya selama berada di arena lomba. Pasalnya, proses pembentukan formasi tim dan pemantapan materi sempat terkendala oleh jeda libur pergantian tahun ajaran sekolah yang cukup panjang. Fleksibilitas serta kedisiplinan para siswa dalam memanfaatkan waktu latihan yang singkat menjadi kunci utama runtuhnya tembok pertahanan tim-tim unggulan daerah lain.
"Prestasi yang diraih anak didik kami di JKP tahun ini cukup membanggakan. Kami berangkat dengan persiapan tidak cukup lama karena terpotong waktu liburan sekolah. Harapan kami, prestasi ini dapat membuat anak didik kami terpacu untuk terus mengikuti perlombaan semacam JKP ini, tidak hanya di Kabupaten Ponorogo, tetapi di seluruh wilayah Jawa Timur," pungkas Edi Imam Sujono penuh optimisme.
Capaian gemilang di JKP 2026 Ponorogo ini tidak sekadar menambah koleksi piala di lemari sekolah, melainkan menjadi bukti nyata efektivitas pembinaan karakter mandiri yang diterapkan. Kesiapan mental bertanding di luar kandang ini diharapkan mampu menginspirasi seluruh kader PMR di Kota Surabaya untuk terus berani keluar dari zona nyaman demi mengasah kompetensi kemanusiaan di tingkat yang lebih tinggi.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment